Puasa Tasu’a dan Asyura, Kapan Dilakukan ?

  Assalamu’alaykum. Pak ustadz, maaf mau bertanya. Saya sering mendengar  tentang puasa  Tasu’a. Mohon dijelaskan apa itu puasa Tasu’a? Kapan dilaksanakan?  Apakah puasa ini juga dianjurkan. Hatur nuhun. ( Deden via email)       Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Istilah Tasu’a yang dimaksud adalah tanggal 9 Muharram. Disebut demikian, ini diambil dari dari kata tis’ah [Arab: تسعة] yang artinya sembilan.     Jadi yang dimaksud dengan Tasu’a ada tanggal 9 Muharram. Tanggal  ini kita dianjurkan atau disunnahkan untuk melakukan puasa. Hal ini untuk mengiringi…

Selanjutnya

Ciri Penghuni Neraka, Bisa Jadi Di Dunianya Mereka Foya-foya

Tafsir Surat Al Insyiqaq : 11 – 15   Oleh: Dr. Aam Amiruddin, M. Si     PERCIKANIMAN.ID – – Salah satu ciri calon penghuni surga adalah semasa hidupnya di dunia ia gunakan untuk ibadah dan berbuat kebajikan atau amal shalih. Hari-hari ia sibuk dengan amalan akhirat.     Sebaliknya orang-orang yang hidupnya diisi dengan berbagai kemaksiatan dan kemungkaran, melalaikan ajaran-ajaran agama, hidup diperbudak nafsu yang buruk, maka dia akan mendapatkan hisab yang sulit.   “Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya,” ( QS.Al Insyiqaq : 10)    …

Selanjutnya

Menunggu Doa Terkabul ? Ini Yang Harus Kita Lakukan

  PERCIKANIMAN.ID – – Semua orang pasti ingin doa-doanya terkabul. Doa yang terkabul akan mendatangkan kebahagiaan dan menjadi tanda “kesuksesan” seseorang dalam ibadah.     Namun tidak semua doa yang kita panjatkan segera terkabul atau dikabulkan Allah Swt. Ada beberapa sebab doa itu tidak terkabul. Ada yang tertunda namun ada yang tergantikan yang lebih baik lagi.     Jadi, kalau doa belum terkabulkan, sebaiknya kita introspeksi diri, jangan berprasangka buruk pada Allah Swt. Kemungkinan besar doa itu tidak dikabulkan karena ulah kita sendiri.     Saat berdoa, kita harus selalu…

Selanjutnya

Tidak Ada Tempat dan Sulitnya Waktu Shalat, Begini Cara Ibadahnya

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, saat ini saya bekerja di luar yang jumlah muslimnya minoritas sehingga tempat ibadah jarang termasuk di tempat kerja saya tidak ada tempat sholat. Untuk itu saya sering melakukan jamak takdim, dimana sholat Ashar ditarik ke sholat Dzuhur. Saya juga mengakhirkan sholat Maghrib yang mendekati sholat Isya. Bagaimana hukum? Apakah itu diperbolehkan? Mohon penjelasannya. (Edo di Kanada via Email)     Wa’alaykumsalam ww. Bapak Ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebagaimana yang kita pahami bahwa ibadah yang paling utama dan tidak boleh ditinggalkan adalah ibadah shalat. Ini khususnya…

Selanjutnya