Ruginya Menukar Akhirat Dengan Kenikmatan Dunia

Tafsir Surat Al ‘Ala

Oleh: Dr.Aam Amiruddin,MSi*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Sebagian besar orang meyakini bahwa kehidupan dunia itu hanya sementara atau sebatas orang hidup. Selebihnya orang hidup di akhirat yang kekal.

 

Namun demikian masih saja ada orang yang rela mengejar kehidupan dunia dan meninggalkan akhirat. Kenikmatan hidup di akhirat yang kekal ditukar dengan harga ‘murah’ kehidupan dunia yang sementara atau fana ini.

 

Walaupun Allah swt. telah menjelaskan cara untuk menyucikan jiwa, namun tak sedikit manusia yang berpaling dari ajaran-ajaran-Nya. Mengapa? Karena ada di antara manusia yang lebih mengutamakan kehidupan duniawi, sebagaimana dijelaskan pada ayat berikutnya.

 

Tetapi kamu  memilih kehidupan duniawi.

 

Dalam bahasa Arab, Dunia diambil dari kata danaa artinya ”sesuatu yang dekat, sebentar atau sesaat”. Dikatakan demikian, karena memang kehidupan dunia itu sifatnya sebentar alias sesaat. Nikmat dunia itu hanya sebentar, begitu juga sakitnya dunia.

 

 

Namun sayang, tak jarang orang yang tertipu oleh ”sesuatu yang sesaat”, akhirnya dia halalkan segala cara untuk mendapatkannya, halal dan haram sudah tidak dihiraukan lagi, yang penting bagaimana bisa mendapatkannya. Inilah tipe manusia yang tertipu oleh dunia, tipe manusia yang disebutkan dalam ayat ini dengan ungkapan Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi.

 

 

Sesungguhnya kita tidak dilarang untuk menikmati dunia, selama kita mendapatkannya dengan cara yang halal dan benar menurut aturan-aturan Allah. Yang dilarang adalah kalau kita mendapatkannya dengan menginjak-nginjak ajaran Allah swt. Bahkan, ada ayat yang menyuruh agar kita menikmati kehidupan dunia, namun jangan lupa berbekal diri juga untuk kehidupan yang lebih abadi, yaitu akhirat.

 

 

”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu untuk negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari duniawi dan berbuatbaiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Al Qashash 28: 77).

 

Pada ayat berikutnya, Allah swt. Menegaskan, walau bagaimanapun akhirat itu lebih kekal daripada dunia.

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Allah terus mengingatkan kita pada kehidupan yang sesungguhnya, yakni kehidupan akhirat yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian. Namun sayang, sangat sedikit yang memahami akan kecintaan Allah ini.

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu.

 

(Yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

 

Peringatan ini bukan hanya termaktub dalam Al Quran saja, tetapi juga termaktub dalam kitab-kitab yang diturankan sebelum Al Quran, yaitu pada kitab Injil yang diturunkan pada Nabi Isa a.s., kitab Taurat yang diturunkan pada Nabi Daud a.s., bahkan tercantum dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang disampaikan pada Nabi Ibrahim a.s. Wallahu A’lam.

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

961

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 131 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment