Mertua Suka Mengadu Domba, Begini Cara Menghadapinya

Assalamu’alaykum Pak Aam, saya mau tanya, bagaimana menghadapi mertua yang suka bicara sembarangan? Menyumpah jika kami tidak mengikuti keinginannya. Maksud kami hanya ingin menunda keinginan mertua karena keinginannya bukan kebutuhan pokok. Seringkali mertua mengadu domba kami anak mantu satu dan lainnya. Selain itu mertua suka memuji setinggi langit tapi juga menjatuhkan ke jurang kehinaan jika melakukan sedikit saja kesalahan atau menyinggung mertua. Awalnya saya sering protes pada suami, suami membela orang tuanya, tapi beberapa bulan belakangan, suami pun kesal dan sempat membentak orang tuanya. Karena suami pun menyadari memang orang tuanya hanya membuat kesal saja. Bagaimana cara menghadapi hal seperti ini? Kami tetap ingin menghargai, menghormati dan membalas budi baik mertua kami. (Vanti via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Perlu dipahami bahwa kita hidup dimanapun ternyata tak selamanya sesuai dengan keinginan kita tetapi sesuai dengan kenyataan yang kita hadapi.

 

 

Hidup itu tak seperti yang kita inginkan tapi seperti yang kita jalani. Tiap orang punya mertua yang berbeda, ada yang mertuanya penuh pengertian, sangat sayang, dan membuat menantu-menantunya santun, hormat bahkan ada mantu yang rasanya dia lebih sayang pada mertuanya ketimbang ke orang tuanya sendiri.

 

 

Nah tapi ada juga mertua seperti yang Anda alami. Saat ini Anda ditakdirkan memiliki mertua yang seperti itu. Nah kalau Anda sudah tahu persis tabiat mertua Anda, ada rumus yang paling sederhana tapi susah dilakukan, yaitu terimalah apa adanya. Karena mau diapakan lagi?

 

Intinya mertua itu adalah orangtua kita juga meski tidak melahirkan atau membesarkan kita sejak kecil. Ia menjadi orangtua kita kerana hubungan pernikahan karena kita menikah dengan putra atau putrinya. Sikap kita kepada mertua tentu sama dengan sikap kepada orangtua kandung. Demikian adab dan perilaku kita. Coba simak perintah Allah dalam Alquran,

 

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).

 

Itulah sikap yang harus Anda tunjukkan kepada orangtua termasuk kepada mertua. Usahakan jangan membedakan sikap kepada orangtua dan mertua. Tunjukkan hormat, kasih sayang dan lemah lembut pada mertua.

 

 

Ini sama juga seperti orang yang tadinya tinggal di tempat yang sepi lalu pindah ke rumah yang dekat dengan jalan raya. Pasti awalnya akan terganggu dengan bisingnya kendaraan mobil atau motor. Maka yang perlu dilakukan adalah terima kalau rumahnya berada di pinggir jalan raya, lama kelamaan nanti akan terbiasa dan yang terjadi, suara bising itu jadi tidak berpengaruh lagi.

 

 

Jadi memang yang susah itu bagaimana anda menerima dulu, setelah menerima barulah beradaptasi. Jiwa kita harus menerima terlebih dahulu jika jiwa sudah menerima, tubuh akan menyesuaikan.

 

 

BACA JUGA: Mertua Non Muslim, Bagaimana Menantu Bersikap?

 

 

Jadi terima dulu bahwa mertua anda seperti itu. Begitu anda mau menerima keadaan dengan lapang hati, yang lainnya nanti akan mengikuti. Telinga, pikiran, dan hati anda akan menyesuaikan diri. Artinya dengan menerima, tidak akan membuat anda lelah. Makanya ketika kita ditimpa musibah, hal yang pertama kali kita ucapkan adalah innalillahi wa inna ilaihi rajiun (ya Allah, ini milikmu dan semua kembali padamu). Apa tujuannya?

 

 

Supaya jiwa kita menerima terlebih dahulu ujian tersebut, setelah itu beradaptasi. Saya mengerti memang pengaplikasiannya tidaklah mudah, tapi anda harus melatih itu supaya anda tidak lelah. Kemudian semua yang tidak enak itu anda nikmati, maka lama-kelamaan hal tersebut tidak akan ngaruh lagi, semuanya akan jadi hal biasa. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, bagi bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang ingin mengetahui lebih dalam pembahasan tentang berbakti kepada orangtua khususnya ibu, silakan baca buku saya yang berjudul,” MULIAKAN IBUMU” . dalam buku ini ada beberapa contoh cara berbakti yang disertai dalil yang shahih. Juga ada bahasan contoh ritual atau tradisi berbuat baik kepada orangtua khususnya ibu yang bukan dari ajaran Islam. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

964

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 480 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment