Cara Memahaminya Suami Istri, Layaknya Seperti Pakaian

0
166
keluarga

PERCIKANIMAN.ID – – Hubungan kasih antara suami dan istri memiliki pengertian bahwa apa pun yang diberikan suami kepada istrinya merupakan suatu pemberian yang tulus. Sebuah pemberian yang tidak mengharapkan balasan atau penggantian apa pun.

 

iklan

 

Pemberian tersebut bukan pula sebagai balasan atau penggantian atas pemberian istri yang didapatkan sebelumnya. Suami hanya mengharapkan kegembiraan dari istrinya, begitu juga sebaliknya.

 

 

Sebagai contoh, karena kasihlah seorang istri mau meluangkan waktunya dan berlelah-lelah menemani suami melakukan hobinya, misalnya memancing, yang sebenarnya tidak begitu disukainya. Si istri juga merasa puas melihat suaminya senang, gembira, dan bahagia ketika melakukan hobi tersebut.

 

 

Begitupun sebaliknya. Seorang suami mau meluangkan waktunya dan berlelah-lelah menemani istri melakukan hobinya, seperti jalan-jalan ke mal, walaupun sebenarnya si suami tidak begitu menyukai kegiatan tersebut.

 

 

Namun suami merasa puas  melihat istrinya senang, gembira, dan bahagia ketika melakukan hobi tersebut. Karena kasih pulalah, seorang suami atau istri mendengarkan cerita dan keluhan pasangannya.

 

 

Apa pun yang kekasih inginkan, apalagi yang dibutuhkan, dari yang paling murah dan mudah, sampai sesuatu yang nilainya “tak ternilai”, yaitu dirinya sendiri (tubuhnya, pikirannya, atau bahkan nyawa sekalipun), akan diberikannya. Jika sesuatu yang diminta tersebut tidak dimiliki, dia akan mencarinya walaupun dengan risiko yang besar, seperti kematian.

 

 

Kekurangan yang dimiliki seorang suami justru menjadi sarana bagi istri untuk mengasihinya. Begitu juga sebaliknya, kekurangan yang dimiliki istri menjadi  sarana bagi suaminya untuk mengasihi sang istri.

 

 

Pastinya, sisi kewanitaan seorang istri yang tidak dimiliki seorang suami adalah sesuatu yang dibutuhkan dan menjadi harapan suami. Begitu juga sebaliknya, sisi kelelakian sang suami yang tidak dimiliki seorang istri adalah sesuatu yang dibutuhkan dan diharapkan oleh istri.

 

 

Tempat untuk berbagi. Begitulah istri bagi suami, juga suami bagi istri. Berbagi kesedihan, kesusahan, kegembiraan, serta kesenangan. Kesedihan seorang pemimpin organisasi jika diungkapkan kepada anggotanya dapat merusak motivasi kerja karena akan terbentuk imaji bahwa dia orang yang lemah.

 

 

Kesedihan hanya akan reda dan tidak dapat menyebabkan gangguan jika diungkapkan kepada kekasih tak berbatas tersebut.

 

 

Allah Swt. membuat perumpamaan sebuah pakaian. Istri adalah pakaian bagi suaminya dan juga suami pun pakaian bagi istrinya.

 

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka……..” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 187)

 

 

Perumpamaan itu mempunyai makna yang dalam. Pakaian mempunyai fungsi sebagai pelindung dari sengatan panas dan kecelakaan. Pakaian juga berfungsi untuk menutup aurat dan sebagai perhiasan.

 

 

Dengan pakaian, seseorang akan lebih enak dipandang. Namun, sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa, pakaian yang membawa ke arah ketakwaan.

 

 

Makna lain perumpamaan pakaian ini adalah kesesuaian. Fungsi pakaian tersebut tentu tidak akan tercapai apabila ukurannya tidak sesuai dengan tubuh si pemakai, apakah terlalu kecil ataupun terlalu besar.

 

 

BACA JUGA: Ini Pentingnya Suami Istri Memahami Seks Secara Medis dan Syariat

 

 

Pakaian berukuran lebih kecil dari si pemakai tentunya tidak akan dapat menutupi tubuh yang besar. Kalaupun dipaksakan, ada dua kemungkinan. Pertama, pakaian tersebut akan robek, atau kedua, si pemakai akan terjepit. Begitu juga tubuh yang kecil akan menderita bila pakaian yang dikenakan terlalu besar untuk tubuhnya.

 

Seseorang juga terlihat berwibawa karena pakaiannya yang rapi,bersih dan berdasi. Demikian juga seseorang terlihat sengsasara karena pakaiannya terlihat kotor,kumal, bau dan robek. Untuk itu sudah selayaknya suami istri bisa saling memberikan kebanggaan dan membuatnya saling dihormati. [ ]

 

Disarikan dari buku “ INSYA ALLAH SAKINAH” tulisan Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman