Ciri Penghuni Neraka, Bisa Jadi Di Dunianya Mereka Foya-foya

Tafsir Surat Al Insyiqaq : 11 – 15

 

Oleh: Dr. Aam Amiruddin, M. Si

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Salah satu ciri calon penghuni surga adalah semasa hidupnya di dunia ia gunakan untuk ibadah dan berbuat kebajikan atau amal shalih. Hari-hari ia sibuk dengan amalan akhirat.

 

 

Sebaliknya orang-orang yang hidupnya diisi dengan berbagai kemaksiatan dan kemungkaran, melalaikan ajaran-ajaran agama, hidup diperbudak nafsu yang buruk, maka dia akan mendapatkan hisab yang sulit.

 

“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya,” ( QS.Al Insyiqaq : 10)

 

 

 

Ini adalah gambaran orang-orang yang saat di dunia selalu mempertuhankan hawa nafsunya bahkan berani mengolok-olok ajaran-ajaran agama. Mereka akan menerima catatan amalnya dari arah punggungnya. Hal ini terungkap dalam ayat berikutnya,

 

 

“Maka dia akan berteriak, “Celakalah aku.” Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.” ( QS.Al Insyiqaq: 11 -12)

 

 

Saat kitab catatan amalnya diterima dari belakang punggungnya, sang pemilik akan sadar   bahwa itulah isyarat kecelakaan baginya, karena itu dia berteriak, Celaka aku!. Dan akhirnya dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala, yaitu neraka jahannam. Apa yang menyebabkan masuk ke dalam api yang menyala-nyala? Ayat berikutnya menjelaskan.

 

“Sesungguhnya dia dahulu  bergembira di kalangan kaumnya”. ( QS. Al Insyiqaq: 13)

           

Maksud dia dahulu bergembira adalah saat di dunia, hidupnya diwarnai dengan hura-hura, fun, hedonis, menghalalkan segala cara demi kenikmatan sesaat, selalu mengikuti hawa nafsu, dan tidak pernah menolak ajakan-ajakan setan.

 

 

Maksud di kalangan kaumnya adalah di kalangan orang-orang yang sepaham atau sama-sama memperturutkan hawa nafsu. Karena itu, dalam ayat lain Allah mengingatkan agar kita tidak terbawa arus orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya.

 

 

”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridoan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (Q.S. Al Kahfi 18: 28)

 

 

Pada ayat ini ada kalimat yang sangat tegas, yaitu dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta mengikuti hawa nafsunya.

 

“Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali.” (QS. Al Insyiqaq: 14 )

 

 

Pada ayat ke 13, Allah swt. menyebutkan  penyebab mengapa ada orang yang menerima catatan amal dari belakang punggung, karena sewaktu di dunia hanya memperturutkan nafsu dan menghalalkan segala cara untuk kenikmatan sesaat. Maka pada ayat ini Allah menyebutkan penyebab lainnya, yaitu sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali. Menyangka bahwa kehidupan dunia akan abadi. Menyangka bahwa kematian itu akhir dari segalanya. Menyangka bahwa sesudah mati tidak akan ada kebangkitan dan tidak ada penghisaban. Itu semua keyakinan yang keliru!

 

“Yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. ” (QS. Al Insyiqaq: 15 )

 

Yang benar, bahwa Allah swt. akan mencatat seluruh perbuatan baik ataupun buruk.

 

”Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang  di dalamnya, dan mereka berkata, ’Aduh celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan tercatat di dalamnya. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.” (Q.S. Al Kahfi 18: 49)

 

 

Pada hari (penghisaban) ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Q.S. Yaasin 36: 65)

 

 

Ayat-ayat ini menjadi penguat bahwa Allah Maha melihat segala perbuatan kita. Semua ucapan, perbuatan, bahkan apa pun yang terlintas dalam pikiran dan hati kita akan diketahui Allah swt. Yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. Maha Benar Allah dengan segala yang difirmankan-Nya. Wallahu A’lam. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

ilustrasi foto: pixabay

890

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 561 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment