Anak Susah Disuruh Shalat ? Begini Cara Membuatnya Rajin Ibadah

Assalamu’alaykum. Pak Aam, anak saya usia SD namun masih susah untuk disuruh ibadah khususnya shalat. Mohon tipsnya atau caranya agar ia rajin dan gampang shalat. Terima kasih ( Yessy via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Semua orangtua pastinya ingin anak-anak atau putra putrinya menjadi generasi yang shalih shalihah. Keshalihan itu selain dari akhlaknya juga indikasinya adalah dari ibadahnya atau khususnya shalat.

 

 

Dalam tahap pendidikan anak, setelah pendidikan akidah dan akhlak anak kuat, orangtua perlu menekankan pendidikan pada aspek ibadah. Hal pertama dan utama dalam pendidikan ibadah adalah shalat. Kita bisa simak berfirman Allah,

 

 

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Q.S. Lukman [31]: 17)

 

 

Ayat tersebut memberi pengajaran kepada kita, para orangtua, untuk selalu memantau shalat anak; apakah shalatnya sudah dilaksanakan dengan baik, telah lengkap syarat dan rukunnya; apakah shalatnya sudah dilaksanakan lima kali sehari semalam, atau masih ada yang tertinggal?

 

 

Shalat adalah tiang agama. Jika anak-anak kita telah mendirikan shalat dengan baik dan benar, berarti mereka telah menegakkan agama. Sebaliknya, jika anak-anak kita masih berani meninggalkan shalat, shalatnya masih asal-asalan, maka tanpa mereka sadari, anak-anak kita telah mulai meruntuhkan agama.

 

 

Akibat dari tidak terkontrolnya shalat pada anak adalah lahirnya sikap acuh tak acuh terhadap kebaikan dan mendekat atau lebih tertarik untuk melakukan kemunkaran. Ini tentu tidak diinginkan oleh para orangtua.

 

 

Nah, caranya bagaimana agar anak jadi rajin atau tekun ibadah khsususnya shalat?. Sayangnya Anda tidak menginformasikan usia anak Anda secara jelas. Sebab usia SD itu secara umum berkisar antara 6 – 12 tahun. Ini tentu harus disesuaikan dengan usia anaknya.

 

 

Tapi intinya dalam pengajaran atau pendidikan anak adalah unsur  keteladan, apalagi ini kaitannya dengan aktivitas ibadah. Anda sebagai orangtua baik ibu atau ayahnya harus memberikan contoh atau teladan untuk putra putrinya.

 

 

Coba ubah bahasanya jangan menyuruh tetapi mengajak. Kalau menyuruh maka yang aktif atau mengerjakan hanya anak, tetapi kalau mengajak maka orangtua juga turut serta. Menyuruh anak shalat bisa jadi orangtua tidak shalat. Tetapi kalau mengajak maka orangtua juga turut atau ikut shalat.

 

 

Misalnya bahasa atau kalimat menyuruh itu,” Sana shalat dulu”. Ini bisa berarti yang shalat hanya anaknya. Orangtua bisa jadi malah main gadget atau nonton tv. Tetapi kalau ajakan,” Sayang kita shalat dulu yuk”. Ini orangtua juga ikut shalat sekaligus memberikan keteladan.

 

 

Bisa juga ditempuh dengan metode reward  (memberi hadiah) dan punishment ( hukuman yang tidak menyakiti). Dalam usia-usia tertentu orangtua juga bisa memberikan hadiah jika anaknya shalat 5 waktu dimasjid. Atau memberi hukuman yang tidak menyakiti jika shalat tidak lengkap, misalnya uang bekalnya ke sekolah dikurangi atau menunda beli sepatu dan sebagainya.

 

 

Jadi intinya menurut hemat saya, agar anak rajin ibadah khususnya shalat adalah dengan memberikan keteladanan dari orangtuanya. Juga beberapa metode bisa digunakan yang disesuaikan dengan perkembangan usianya usia.

 

 

BACA JUGA: 5 Langkah Membuat Anak Rajin Shalat

 

 

Selain itu Anda sebagai orangtua juga harus kerja sama dengan suami atau ayahnya. Tetap bersabar, nasihati dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang serta jangan lupa berdoa kepada Allah agar anak diberikan kefahaman dalam ibadah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan cara mendidik anak dan seputar kepengasuhan, Anda dan bapak ibu serta sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “GOLDEN PARENTING “. Dalam buku ini ada tips mendidik anak sesuai yang diajarkan Rasul dan orang-orang shalih lainnya.  Wallahu’alam bishshawab . [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

870

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,081 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment