Kista dan  Mioma Penyebab Kemandulan ? Ini Penjelasannya

PERCIKANIMAN.ID – – Infertilitas adalah suatu keadaan pasangan suami-istri yang sulit memperoleh anak. Secara medis ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang istri sulit atau bahkan tidak bisa hamil. Salah satunya disebabkan adanya kista ovarium dan dan miom. Benarkah keduanya menyebabkan kemandulan? Berikut penjelasannya

 

  1. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah penimbunan cairan abnormal dalam jaringan indung telur. Bila kista itu besar, jaringan indung telur akan tertekan dan terganggu fungsinya sehingga sulit menghasilkan telur.

 

Kista bisa terjadi di mana saja dalam organ tubuh wanita. Namun, yang paling sering tentu saja pada indung telur. Hal ini dikarenakan pada indung telur terjadi proses subur serta perkembangan dan pematangan telur yang juga merupakan suatu bentuk kelenjar. Selain pada indung telur, kista juga bisa terjadi di otak, hati, ginjal, dan sebagainya.

 

Kista di dalam saluran indung telur ini bermacam-macam. Ada kista yang berisi cairan jernih yang disebut dengan kista serosa. Ada kista yang berisi mulsin atau lendir yang disebut kista mulsinosa. Ada juga kista yang berisi jaringan-jaringan janin seperti gigi, rambut, tulang, yang disebut kista dermoid.

 

Yang terakhir adalah kista yang berisi darah mens yang berwarna cokelat atau endometriosis di indung telur. Kista cokelat ini dapat menimbulkan infeksi dan perlengketan-perlengketan sehingga sering mengakibatkan kemandulan.

 

Kista perlu dibedakan dengan telur subur. Kista dan telur subur akan tampak sama pada saat dilakukan satu kali pemeriksaan dengan menggunakan USG. Perbedaan antara keduanya akan tampak pada pemeriksaan serial. Telur subur akan berubah ukurannya dari hari ke hari dengan sangat cepat, dan biasanya setelah terjadi ovulasi atau telur suburnya pecah, bentuk bangunan mirip kista itu akan hilang. Mudahnya, kita bisa membedakan kalau telur subur tidak akan pernah lebih dari 6 cm (ukuran jeruk lemon). Jadi kalau bangunan tersebut lebih dari 6 cm, kemungkinan besar itu adalah kista.

 

Kista sendiri dibagi menjadi dua kelompok, non neo-plastik dan neo-plastik. Kista non neo-plastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan, sedangkan kista neo-plastik adalah jenis kista yang pada umumnya harus dioperasi. Namun, hal itu bergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak.

 

Oleh karena itu, kalau ada benjolan mirip kista, tunggu satu atau dua siklus dan lakukan USG lagi setelah menstruasi. Kalau kita lihat benjolan itu mengecil, itu adalah folikel (benjolan berisi cairan dalam indung telur) dan akan hilang sendiri. Kista biasanya tidak berubah karena tidak terpengaruh oleh hormon.

 

Kita jangan terlalu khawatir terhadap kista, serta tidak perlu langsung meminta operasi karena bisa saja kista dalam tubuh kita tergolong kista dorman atau kista yang “tidur”. Bisa saja kita mempunyai kista yang berukuran 6 cm seumur hidup, ukurannya tetap 6 cm saja sampai kita meninggal. Jadi, tidak usah cemas, kista seperti ini hanya perlu diawasi.

 

  1. Mioma

Mioma adalah benjolan atau tumor yang disebabkan sekelompok otot rahim yang membengkak akibat pengaruh hormon. Mioma dapat menimbulkan kesulitan hamil karena menekan atau menutup saluran telur, mengganggu penempelan janin bila ia jatuh di atas mioma.

 

Melalui USG, kita bisa melihat ada suatu benjolan yang biasanya berbentuk bulat, dengan gambaran bentuk-bentuk mirip konde atau kumparan pada otot. Sering terjadi pengapuran di sana dengan banyak terdapatnya endapan-endapan kapur.

 

Mioma biasa terlihat dengan batas pinggir benjolan yang tidak jelas. Istilah awamnya sering kita sebut mioma yang belum matang, sudah tumbuh benjolan tetapi belum terpisah atau lepas dari otot-otot di sekelilingnya.

 

Mioma berbentuk bulat licin, warnanya keputih-putihan dan biasanya lebih keras daripada jaringan di sekelilingnya. Mioma terlihat hampir sama seperti lemak, hanya lebih padat, bulat, dan permukaannya licin.

 

Tidak perlu cepat-cepat mengoperasi mioma, karena kalau belum sempurna terlepas dari sekelilingnya, melepaskan mioma akan sangat sulit. Mioma yang sudah matang batasnya jelas dengan lebih banyak perkapuran. Hal ini memudahkan pelepasannya pada waktu operasi.

Mioma hampir tidak pernah ada yang ganas. Yang menjadi permasalahan pada mioma adalah pembesarannya bisa mengubah letak rahim. Kalau letaknya di dinding depan rahim, kemungkinan rahim menjadi jatuh ke depan karena diganduli oleh mioma yang berat. Kalau jatuh ke depan dan cukup besar, ia akan menekan kandung kencing.

 

Akibatnya, terjadi gangguan pada proses buang air kecil. Penderita akan sering kencing sedikit-sedikit karena salurannya tertekan dan ini bisa menyebabkan infeksi karena kencingnya tidak lancar, bahkan tidak bisa dikeluarkan sama sekali. Kalau mioma terletak di belakang dinding rahim, ia akan menarik ke belakang rahim. Hal ini akan menyebabkan organ yang berada di belakang rahim yaitu usus, bagian alat cerna, atau rektum menjadi tertekan.

 

Akibatnya, akan terjadi gangguan berupa susah buang air besar. Mioma juga bisa berada di tengah-tengah dinding rahim. Hal ini menyebabkan perubahan besar, rahim serta rongga rahim ikut tertarik membesar. Karena rongga rahim tertarik membesar, lapisan endometrium menjadi lebih luas. Hal ini mengakibatkan perdarahan menstruasi menjadi lebih banyak, dan kadang mengakibatkan kekurangan darah sehingga harus dibantu dengan transfusi.

 

Mioma bisa mengganggu kesuburan. Jika mioma menekan saluran telur (tuba), saluran ini akan sering tersumbat sehingga tidak bisa terjadi kehamilan karena sperma tidak bisa masuk. Mioma bisa menyebabkan hamil di luar kandungan, karena masih ada lubang masuk untuk sperma dan terjadi pembuahan. Akan tetapi lubang tersebut tidak cukup lebar bagi sel telur yang telah dibuahi keluar dari tuba menuju rahim.

 

 

BACA JUGA: Tips Merawat Kulit Bagi Ibu Hamil

 

 

Mioma bisa mengganggu kesuburan jika banyak sekali terdapat pada endometrium. Mioma yang sangat padat dan permukaannya keras mengakibatkan janin sukar menempel membuat ari-ari. Ari-ari ini tidak bisa menembus mioma sehingga mudah tercabut. Hal ini menyebabkan keguguran.

 

Pada saat terjadi kehamilan, hormon estrogen meningkat cukup tinggi dan mengakibatkan rangsangan pertumbuhan sel-sel mioma meningkat secara signifikan. Jika mioma membesar pada waktu kehamilan, bisa menyebabkan tekanan pada kantong janin atau pada janin itu sendiri. Kalau mioma tumbuh sedemikian besar, dapat menyebabkan cacat bentuk janin karena tumbuh dalam suatu rongga yang abnormal yang bentuknya tertekan oleh mioma.

 

Beberapa kasus wanita atau istri yang sebelumnya mempunyai kista ovarium maupun miom setelah dilakukan operasi pengangkatan masih bisa hamil dan melahirkan dengan sehat. Semua tentu atas izin dan kehendak Allah. Jadi tetap optimis, ikhtiar dan berdoa. [ ]

5

Disarikan dari buku “KEHAMILAN YANG DIDAMBA, Ikhtiar Menggapai dan Merawat Kehamilan” karya dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG(K)., M.M. & Dr. H. Aam Amiruddin

952

Red: tami

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 495 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment