Menyikapi Orangtua Pilih Kasih, Bagaimana Sebaiknya?

Assalamu’alaykum Pak Aam, saya punya teman, dia adalah anak pertama dan memiliki 2 adik. Bukan pemandangan yang baru bagi saya kalau orang tua teman saya itu pilih kasih. Semuanya berat pada anak yang kedua. Teman saya itu selalu minta saran pada orang lain, tapi jawabannya selalu sama, banyak yang bilang “itu cuma perasaan kamu aja”. Tapi kalau dilihat, memang benar orang tuanya itu pilih kasih, apa yang harus dilakukan? (Fendi via email)

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak Ibu dan sahabat -sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Hal yang paling enak kalau kita ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan adalah terima. Itu yang dikatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 155-157,

 

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali). Mereka itulah orang yang akan memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat perunjuk.”

 

 

Baca juga: Orang Tua Menganggap Dirinya Selalu Benar, Bolehkah Menentangnya?

 

Maksud dari “semua milik Allah dan kembali pada Allah” itu adalah menerima. Jika faktanya orangtua pilih kasih, maka terima saja dulu. Tapi bukannya orangtua pilih kasih itu adalah perilaku yang benar, Anda posisinya sebagai “korban” maka terima saja dulu. Nah sebagai orang tua, tentu ada hadist Nabi yang harus diperhatikan,

 

Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam hibah, sebagaimana kalian menginginkan mereka berlaku adil kepada kalian dalam berbakti dan berlemah lembut. ” (HR. Al-Baihaqi )

 

 

Ini mengandung makna, kita sebagai orang tua itu harus adil. Mungkin secara hati ada rasa berat ke salah satu anak, tapi secara lahiriah harus adil dan proporsional.

 

 

Tapi jika kita sebagai korban dari ketidakadilan orang tua, berbuat baik pada orang tua yang tidak baik itu pahalanya lebih besar daripada berbuat baik pada orang tua yang sudah baik. Yang namanya orang tua itu juga manusia, ada orang tua yang bijak, ada yang demokratis, penyayang dan perhatian.

 

 

Tapi ada juga orang tua yang tidak memberikan kesan indah pada anaknya. Semua orang tua itu sudah diberi jalannya masing-masing oleh Allah.

 

 

Nah kalau kita ditakdirkan memiliki orang tua yang tak seideal yang kita bayangkan, maka terima saja dulu. Kalau sudah bisa menerima, nantinya beban hidup Anda akan berkurang. Contoh sederhananya, jika Anda terkena macet maka terima saja maka Anda tidak akan lelah.

 

 

Tapi kalau Anda menggerutu anda akan kena lelahnya saja. Jadi ternyata untuk meringankan beban hidup itu, terima saja dulu. Dengan menerima, nantinya badan kita akan mengalami relaksasi, begitu relaksasi kita akan lebih mudah untuk beradaptasi.

 

Meski orangtua pilih kasih dan Anda merasa kasih sayang orangtua berbeda antara Anda dan saudara, Anda tidak boleh marah apalagi benci pada mereka. Anda tetap harus hormat dan sayang dengan mereka. Anda tidak boleh acuh atau membalas sikap pilih kasih tersebut dengan dengan hal buruk atau acuh dan benci kepada orangtua.

 

 

BACA JUGA: Orang Tua Menganggap Dirinya Selalu Benar, Bolehkah Menentangnya?

 

 

Berusahalah untuk senantiasa patuh dan hormat pada mereka. Tunjukkan sikap terbaik Anda bahwa Anda tetap memulikan orangtua Anda meski mereka memperlakukan Anda berbeda. Jangan lupa senantiasa berdoa semoga Allah membalikkan hatinya untuk seimbang dalam kasih sayang kepada putra putrinya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, bagi Anda atau mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian yang ingin tahu cara berbakti kepada orangtua khususnya ibu, silakan baca saya yang berjudul “MULIAKAN IBUMU“. Didalamnya ada beberapa contoh cara berbakti berikut dalilnya. Insya Allah buku ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi baik bagi anak maupun para orangtua. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 207 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment