Suami Mandul dan Tidak Mau Adopsi Anak, Begini Solusinya

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, Saya sudah menikah sekira 5 tahunan namun sampai sekarang kami masih belum dikaruniai anak. Kami sudah cek ke dokter dan ternyata suami yang bermasalah atau kurang subur namun suami tidak semangat untuk berobat. Saya usul mau mengadopsi anak saudara atau anak yatim dari panti asuhan pun dia tidak mau. Menurut pak ustadz bagaimana solusinya?. Mohon nasihatnya ( Y fia fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabt sekalian yang dirahmati Allah. Tentu kehadiran anak atau buah dalam keluarga akan semakin melengkapi kebahagian rumah tangga. Meski demikian kita hanya bisa merencanakan dan berharap namun semua ada kehendak Allah.

 

 

Ada yang menikah baru beberapa bulan langsung hamil dan tahun pertama pernikahan sudah punya anak. Namun ada yang sudah bertahun-tahun menikah dan belum dikaruniai anak. Semua tentu atas kehendak Allah.

 

Dari kasus Anda, menurut hemat saya, kalau suami tidak mau mengadopsi anak yatim baik anak saudara atau dari panti asuhan tentu tidak apa-apa. Anda harus sabar dan menghargai keputusan suami. Mungkin dia mempunyai pertimbangan lain dan lebih berbahagia bersama Anda saja. Mungkin perlu waktu dan diskusi lebih panjang dengan suami sehingga ia paham. Namun intinya jangan memaksakan kehendak sendiri, sebab nanti bisa timbul masalah baru.

 

 

Kalau suami belum mau mengambil atau mengadopsi anak yang tingga serumah dengan Anda coba sampaikan atau usulkan bagaimana kalau merawat atau menjadi orangtua asuh. Anda bisa mendatangi panti asuhan dan Anda bisa menjadi orangtua asuhnya seorang anak atau beberapa anak.

 

 

Anda bisa merawat dan menyantuni anak tersebut dengan materi atau harta Anda. Misalnya sekarang ada progaram anak angkat, Anda sedekahkan sebagian harta Anda kepada mereka setiap bulan atau sesuai kemampuan Anda. Sebab yang namanya doa anak sholeh tidak selalu harus anak kandung.

 

 

Ada hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

 

 

 

Dalam hadits tersebut ada kata َوَلَدٍ ( waladin) yang berarti dalam bahasa Arab jika anak tidak selamanya anak kandung atau anak yang lahir dari rahim ibu. Kalau anak yang lahir dari rahim namanya binti atau bintun dalam bahasa Arab. Maka ada istilah binti karena itu mengandung arti bahwa didalam anak tersebut ada darah daging Anda.

 

 

Anak yang Anda santuni tiap bulan tersebut, insya Allah berpahala dan sama dengan menyantuni seperti anak sendiri. Anda harus yakin dari sekian anak yang Anda beri atau santuni tersebut mungkin ada anak yang sholeh shalihah dan nantinya anak itulah yang akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir setelah Anda meninggal berpulang kepada Allah.

 

 

Jadi yang dimaksud anak tadi tidak harus anak biologis. Sekarang jalani saja jika suami ingin seperti itu turuti saja. Mungkin suami ibu mempunyai pandangan tersendiri. Pastilah dibalik itu ada hikmanya, katanya orang beriman itu selalu yakin dibalik itu semua pasti ada hikmah. Ada orang yang diberi anak namun anaknya tidak sholeh.

 

 

Sekarang Anda masih belum dikasih anak, yakinlah bahwa Allah sayang kepada Anda dan itu yang terbaik bagi Anda berdua. Allah rencanakan yang lain, rencana yang menurut Allah adalah jalan yang terbaik untuk Anda. Jadi kita harus selalu berhusnudzon ( berbaik sangka) kepada Allah. Allah Maha Tahu yang terbaik buat Anda.

 

 

BACA JUGA: Status Anak Angkat Dalam Islam

 

 

Sekarang nikmati saja keharmonisan dan kebahagian bersama suami meski belum ada anak. Besarkan hati suami dan semangat terus untuk menjalani hidup ini. Yakinkan bahwa Allah mempunyai rencana lain serta teruslah memohon dan ikhtiar, siapa tahu nanti Allah akan memberikan amanah berupa anak kepada Anda. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, tetaplah optimis dan berpikir positif. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 345 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment