Cara Mencegah Kemandulan, Upayakan 2 Hal Ini

PERCIKANIMAN.ID – – Mandul, kata ini akan menjadi pukulan yang sangat berat dalam hidup seseorang, apalagi jika sudah menikah. Sebab kehadiran buah hati dalam rumah tangga akan menjadi pelengkap bagi suami istri.

 

Sebenarnya, mandul atau kemandulan dapat dicegah, jika tahu caranya. Banyak hal yang dapat dilakukan, baik sebagai upaya preventif (pencegahan) agar tidak terjadi infertilitas, maupun kuratif (penanggulangan) bila selama satu tahun pasangan suami-istri tak kunjung mendapatkan momongan.

 

  1. Upaya Preventif

Upaya preventif yang dapat dilakukan.

  • Membiasakan pola hidup sehat, yaitu dengan cara makan secara teratur dan tidak berlebihan, cukup istirahat, serta melakukan olahraga secara teratur.
  • Memperteguh ketahanan mental agar terhindar dari stres. Tak ada cara yang lebih ampuh untuk mendapatkan ketahanan mental yang prima selain keyakinan yang bulat bahwa hanya kepada Allah seluruh makhluk bergantung, hanya kepada Allah pula semuanya memohon pertolongan, dan kepada Allah segala urusan akan kembali.
  • Menghindari berbagai hal yang dapat menimbulkan penyakit yang berhubungan langsung dengan alat-alat reproduksi, misalnya:

 

– Bagi wanita, selalu menjaga kebersihan celana dalam dengan menggantinya minimal sehari dua kali. Hal ini harus lebih diperhatikan bila datang bulan. Tidak terjaganya kebersihan di “wilayah” kelamin dapat menyebabkan keputihan jangka panjang, gatal, berbau, dan terasa perih. Keputihan seperti ini dikhawatirkan masuk ke dalam rahim sehingga dapat menyebabkan infeksi dan perlengketan di saluran telur.

 

– Untuk pria, hendaknya tidak terlalu sering memakai celana yang ketat dan terbuat dari bahan yang panas, karena suhu ruangan yang panas di sekitar scrotum (kantong buah pelir) dapat mengganggu kualitas hidup spermatozoa yang diproduksi oleh testis. Hendaknya tidak pula berlama-lama dalam ruangan yang panas.

 

 

BACA JUGA: Setahun Menikah Belum Hamil ? Cek Hal Ini Pada Suami

 

 

  1. Upaya Kuratif

Adapun upaya kuratif yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengatur jadwal sanggama. Jadwal yang baik adalah 3 hari sekali. Dalam tempo tiga hari, produksi spermatozoa yang dihasilkan testis relatif cukup baik. Hari pertama setelah ejakulasi, kualitas sperma kurang baik. Hari kedua agak membaik.Dan hari ketiga baik sekali. Selain itu, dalam jangka waktu 3 hari, spermatozoa masih mungkin melakukan pembuahan, sehingga akan selalu siap untuk membuahi sel telur yang matang. Sebenarnya, sperma mampu hidup sampai tujuh hari di dalam rahim, tetapi kemampuan bergerak dan membuahi menurun tajam setelah hari ketiga di dalam rahim.

 

  • Dalam berhubungan intim dengan gaya konvensional, yaitu istri di bawah dan suami “mendatangi” dari atas. Posisi ini akan lebih memungkinkan seluruh sperma yang keluar tertampung dalam liang sanggama sehingga cukup banyak spermatozoa yang berenang menyeberangi leher mulut rahim. Upayakan cairan sperma selama mungkin berada dalam liang sanggama.

 

Selain kedua upada tersebut ada baiknya suami istri juga menjaga gaya hidup masing-masing khususnya dalam konsumsi makanan. Perhatikan asupan gizi dan sumber protein lainnya. Menghindari begadang atau tidur terlalu malam dan stress adalah salah satu memperbaiki kualitas hidup suami istri.  Tidak lupa ikhtiar berdoa dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, Sebab, anak adalah anugerah sekaligus amanah yang kehadirannya akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya. [ ]

 

Sumber: disarikan dari buku “Kehamilan Yang Didamba karya Dr.Aam Amiruddin M.Si dan dr.Hanny Ronosulistyo,Sp.OG

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

850

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 482 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment