Shalat Khusus Hari Senin, Adakah Contoh Dari Rasul ?

 

 

Assala’amualaykum. Pak Aam, oleh saudara saya disarankan untuk rutin mengerjakan shalat sunnah khusus di hari Senin. Katanya pahalanya sama dengan seribu ahli ibadah. Benarkah demikian? Apakah ini dicontohkan Nabi? Mohon penjelasannya. ( Ibnu via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Masih ada pemahaman yang berkembang di masyarakat khsusunya kaum muslimin tentang beberapa amalan ibadah khususnya shalat seperti yang Anda tanyakan ini.

 

 

Menurut mereka shalat sunnah khusus hari Senin itu pada malam harinya (malam Senin), shalat dilakukan empat rakaat. Setiap rakaat membaca Al-Fātiĥah satu kali dan Al-Ikhlāś 10 kali kemudian istighfar tujuh kali.

 

 

Siang harinya melaksanakan shalat empat rakaat. Setiap rakaat membaca Al-Fātiĥah satu kali, ayat Kursi satu kali, Al-Ikhlāś satu kali, Al-Falaq satu kali, dan An-Nās satu kali. Setelah salam, beristighfar 10 kali dan shalawat kepada Nabi 10 kali.

 

 

Balasan shalat ini adalah pahala setinggat dengan seribu orang shiddiq, seribu tukang ibadah, dan seribu orang yang zuhud. Dia akan bernoktahkan cahaya yang berkelap-kelip permata, tidak akan lupa pada saat orang-orang lupa, dan dia akan menyeberang di shiratal mustaqim secara kilat.

 

 

Saya tegaskan bahwa sepanjang yang saya tahu dengan merujuk sumber-sumber yang shahih, shalat sunnah khusus hari Senin itu tidak ada contoh dari Rasul termasuk dari para sahabat. Dengan demikian praktik dan keyakinan tersebut bisa disebut sebagai amalan bid’ah atau mengada-ada.

 

 

Mungkin maksudnya baik yakni ingin menambahkan amal ibadah khususnya shalat. Namun perlu diketahui bahwa shalat itu baik waktu,tata cara,jumlah rakaatnya harus ada contoh dari Rasul. Perhatikan sabda Rasul :

 

َصَلُّوا كَمَا رَأَيتُمُوْنِي أُصَلِ

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR.Bukhari)

 

Hadits ini menjadi rujukkan bahwa shalat yang kita lakukan harus mencontoh atau ada contoh dari Rasul. Untuk itu mempelajari tata cara shalat dengan benar sesuai tuntunan Nabi hukumnya fardhu’ ain. Kewajiban setiap muslim untuk mempelajarinya.

 

 

Selain itu kita pun tidak boleh shalat secara asal-asalan. Kita harus shalat seperti yang dicontohkan Rasulullah. Kita tidak boleh mengurangi atau menambahkan sedikitpun gerakan yang bukan merupakan tuntunan Rasul, baik waktu atau jenis shalatnya.

 

 

BACA JUGA: Shalat Nikah, Apakah Ada Contohnya ? 

 

 

Sekali lagi apa yang Anda tanyakan yakni shalat sunnah khusus di hari Senin tidak ada contoh dari Rasul. Silakan shalat sunnah sesuai contoh Rasul, misalnya Tahajud, Dhuha , rawatib dan sebagainya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan ibadah atau shalat-shalat sunnah yang bisa menuntun kita ke surga, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT”. Didalamnya ada contoh dan penjelasannya serta dalil yang insya Allah shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 151 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment