Berapa Lama Batas Safar ? Begini Panduan Shalatnya

Asslamualaikum. Pak Ustadz, profesi saya sebagai pemandu wisata. Kalau safar atau bepergian itu berapa hari batasnya. Karena waktu itu saya pergi 1 minggu ke daerah Lombok kebetulan salah satu harinya adalah hari Jum’at. Nah saya pernah mendegar ketika kita lagi safar dan gak sholat Jum’at itu diperbolehkan. Tetapi ada yang ngotot, kalau hari Ju’at pada waktu itu hari ke-4, dia bilang batas waktu safar itu 3 hari saja. Kalau tidak sholat Jum’at, Anda sebagai pemandu menanggung dosa saya semua, kata dia. Jadi saya ikut saja , sedangkan ada beberapa orang lain yang memang keberatan karena masih ada beberapa tujuan lain. Mohon penjelasannya (Sutrisna via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebenarnya safar itu tidak terikat selama 3 hari. Rasulullah Saw pernah safar selama 17 hari, saat penaklukan kota mekkah. Beliau sholatnya di jamak qashar. Kebayang tidak? Rasulullah safar kemana?Ke tempat kelahirannya. Rasulullah kan lahirnya disana. Setelah Rasul di Mekkah, usia 53 tahun Rasulullah hijrah ke Madinah. Lalu beliau menaklukkan kota Mekkah.

 

 

Berarti sebenarnya beliau ke Mekkah itu ke kampung halamannya. Tetapi karena beliau sudah menetapkan Madinah sebagai rumahnya saat hijrah, maka beliau jamak qasar.

 

 

Jika kita sudah menetap di suatu tempat untuk tinggal, maka bias jadi ketika berkunjung ke kampong halaman itu disebut safar. Misal, lahir di Bandung tapi suatu saat pindah ke Garut untuk tinggal. Nah ketika berkunjung ke Bandung lagi itu boleh jamak qasar, kerena termasuk safar.

 

 

Dan Rasulullah lahir besar di Mekkah hijrah ke Madinah, beliau kembali lagi ke Mekkah itu safar. Beliau pernah melakukan jamak qasar selama 17 hari. Kan ketika kita melakukan safar diberi kemudahan untuk  tidak melakukan sholat Jum’at.

 

 

Seperti Rasulullah ketika Haji, beliau ketika wukuf di arafah itu sebenarnya hari Jum’at, tetapi beliau tidak melakukan sholat Jum’at. Beliau sholat Dzuhur dan Ashar secara jamak.

 

 

BACA JUGA: Hukum Ibu Bekerja Merantau Untuk Sekolah Anak, Boleh atau Tidak ?

 

 

Jadi demikian Anda ketika safar itu diperbolehkan tidak sholat Jumat. “Terus Bagaimana Pak Aam saya mau sholat Jumat saja, soalnya saya pas berhenti di jalan?” .Ya silahkan, tidak masalah.

 

 

Tapi kan ini keringanan, boleh dilakukan boleh tidak ketika safar. Ketika ada yang ngotot ya Anda mengalah saja, bagaimanapun juga Anda sebagai pemandu harus menengahi dan diberi penjelasan tentang safar serta adab-adab dalam safar khususnya dalam hal shalat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

935

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 866 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment