Pembantu Rumah Tangga Malas Sholat, Apakah Kita Ikut Berdosa ?

0
345

Assalamualaikum Pak Aam, dirumah saya ada khadimat (asisten rumah tangga) yang jarang sholat. Apakah ini tanggung jawab saya untuk memperbaiki kebiasaannya yang sering meninggalkan sholat? Bagaimana kalau dia tetap tidak mau shalat, apakah kita juga ikut berdosa? Mohon nasihatnya (Wina via Email)

 

iklan

 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu saja Anda sebagai pemilik rumah harus bisa menegakkan amar ma’ruf nahi munkar khususnya dalam lingkungan keluarga Anda. Dalam sebuah haditsnya Nabi Saw mengatakan:

 

 

“Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman”. ( HR.Bukhari )

 

 

Tahapan ini menurut hemat saya, sangap pas sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita.  Untuk itu khadimat atau asisten rumah tangga yang ada di rumah Anda itu harus diubah dengan kekuasaan Anda. Diingatkan saja jika memang masuk waktu sholat, “sholat dulu, pekerjaannya nanti dilanjutkan lagi.”

 

 

Anda mempunyai kewenangan dengan lisan dan ajakan (kekuasaan), sebab ia bekerja di rumah Anda dibawah perintah Anda. Tanggung jawab Anda juga untuk bias menshalehkan orang-orang yang ada di rumah termasuk khadimat Anda tersebut.

 

 

Jika nanti pada saatnya dia jadi rajin sholat, dia berumah tangga dan mengajarkan sholat kepada anak-anaknya, kan Anda mendapat amal jariyah. Oleh karena itu ingatkan minimal untuk sholat. Gunakan kekuasaan itu untuk kebaikan contohnya mengajak orang-orang dirumah itu untuk sholat, salah satunya mengajak pembantu, supir ataukah tukang kebun.

 

 

BACA JUGA : Adab Kepada Pembantu Rumah Tangga

 

 

Dalam mengajak, Anda harus tegas, Anda boleh galak kalau masalah melalaikan sholat. Itu termasuk ibadah. Tapi marahnya tentu saja dengan santun dan tujuan kebaikan. Sampaikan dengan nasihat yang bijak dan teladan yang baik.

 

 

Kalau dia atau khadimat Anda tersebut tetap bandel dan belum mau shalat secara tertib dan Anda sudah berusaha untuk mengajaknya atau mendakwahi tentu Anda tidak terkena dosa. Anda sudah menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Perkara dia tidak mau itu menjadi urusannya. Namun Anda tidak boleh putus asa dan tetaplah berdoa agar Allah membukakan pintu hidayah dan pintu hatinya sehingga mau mengerjakan shalat sesuai disipilin waktunya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman