Dzikrul Maut, Apakah Dibaca Saat Hendak Meninggal ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa yang dimaksud dengan dzikrul maut? Dzikir ini apa sama dengan meminta mati atau dipercepat kematian? Apakah dibaca saat hendak meninggal dunia?. Mohon penjelasannya dan terima kasih ( Yuni via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kita harus menyadari bahwa yang namanya kematian adalah peristiwa yang akan dialami oleh semua makhluk hidup termasuk manusia.  Namun yang tahu waktunya hanyalah Allah dan kematian adalah rahasia Allah semata. Dalam Alquran dengan jelas Allah kabarkan akan kematian atau maut ini,

 

 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS.Ali Imran:185).

 

 

Sebab kematian atau maut adalah sebuah kepastian, sementara nasib kita di akhirat belum atau tidak tahu apakah di surga atau di neraka maka setiap detik yang kita jalani dalam hidup ini memiliki tujuan, yaitu beramal untuk meraih kebahagiaan akhirat.

 

 

Sebelum menuju pintu akhirat, tentunya ada pintu akhir yang harus kita lewati terlebih dahulu, yaitu kematian. Kematian adalah titik akhir dalam menjalankan tugas kita sebagai hamba Allah, dan selanjutnya amal kita akan ditimbang lewat pengadilan Allah.

 

 

Agar selamat dari pengadilan-Nya, kita harus bersungguh-sungguh mengisi waktu dengan amal saleh. Salah satu motivasi kita untuk memperbanyak amal saleh yaitu dengan memperbanyak Dzikrul Maut (mengingat kematian). Oleh karena itu, Rasulullah tak henti mengingatkan kita agar selalu mengingat kematian,

 

 

Perbanyaklah mengingat pemusnah kelezatan yakni kematian (maut).” (H.R. Ibnu Majah)

 

 

Kemudian dalam hadits lain, Rasulullah pernah menceritakan kepada para sahabat tentang kejadian yang akan dialami oleh kita di alam kubur,

 

Andai kalian sering mengingat kematian, tentu kalian tidak sempat melakukan apa yang aku lihat ini. Perbanyaklah mengingat kematian, sebab setiap hari, kubur berkata, ‘Aku adalah rumah keterasingan, kesendirian, tanah liat, dan cacing.’ Apabila seorang hamba mukminin dikuburkan, kubur mengatakan kepadanya, ‘Selamat datang. Engkau adalah makhluk yang paling aku cintai yang pernah melintas di punggungku. Sekarang aku dapat berbuat apa saja padamu, maka engkau akan mengetahui apa yang aku perbuat padamu’” Rasulullah Saw. bersabda, “Lantas kuburannya diluaskan sejauh mata memandang dan dibukakan pintu surga untuknya.” Apabila hamba yang jahat atau kafir dikuburkan, kubur berkata kepadanya, “Tiada kata selamat datang untukmu. Engkau adalah makhluk paling kubenci yang pernah melintas di punggungku. Sekarang engkau dikuasakan padaku, maka engkau akan mengetahui apa yang akan aku perbuat terhadapmu.” Rasulullah Saw. bersabda, “Lantas kuburan mengimpitnya hingga tulang belulangnya berserakan.” Perawi berkata, Rasulullah Saw. memasukkan sebagian jarinya ke sela-sela jari yang lain, kemudian bersabda, “Allah menguasakan padanya tujuh puluh ular besar, andai salah satu meniup ke bumi, tentu bumi tidak dapat menumbuhkan apa pun selamanya. Kemudian ular-ular itu menggigitnya dan mengoyak-ngoyaknya hingga datang hari penghisaban.” Perawi berkata, kemudian Rasulullah Saw. menyambung sabdanya, “Kubur itu sebagian dari kebun surga atau sebagian dari jurang neraka.” (H.R. Tirmidzi).

 

 

Jadi yang dimaksud dengan dzikrul maut atau mengingat kematian itu bukan dzikir yang dibaca untuk meminta kematian atau mempercepat kematian atau dibaca saat menjelang kematian atau ajal. Melainkan mengingat bahwa kematian itu setiap saat akan menjemput sehingga kita senantiasa beramal shalih atau dalam ketaatan kepada Allah.

 

 

Karena kematian adalah rahasia Allah maka jangan sampai saat kematian itu datang atau menjemput kita dalam keadaan tidak taat kepada Allah, misalnya sedang maksiat. Betapa banyak dari berita yang kita lihat atau baca ada orang yang meninggal sedang maksiat, ada yang sedang minum minuman keras, ada yang sedang judi, zina dan sebagainya. Tentu kita ingin terhindar dari akhir hidup atau kematian yang buruk (su’ul khatimah).

 

 

Kita ingin dan harus berusaha agar kelak saat Allah memanggil, dalam ketaatan atau sedang beramal shalih atau meninggal dalam keadaan baik ( huznul khatimah). Ada orang yang meninggal saat sedang shalat, sedang adzan, sedang mengaji dan sebagainya.

 

 

Untuk itu dengan memperbanyak mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian maka kita senantiasa berusaha untuk berbuat baik dan amal shalih. Sebab, sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Kemudian tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu.

 

 

BACA JUGA: Tips Meraih Kematian Yang Huznul Khotimah 

 

 

Bahagia atau mempunyai perasaan senang tentu tidak dilarang, namun jangan sampai kebahagian itu melalaikan dari mengingat Allah atau mengingat kematian yang setiap saat menjemput. Punya harta tentu membahagiakan, punya jabatan atau kedudukan tentu bahagia dan sebagainya. Namun jangan sampai harta, jabatan dan kedudukan serta hal-hal lain yang membahagian itu melalaikan dari kematian dan mengingat Allah.

 

 

Gunakan jabatan,harta dan kedudukan itu sebagai jalan beramal shalih. Itulah salah satu ciri orang yang dzikrul maut atau mengingat kematian. Namun jangan pula sebaliknya, kematian adalah sebuah kepastian lantas berbuat atau bersikap pesimis. Buat apa kerja dan punya harta, toh ditinggal mati juga. Buat apa kekuasaan, jabatan, toh ditinggal mati juga. Ini adalah sikap pesimis atau putus asa, bukan ingat mati.

 

 

Orang yang ingat mati atau dzkirul maut maka ia akan menggunakan waktu dalam hidupnya adalah mengumpulkan bekal hidup di akhirat dengan amal shalih dan ketaatan kepada Allah. Sekiranya ia sakit dan tidak ada harapan sembuh lagi maka ia tetap optimis menjalani hari-harinya dengan amal shalih dan kebajikan lainnya. Ini orang yang melakukan dzikrul maut atau mengingat kematian dengan tepat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

850

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

 

(Visited 386 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment