Orang Tua Menganggap Dirinya Selalu Benar, Bolehkah Menentangnya?

Assalamu’alaykum Pak Aam, bagaimana caranya memaklumi orang tua yang menganggap kata-katanya selalu benar dan harus ditaati? Apakah sebagai anak harus taat kepada orangnya, karena orang tua selalu mengambil dalil ridho Allah itu atas ridho orang tua, mohon penjelasannya. (Tia via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Saya perlu jelaskan, memang ada keterangan yang mengatakan “ridho Allah itu bergantung pada ridho orang tua”, tapi orang tua yang mana dulu? Tentunya orang tua yang diridhoi Allah. Kalau orang tua yang dimurkai Allah tentu tidak berlaku. Kalau ada orang tua yang cerewet pada anak karena menyuruh shalat, dia berada dalam ridho Allah. Kalau anaknya menentang, berarti ia menolak ridho Allah. Tapi kalau orang tuanya yang salah, ya tidak berlaku ridho Allah itu bergantung pada ridho orang tua.

 

 

 

Jadi ini peringatan untuk kita para orang tua, apa yang dimaksud dengan ridho Allah bergantung pada ridho orang tua? Yaitu orang tua yang omongan dan perilakunya diridhoi Allah. Kalau omongan dan perilaku orang tua tersebut tidak diridhoi Allah, tentu hadist itu tidak berlaku. Maka dalam surat Lukman ayat 15 dikatakan,

 

 

 

Jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada ilmunya, janganlah kamu menaati keduanya. Tetapi, bergaullah secara baik dengan keduanya di dunia dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Lalu, akan kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

 

 

BACA JUGA: Anak Menasehati Orang Tua, Benar atau Salah?

 

 

Dalam ayat itu kita boleh membantah orang tua namun dengan cara yang sopan dan baik. Karena orang tua kita pun manusia, mungkin saja salah mungkin saja benar. Kecuali ketika mereka benar, wajib kita untuk taat, disitulah ridho Allah turun. Tapi kalau orang tua kita salah, tentu Allah pun murka, dan kalau kita taat pada orang tua yang salah, Allah juga murka pada kita. Jadi anda boleh menentang orang tua sekiranya perilaku dan pemikiran orang tua anda bertentangan dengan ajaran agama.

 

 

Intinya Anda sebagai anak harus tetap menghargai dan menghormati pendapat atau saran orangtua. Sampaikan dengan lemah lembut dan bijak sekiranya ada hal yang Anda tidak setuju. Beri argumen yang tidak bersifat atau terkesan menggurui. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, bagi mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian yang ingin mengetahui lebih dalam pembahasan tentang berbakti kepada orangtua khususnya ibu, silakan baca buku saya yang berjudul,” MULIAKAN IBUMU” . dalam buku ini ada beberapa contoh cara berbakti yang disertai dalil yang shahih. Juga ada bahasan contoh ritual atau tradisi berbuat baik kepada orangtua khususnya ibu yang bukan dari ajaran Islam. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 282 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment