Hukum Lupa Sholat Ashar, Benarkah Seluruh Amal Shalih Tidak Diterima ?

 

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, karena kesibukan atau tepatnya kepanikan. Waktu itu ibu saya mendadak sakit dan harus segera dibawa ke Rumah Sakit, sebab sibuk mengurus beliau saya jadi lupa shalat Ashar dan baru ingat saat shalat Maghrib. Apa benar ketika kita tidak sholat Ashar amalan shalih kita dari pagi sampai Ashar atau seharian tidak diterima. Katanya walau kebaikan sekecil apapun Allah tidak akan terima kalau kita tidak sholat Ashar. Mohon penjelasannya. (Evi via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Tentu kita paham bahwa shalat adalah ibadah yang utama dan waktunya telah ditentukan. Artinya waktu-waktu shalat itu sudah ada waktu melakukannya. Dalam Alquran, Allah berfirman,

 

 

“…Sesungguhnya, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (Qs. An-Nisa’: 103)

 

 

Jadi shalat itu waktunya sudah ditentukan dan kita tidak boleh meninggalkan shalat, kecuali ada udzur atau alasan syar’i, misalnya koma, tidak sadarkan diri, tertidur dan sebagainya.

 

 

Kembali ke kasus Anda, tentu semua sholat waktu itu tidak boleh ditinggal bukan hanya sholat Ashar namun semua sholat wajib lima waktu. Tetapi ada ayat yang mengatakan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal hambanya baik laki-laki atau perempuan jadi janji Allah tidak menyia-nyiakan hambanya. Dalam Alquran Surat. Alim Imran ayat 195, Allah tegaskan,

 

 

Maka, Tuhan mereka memperkenankan permohonannya dengan berfirman, “Sesungguhnya, Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain. Maka, orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang, dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapuskan kesalahan mere¬ka dan akan Aku masukkan mereka ke surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala dari Allah. Di sisi Allah ada pahala yang baik.”

 

 

Kemudian dalam Lalu  surat Luqman ayat 16 ada juga ayat yang menjelaskan hal tersebut yakni tentang amalan sekecil apa pun pasti Allah akan membalasnya,

 

 

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

 

Jadi dalam Surat Luqman ayat 16 tersebut jelas ada kata, “sekiranya kamu melakukan kebaikan sebesar biji sawi”, kata kunci صَخْرَةٍ lalu si kebaikan itu ada di dalam batu, أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ atau ada dilangit, أَوْ فِي الْأَرْضِ atau ada di bumi. يَأْتِ بِهَا اللَّهُ, Allah akan tampakkan,إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِي, Allah itu Maha Halus dan Maha Tahu.

 

 

 

Dengan demikian, jika Anda tidak sholat Ashar, tentu Anda akan berdosa meski sebabnya Anda lupa atau konsentrasi menolong ibu. Tetapi, bukan berarti amal-amalan kebaikan Anda yang lain hilang atau habis. Anda tinggal bertaubat dan tidak mengulangi lagi. Memohon ampun kepada Allah atas kekhilafan atau kelupaan Anda tersebut.

 

 

 

Sering juga ada yang bertanya seperti ini, pak Aam katanya jika kita belum berkerudung amal yang lainnya akan hilang. Kita tahu yang namanya wanita itu harus menutup aurat ini jelaskan di surat Al-Ahzah dan surat An-Nur . Tapi jika orang itu belum berjilbab, ya tentu saja amalan-amalan yang lain tidak hilang.

 

 

 

Dalilnya mana, dalilnya seperti yang tadi saya kemukakan, “Aku (Allah) tidak akan sia-siakan amalan-amalan hambaku baik laki-laki dan perempuan”. Berarti pagi wanita yang belum menggunakan jilbab, amal baik Anda yang lain tentu akan dicatat sebagai amal kebaikan. Yakinlah Allah itu Maha Tahu dan Maha Adil.

 

 

BACA JUGA: Shalat Ashar Di Waktu Maghrib, Boleh atau Terlarang ?

 

Namun tentunya akan lebih sempurna amalan shalih tersebut jika disertai dengan meninggalkan atau menjauhi larangan-Nya. Menutup aurat adalah perintah Allah dan menampakkan aurat adalah larangan dari Allah. Tentu alangkah sempurnanya jika perintah dan larang itu ditaati bersamaan.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 489 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment