Menikah Tanpa Cinta dan Terpaksa, Bagaimana Hukumnya?

Assalamu’alaykum Pak Aam, saya punya adik perempuan berumur 29 tahun lalu ia menikah karen merasa umur sudah tua, tapi dia tidak cinta pada suaminya. Ia menikah karena tekanan keluarga sebab usia. Sekarang kalau suaminya ingin berhubungan intim, dia suka nolak, ini bagaimana hukumnya? Mohon nasihatnya. (Toto via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Salah satu tujuan pernikahan atau berumah tangga adalah terciptanya kebahagian lahir batin dan tempat mencurahkan kasih sayang antara seorang pria dengan wanita yang tadinya haram menjadi halal. Coba perhatikan ayatnya yang sudah sering kita baca atau dengar,

 

 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” ( QS. Ar Rum: 21)

 

 

Jadi jelas menikah itu untuk untuk timbulnya perasaan tentram, damai dan bahagia.  Kemudian dalam pernikahan akan timbul hak dan kewajiban antara suami dan istri. Kewajiban suami menjadi hak istri dan kewajiban istri adalah hak suami. Termasuk salah satu kewajiban istri adalah melayani kebutuhan biologis suami.

 

 

Kebutuhan biologis atau hubungan suami istri memang bukan tujuan utama orang menikah. Namun hubungan suami istri yang baik akan menjadi salah satu faktor timbulnya keharmonisan dalam keluarga. Demikian juga sebaliknya.

 

 

Lalu bagaimana jika istri menolak ajak suami? Coba kita perhatikan haditsnya dari Abu Hurairah, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ

 

“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari )

 

Jadi selama istri sehat kemudian tidak ada halangan maka istri wajib memenuhi ajakan suami dan ia berdosa jika menolaknya. Seorang istri tentu saja boleh menolak ajaka suami untuk berhubungan intim selama ada udzur atau alasan syar’i misalnya dalam kondisi sakit parah, sedang puasa Ramadhan,sedang haid atau nifas.

 

 

Jika memang seperti itu keadaannya coba dipahamkan dulu adik Anda tersebut. Berikan nasihat tentang hak dan kewajiban seorang suami dan istri dalam rumah tangga. Diskusikan dan jika perlu libatkan keluarga Anda untuk menasihatinya dengan baik dan santun serta bijak sana.

 

 

Namun sekiranya tidak ada perubahan maka hemat saya lebih baik jangan diteruskan pernikahannya. Pernikahan demi status itu haram, kenapa? Karena hanya menyimpan dosa. Jika menikah hanya karena status karena sudah berumur. Apalagi sampai diajak berhubungan intim malah menolak. Ini justru dosa besar. Menurut saya lebih baik cerai, karena kasihan adik Anda hanya akan menumpuk dosa dan penderitaan saja. Dosa karena tidak melayani suami dan menderita karena tidak ada kebahagiaan dalam pernikahannya.

 

 

Menurut saya wanita menikah usia 29 tahun belum sepenuhnya dianggap tua atau terlambat. Masih ada wanita yang menikah diatas usia itu dan hidup bahagia bersama suami dan anak-anaknya. Jadi khususnya bagi adik Anda tidak perlu berkecil hati atau malu menikah diusia segitu. Tetap optimis bahwa Allah akan memberikan yang terbaik yang mungkin itu bukan pilihannya.

 

 

Ini juga sekaligus nasihat kepada sahabat-sahabat atau adik-adik sekalian, jangan menikah hanya karena ingin menutupi status karena itu justru akan menimbulkan dosa besar. Nah jika ada orang yang menikah untuk menutupi status namun ia tetap memenuhi kewajiban sebagai istri atau suami, itu baru tidak apa-apa.

 

 

Menikah adalah sunnah Rasul yang bernilai ibadah. Untuk itu sudah semestinya jika ibadah itu diniatkan dengan tulus dan ikhlas serta hanya mengharap ridho Allah. Ibadah juga harus maksimal, penuh semangat serta melakukan hal yang terbaik.

 

 

Menikah itu bukan sekedar untuk kesenangan dan kebutuhan duniawi atau berhenti pada urusan dunia saja melainkan ibadah yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat kelak. Rumah tangga atau keluarga adalah ladang untuk beramal shalih yang paling lama selama kita hidup.

 

 

BACA JUGA: Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Karena Ingin Tahajud, Bolehkah ? 

 

 

Jadi sekali lagi yang paling penting dalam kasus ini, jangan sekali-kali menikah hanya sekedar mencari status kemudian adik Anda mendzolimi pasangan hidupnya. Sekiranya masih bisa diperbaiki silakan namun sekiranya sudah tidak bisa maka dari pada seperti ini, lebih baik bercerai karena hanya akan menumpuk dosa dan maksiat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait bahasan membangun rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah termasuk didalamnya bagaimana mengajak suami atau istri dalam kebaikan, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Didalamnya juga  ada tips dan trik bagaimana mengajak pasangan bersama-sama dalam ibadah, termasuk dalam ibadah shalat-shalat sunnah  . Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 630 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment