Ciri Ibadah Diterima atau Di Tolak Allah, Perhatikan Yang Ini

Assalamu’alaykum Pak Aam, apa ciri-ciri seseorang yang ibadahnya diterima oleh Allah, atau sebaliknya apa ciri-ciri jika ibadahnya ditolak? (Herry via email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak Ibu dan saudara sekalian. Tentu kita semua berharap bahwa ibadah yang kita lakukan diterima dan mendapat ridho Allah Swt.

 

 

Tugas kita adalah ikhtiar dulu, bukan berbicara diterima atau ditolak. Ikhtiar seperti apa? Kita berusaha agar ibadah kita benar untuk sesuai sunnah Rasul.

 

 

Kalau kita sudah berusaha beribadah sesuai sunnah Rasul, lalu kita mantapkan keikhlasan kita, rumus agar ibadah diterima adalah ikhlas. Kita melakukan ibadah itu ingin berterimakasih pada Allah, menjadi kekasih Allah, dan ingin mendapat ridho Allah. Yang kedua, Rasul berkata,

 

 

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik dan Baihaqi)

 

 

 

Itu berarti ibadah kita harus sesuai sunnah Rasul. Jadi yg kedua, teknik pelaksanaannya harus sesuai dengan yang Rasul contohkan. Dalam sholat Nabi mengatakan,

 

 

 

Dan Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari)

 

 

Jadi bukan hanya rajin shalat, kita pun harus mengevaluasi shalat kita apakah sudah benar atau belum. Begitu juga dengan ibadah haji dan umrah, lakukan sesuai dengan yang Rasul ajarkan. Ini merujuk juga ke surat Al-Ahzab ayat 21,

 

 

Sungguh, pada diri Rasulullah itu ada suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan yakin akan kedatangan hari Kiamat serta banyak mengingat Allah.”

 

 

Disitu ada kata “teladan yang baik”, jadi kalau anda bertanya apa ciri diterimanya ibadah seseorang, pertama dia kudu ikhlas, lalu ibadahnya harus sesuai sunnah Rasul. Nah kebenaran diterima atau tidaknya sesungguhnya itu bukan lagi wilayah kita, itu wilayahnya Allah SWT, yang penting kita ikhtiar dulu.

 

 

BACA JUGA: Apakah Ciri-ciri Orang yang Mendapat Hidayah?

 

 

Ada orang yang ibadahnya salah, tapi karena ketidaktahuannya, walaupun sudah belajar tapi bab yang ia laksanakan belum ia dapatkan ilmunya, maka tentu saja Allah Maha Pemaaf. Tapi kalau kita tidak pernah belajar, hanya menganggap Islam itu sekedar keyakinan dan sholat lima waktu, tentu ini ada sesuatu yang kurang, karena Rasul mengatakan,

 

 

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan kepadanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Allah akan menumbuhkan semangat beragama padanya. Semangat beragama itu diawali dengan tafaqquh, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh. Belajar sekarang ini bisa dalam bentuk klasikal, bisa dalam bentuk membaca buku, bisa dalam bentuk digital, jadi segala bentuk fasilitas perlu kita akses.

 

 

Intinya kita harus terus belajar sehingga amalan ibadah yang kita lakukan sesuai dengan perintah Allah dan Rasul. Kita juga selalu memohon atau berdoa kepada Allah agar senantiasa membimbing kita, menerima ibadah kita dan memohon ampunan sekiranya ibadah kita terselip ketidakikhlasan secara tidak sengaja atau tidak kita sadari. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan ibadah khususnya bab shalat lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 854 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment