Cara Membangun Visi Rumah Tangga, Mulailah Dari Sini

0
137

 

PERCIKANIMAN.ID – – Sunnatullahnya seorang pria akan tertarik dengan lawan jenisnya yakni wanita. Jika naluri ketertarikan terhadap lawan jenis ditindaklanjuti ke gerbang pernikahan, sejoli ini bertanggung jawab memproses diri ke dalam perubahan cinta keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, (tenang tenteam, cinta dan kasih sayang), firman-Nya.

iklan

 

 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya, Dia menciptakan untuk kamu pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum  yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rum 30: 21)

 

 

Inilah pekerjaan rumah terbesar sepasang suami-istri. Banyak pasangan yang gagal membangun visi dan misi ini. Penyebabnya cukup banyak, bisa karena kurang ilmu agama, terbawa hawa nafsu, terlalu memuja fisik lahiriah sehingga mudah menatap lawan jenis, tidak orieantasi fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), tidak peduli suka duka pasangan, tertutup.

 

 

Belum lagi memiliki masa lalu yang kelam, tidak komunikatif, berbohong pada pasangan, anti kritikan, tidak mau mengoreksi diri, penuh dendam, sombong, iri hati, tidak bisa memaafkan pasangan, tidak menjadikan pasangan sebagai mediator dalam menemukan cinta Allah swt., tidak tahan ujian, kurangnya iman, terlena melupakan Allah swt., tidak menjadikan Rasulullah saw. sebagai figur dalam rumah tangga.

 

 

Sakinah mengandung makna ketenangan, lawan kata dari guncangan. Rumah juga dinamakan maskan adalah tempat untuk meraih ketenangan setelah sebelumnya seseorang boleh jadi mengalami guncangan di luar rumah.

 

 

Dalam Al Quran dikemukakan, ketenangan dalam bentuk kebersamaan, yaitu kebersamaan dengan Allah swt. merupakan faktor utama ketenangan, berkurangnya kesedihan, dan bertambahnya kegembiraan seseorang. Sakinah tidak datang begitu saja tetapi ada syaratnya.

 

 

Qalbu harus disiapkan dengan sifat sabar dan takwa. Berawal membersihkan qalbu dari segala sifat tercela, dengan mengakui dosa-dosa yang telah diperbuat, kemudian ‘memutuskan hubungan’ dengan masa lalu yang kelam, dengan penuh penyesalan dan melakukan pengawasan ketat terhadap diri menyangkut hal-hal yang akan dikerjakan di masa mendatang.

 

 

Sesudah itu disusul dengan mujahadah (perjuangan) melawan sifat-sifat tercela setiap bisikan dan ajakan, dan menggantinya dengan sifat-sifat yang terpuji, tak lepas selalu memohon bantuan Allah, meminta maaf pada pasangan, dan berharap ampunan Allah swt. Rasa cinta kasih mawadah dan rahmah pada pasangan akan  semakin teruji.

 

 

Indikator satu sama lain dapat menjadikan pasangannya mencapai soul mate (pasangan sejiwa) “…mereka itu adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (Q.S. Al Baqarah 2: 187). Idealnya cinta di antara mereka terekat erat saling melindungi, menutupi kelemahan masing-masing, bertemu sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan tidak dibatasi oleh apa pun.

 

 

BACA JUGA: Cara Membangunan Rumah Tangga Harmonis, Pilih 2 Tips Ini

 

 

Sejoli suami-istri saling memerlukan untuk mengungkapkan perasaan, pemikiran, dan isi hatinya. Mereka saling membantu untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan di dunia dan akhirat, membangun kekuatan dan kemampuan untuk mengatasi segala masalah kehidupan, bertanggung jawab terhadap pasangannya di hadapan Rabb Sang Pencipta. Subhanallah, alangkah indahnya.

 

 

Namun, jika tak dapat menikmatinya di dunia ini, tak usah putus harapan. Masih ada kehidupan berikutnya yang jauh lebih baik dan kekal. Contoh konkret yang bisa dijadikan pelajaran adalah kisah Asiah, istri Fir’aun, yang menderita di dunia, tapi kemudian mendapat kebahagiaan di akhirat.

 

Jadi bangunlah ketenangan dan keharmonisan rumah tangga dengan kebersamaan untuk mewujudkannya. Sebab, tidak mungkin ketenangan dan keharmonisan hanya dibangun dari satu sisi saja oleh suami atau cukup dari istri saja. Boleh dikata itu mustahil. [ ]

 

Disarikan dari buku “WANITA ANTARA CINTA dan KEINDAHAN” karya Sasa Esa Agustiana.

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman