Istri Tidak Betah Tinggal Dirumah Mertua ? Begini Cara Mengatasinya

 

 

Asslamu’alaykum. Pa Aam, saya tidak betah tinggal sama mertua tapi suami saya tidak mau menerima isi hati saya. Setiap saya cerita tidak betah pasti suami saya balik marah. Saya harus bagaimana cara menghadapinya ? . Mohon nasihatnya.( H via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Ini mungkin problem umum yang dialami pasangan atau suami istri yang masih tingga dirumah orangtua atau mertua. Sayangnya Anda tidak menceritakan alasan tidak betah tersebut, apakah mertua ikut campur urusan rumah tangga Anda?. Berapa lama Anda menikah? Berapa lama tinggal bersama mertua? Suami marah hanya karena Anda tidak betah atau alasan lain yang membuat ia marah?

 

 

Tapi intinya kita tidak boleh marah kepada mertua tanpa alas an yang dibenarkan dalam Islam. Sebaiknya seorang menantu jangan terburu-buru untuk berburuk sangka terhadap sikap mertua. Sebab orang tua suami juga merupakan orang tua Anda. Maka, berusahalah untuk dapat berbuat baik kepada orang tua suami.

 

 

Selagi bentuk intervensi turut campurnnya mertua sebagai  bentuk nasehat, mengapa kita harus merasa resah atau malah menolaknya. Setiap orang tua ingin melihat anaknya bahagia dan dapat membina keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah.

 

 

Idealnya sepasang suami istri tinggal terpisah dengan orangtuanya atau mertua. Hal ini tentu sebagai bentuk pembelajaran untuk kemandirian dalam mengurus dan membina rumah tangga sendiri. Soal tinggal berpisah dengan orangtua itu dengan cara beli rumah sendiri,mengontrak rumah,kost dan sebagainya itu tidak masalah. Sesuaikan dengan kemampuan Anda.

 

 

Namun sekiranya Anda dan suami baru menikah sebulan atau dua bulan tinggal bersama mertua, menurut hemat saya itu masih wajar. Mungkin suami Anda ingin menemani orangtuanya dulu dan belum punya kemampuan untuk beli rumah atau sekedar mengontrak rumah. Tentu dalam hal ini Anda harus menerima dan ikhlas dulu tinggal bersama mertua.

 

 

Lain halnya jika Anda sudah berumah tangga tahunan bahkan sudah punya anak.Kemudian tinggal bersama mertua yang disitu ada juga saudara-saudara suami, bahkan Anda dan suami serta anak-anak tidur dalam satu kamar, masak bersama dan sebagainya, menurut saya wajar kalau Anda tidak betah.

 

 

Bagaimana pun juga yang namanya suami istri atau keluarga itu mempunyai privasi yang harus dijaga. Selain itu jika kondisinya seperti itu, menurut saya juga kurang sehat. Artinya tinggal dengan keluarga besar yang segala aktivitas masuk nyampur itu kurang baik, baik secara sosial maupun secara syariat.

 

 

Maksudnya secara sosial begini, misalnya Anda dan suami membeli makanan dan ingin makan bersama anak-anak Anda. Kemudian ada saudara atau anak saudara yang melihat tentu ini akan menimbulkan hal yang kurang baik. Sementara secara syariat, Anda tetap harus menutup aurat didepan saudara-saudara suami, padahal saat bersama suami, Anda boleh membuka jilbab,misalnya.

 

 

Hal-hal demikian yang harus Anda jelaskan kepada suami. Intinya menurut saya, ketidakbetahan Anda tinggal bersama mertua harus berasalan dan harus didiskusikan bersama suami. Sampaikan alas an Anda jika itu berkenaan dengan syariat secara bijak dan lemah lembut.

 

 

Contoh kasus ini juga pelajaran bagi Anda para suami agar memperhatikan keinginan dan keresahan istri khususnya saat tinggal bersama mertua. Anda para suami harus menghargai keinginan istri yang ingin mandiri dengan tinggal terpisah dengan orangtua atau mertua. Sebab, bagaimana pun tinggal di rumah sendiri meski pun ngontrak tentu lebih terjaga privasi Anda. Sesekali Anda dan istri serta anak-anak boleh berkunjung ke mertua atau orangtua agar tetap terjaga silaturahmi.

 

 

Kasus ini juga bisa menjadi pelajaran bagi para orangtua atau mertua agar jangan terlalu mengingat ingin bersama anak. Sebab, ada orangtua yang tidak mau berpisah dengan anak dan ingin selalu ditemani anak. Ini hal baik, namun ketika anak sudah menikah maka anak perempuan Anda itu sudah menjadi milik suaminya. Suaminya berhak membawa dan tinggal dimana pun,asal bertanggung jawab.

 

 

BACA JUGA:  Cara Berbakti Kepada Mertua Non Muslim ?

 

 

Demikian juga ketika anak laki-laki Anda sudah menikah maka ia sudah mempunyai tanggung jawab membina rumah tangga bersama istrinya. Biarkan dan doakan ia untuk mandiri. Jangan malah ditahan untuk tetap tinggal bersama Anda. Biarkan ia belajar mengurus rumah tangganya sendiri. Anda boleh memberi nasihat seperlunya. Atau sekali waktu menengok Anda bersama istri dan anak-anaknya.

 

 

Jadi intinya komunikasikan yang baik dengan suami. Sampaikan keinginan Anda untuk mandiri dan solusi yang sama-sama melegakan. Kalau suami Anda belum paham, Anda boleh minta bantuan kepada saudaranya atau bahkan orangtuanya sendiri atau mertua Anda untuk menasihati anaknya. Jangan lupa tetaplah berdoa agar Allah membukakan pintu hati suami Anda. Demikian penjelasannya semoga bermanfat.

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

870

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 689 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment