Istri Bekerja, Bolehkah Penghasilannya Dipisah Dengan Suami ?

istri bekerja

Assalamu’alaykum. Pak Aam, karena dalam rumah tangga itu suami wajib menafkahi sementara istri itu tidak wajib. Saya punya penghasilan, suami saya juga punya penghasilan. Nah, penghasilan saya dipisahkan dengan penghasilan suami saya. Sementara penghasilan suami itu dianggap sebagai kewajiban suami untuk menafkahi istri dan anak. Bolehkah penghasilan saya terpisah dengan penghasilan suami? ( Ani via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sesungguhnya yang berkewajiban untuk memberi nafkah dalam keluarga adalah seorang suami. Kalau kita merujuk pada surat An-Nisa ayat 34

 

 

‎الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

 

 

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”

 

 

Menurut para ulama khususnya ulama fikih menjadikan ayat ini sebagaia dalil wajibnya seorang suami menafkahi istri dan keluarganya. Jadi misalnya, kalau Anda bilang pada suami, “Ayah penghasilan mamah mah mau dipisah dari kehidupan rumah tangga, mamah punya penghasilan 5jt/bulan. Itu tabungan mamah, mau dipakai untuk keperluan A B C, itu hak mamah. Tapi penghasilan ayah kan itu kewajiban ayah, jadi bayar cicilan dan operasional sehari-hari itu dari penghasilan ayah.”

 

Ya tentu saja tidak dilarang, memang begitu semestinya. Karena tidak ada kewajiban istri untuk menafkahi suami. Kalau ada seorang istri yang berusaha bekerja untuk meringankan beban suami, itu merupakan suatu amal sholeh dan dibolehkan.

 

 

Tapi kalau penghasilan suami Anda bisa dikatakan sudah cukup untuk rumah tangga, lalu penghasilan Anda terpisah , karena milik Anda ya memang sebnarnya seperti itu. Perlu diingat penghasilan istri itu tidak otomatis menjadi penghasilan suami, tetapi kalau penghasilan suami itu otomatis menjadi penghasilan istri.

 

 

Karena istri tidak punya kewajiban menafkahi keluarga. Nah inilah yang disebut dengan hak dan kewajiban. Jadi kalau Anda bertanya, bolehkah? Secara hukum agama boleh. Anda ingin mengatur keuangan dari penghasilan Anda sendiri itu boleh. Ya tentu saja Anda bisa bicara baik-baik dengan suami. Selama itu tidak menganggu kehidupan rumah tangga itu diperbolehkan.

 

 

BACA JUGA: Suami Tidak Terbuka Masalah Gaji ? Ini Yang Harus Dilakukan Istri

 

 

Jadi intinya komunikasikan dengan suami dan beri penjelasan suami soal penghasilan istri yang menjadi hak sepenuhnya milik istri.  Namun sekiranya ada keperluan mendadak dan penghasilan suami kurang maka penghasilan Anda ( istri) boleh digunakan. Inilah kebajikan dan amal shalih Anda.

 

 

Yang terpenting jadikan penghasilan Anda, kalau Anda bekerja, sebagai sarana dalam keharmonisan keluarga. Jangan terlalu egois, apalagi jika penghasilan Anda lebih besar dari penghasilan suami. Sebab, justru kadang ini menjadi permasalahan tersendiri. Istri merasa lebih berkuasa dan lebih dominan ketika penghasilannya lebih besar, sehingga suami menjadi minder. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 479 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment