Karakter  Orang Munafik , Waspadai Ini Pada Diri Kita

PERCIKANIMAN.ID – – Secara esensial, sebenarnya nifak atau munafik merupakan bagian dari  bentuk kekafiran. Perilaku nifak adalah kekafiran yang terselubung. Pada dasarnya, orang munafik adalah mereka yang ingkar kepada Allah,  rasul-Nya, dan ajaran-ajaran yang dibawanya, walaupun secara lahiriah  memakai mengaku iman kepada Allah. Oleh karena itu—dalam Al-Quran—  kemunafikan dan perilakunya sering diidentifikasi dengan kufur.

 

Secara garis besar, nifak dibagi menjadi dua bagian besar. Pertama,  nifak i’tiqadi, yaitu kemunafikan  yang ada pada diri seseorang yang berupa pengingkaran terhadap hal-hal yang wajib diimani, misalnya tidak beriman kepada Allah,rasul-Nya, hari kiamat, danyanglainnya.Nifakjenisinidiindikasikan melalui firman-Nya,

 

Di antara manusia ada yang mengatakan, ’Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya;  dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan  mereka berdusta.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 8–10)

 

Kedua, nifak amali, yaitu kemunafikan yang dimunculkan oleh seseorang lewat amal perbutan. Nifak jenis ini diindikasikan oleh hadits Rasulullah Saw.,

 

Tanda-tanda munafik itu ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji diingkari, jika diberi amanah dikhianati.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Sedangkan Al-Quran dalam beberapa ayatnya menggambarkan beberapa karakteristik orang munafik, yaitu pengkhianat, pendusta, penipu, sekaligus  kafir. Ciri lainnya adalah berkepribadian goyah dan tidak memiliki pendirian  tetap, khususnya dalam hal akidah.

 

 

Orang-orang dengan kepribadian semacam ini selalu diliputi  kebimbangan, ketidakpastian, dan kegelisahan. Ketika berada dalam komunitas muslim, dia seolah-olah muslim yang baik. Sebaliknya, bila berada di tengah-tengah orang musyrik, mereka mengaku sebagai bagian dari mereka. Orang-orang seperti ini, dalam bahasa  dan pergaulan modern disebut orang oportunis.

 

 

Orang munafik sangat sukar membina persekutuan dan persahabatan dengan orang lain. Mereka sering mengkhianati atau mengorbankan teman sendiri. Pengkhianatan yang dilakukan oleh orang munafik itu berkaitan dengan sifat pribadinya sebagai pendusta.

 

 

Orang munafik adalah seorang pembohong. Kata-katanya tidak bisa dipercaya. Mereka memakai topeng untuk menutupi keadaan yang sebenarnya. Bahkan untuk meyakinkan orang lain, mereka tidak segan-segan mengobral sumpah.

 

 

Oleh karena itu, orang munafik sangat mengandalkankelicikan, tipuan,dan kepandaian bersilat lidah untuk mengambil serta mengelabui hati orang lain.

 

 

Ciri lainnya adalah ingkar janji. Tentu saja ciri ini berkaitan dengan dua ciri sebelumnya. Tidak mungkin akan ingkar janji, bila dia bukan pembohong dan pengkhianat. Janji memang mudah diucapkan, tetapi sering tidak ditepati.

 

 

Ciri lain dari orang munafik, sebagaimana diungkapkan Al-Quran adalah perbuatan-perbuatan yang dilakukannya selalu didasarkan pada riya dan ujub, bukan atas niat suci dan ikhlas. Hal ini menjadikannya tidak giat dalam beramal, Al-Quran menggambarkannya dengan ”melakukan malas-malasan”. Akibat lebih jauhnya adalah orang munafik menjadi manusia yang asosial.  Hal ini dijelaskan lewat firman-Nya,

 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali  sedikit sekali.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 142)

 

 

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.”  (Q.S. At-Taubah [9]: 54)

 

 

Ciri orang munafik lainnya adalah gemar membuat fitnah dan menyebarkan berita bohong dengan tujuan menjelek-jelekkan Islam dan umatnya. Hal ini biasanya ditempuh jika mereka tidak mampu berhadapan langsung dengan umat Islam.

 

 

Beberapa ciri tersebut cukup menggambarkan betapa kemunafikan itu sangat kotor dan berbahaya. Kita harus mewaspadainya dan selalu berdoa kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari sifat munafik. Begitu keji dan kotornya sifat munafik ini.

 

 

Ulama Rasyid Ridha menyatakan bahwa ruh orang munafik adalah sejahat-jahatnya ruh, jiwanya adalah seburuk-buruknya jiwa, serta akalnya adalah sekeji-kejinya akal. Disebabkan oleh ruh, jiwa, dan akal yang keji serta kotor itu, pantaslah kalau Tuhan menempatkan mereka kelak di dalam neraka yang paling jelek, yaitu di tingkat paling bawah,

 

 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 145)

 

 

Disarikan dari buku “Kunci Sukses Meraih Cinta Illahi” tulisan Dr.H.Aam Amiruddin,M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

Ilutrasi foto: pixabay

960

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 678 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment