Suami Malas Shalat, Ini Yang Harus Dilakukan Istri

Assalamu’alaykum Pak Aam, suami saya belum shaleh. Kami sudah menikah selama 12 tahun. Suami masih malas sholat, katanya yang penting itu habluminannas nya bagus. Apakah benar seperti itu? Bagaimana cara menghadapi dan menasihatinya.Mohon nasihatnya ustadz. (R via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak Ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Memang ada orang yang sampai sekarang berpikiran bahwa yang penting itu menjadi orang baik. Ada yang berpikiran, untuk apa sholat kalau suka korupsi, menipu, dan sebagainya. Kenapa seperti itu? Karena mereka tidak memahami hakekat sholat.

 

 

Dan kita tidak bisa menutup mata, memang ada saja orang yang rajin sholat, puasa, dan sudah haji tapi bicaranya kasar, senang bergosip, bahkan memfitnah.

 

 

Nah, kita jangan menyalahkan sholat, puasa, dan hajinya, itu salah orangnya saja yang tidak bisa mengambil ruh dari sholat, puasa, hajinya.

 

 

Untuk suami anda, lebih kepada dia memang tidak mau sholat jadi dia mencari-cari alasan, orang yang sholat tapi buruk akhlak dan perangainya. Tentu kalau kita menyalahkan sholatnya, itu keliru.

 

 

Jadi suami anda hanya tidak mau sholat, jadi ia mencari pembenaran. Karena manusia itu makhluk yang suka mencari pembenaran. Tidak benar jika orang berperilaku buruk itu karena sholatnya.

 

Itu sebabnya, sholat kita harus berkualitas supaya mempengaruhi perilaku, ucapan dan sikap. Prinsip sholat yang benar itu, seperti dalam surat Al-Ankabut ayat 45,

 

 

“Sesungguhnya, salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

 

 

Jadi solat yang benar itu harus mencegah keburukan. Orang yang tadinya pelit, dengan sholat seharusnya jadi dermawan. Orang yang suka bergosip, dengan sholat seharusnya bisa mengajak pada kebaikan. Dan orang yang suka menghinakan orang, dengan sholatnya seharusnya ia bisa menjadi orang yang menghargai orang lain.

 

 

Itulah sholat yang ideal. Jadi kalau ada orang yang sudah sholat namun tetap berperilaku buruk, bukan salah sholatnya. Itu berarti orang tersebut tidak paham, tidak mengerti, dan tidak menghayati, dan boleh jadi cara sholatnya pun tidak benar, sehingga tidak berefek pada perilaku, ucapan, dan hatinya.

 

 

BACA JUGA: Bagaimana Menghadapi Suami Egois?

 

 

Jadi saran saya tetap beri nasihat pada suami atau ajaklah suami pergi ke tempat pengajian atau minta di antar. Anda juga bisa memberikan buku-buku tentang keutamaan shalat untuk dibaca suami. Jika Anda belum berhasil, boleh minta tolong pada saudara untuk mengajak beribadah khususnya shalat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait bahasan membangun rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah termasuk didalamnya bagaimana mengajak suami atau istri dalam kebaikan, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Didalamnya juga  ada tips dan trik bagaimana mengajak pasangan bersama-sama dalam ibadah, termasuk dalam ibadah shalat-shalat sunnah . Wallahu’alam Bishawab. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 1,045 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment