Ruqyah Sendiri Dengan Air, Bolehkah ?

Assalamu’alaykum, Pak Aam saya mau tanya, dalam hukum Islam ruqyah dengan media air, didoakan oleh diri sendiri dan diminum, apakah itu diperbolehkan? (Wendi via email)

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Ruqyah itu artinya mengobati dengan doa. Sebenarnya kita tidak perlu kita memindahkan doa pada media air. Anda membaca Al-Qur’an saja sebenarnya sudah meruqyah diri sendiri. Karena dzikir itu membuat diri kita mempunyai kekuatan, lihat surat Al-Baqarah ayat 152,

 

 

Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan jangan kamu mengkufuri nikmat-Ku.

 

 

Jadi kalau kita selalu menggantungkan diri pada Allah, maka Allah akan melindungi kita. Baca Quran saja sudah meruqyah diri sendiri, jadi tidak perlu diruqyah oleh orang lain, apalagi datang ke tempat-tempat ruqyah.

 

 

Jika orang lain yang meruqyah, tingkat keikhlasannya akan berbeda dengan diri kita. Rasulullah pernah mencontohkan setiap sebelum tidur untuk membaca surat An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas tiupkan ke telapak tangan lalu diusapkan ke badan, itu merupakan bagian dari ruqyah dan itu merupakan hadist shahih.

 

 

Jadi menurut saya sebenarnya tidak perlu kita diruqyah oleh orang lain. Dikhawatirkan jika diruqyah oleh orang lain, bukannya jin itu keluar tapi malah menetap. Jadi cukuplah ruqyah oleh diri sendiri, karena itu merupakan doa, berlindung diri dari jin kafir yang mengganggu kita.

 

 

Kita harus sadar bahwa Allah telah menciptakan makhluk gaib, dan ciri orang bertakwa adalah beriman pada hal gaib. Berbicara masalah gaib, yang gaib itu ada tiga, ada peristiwa gaib, makhluk gaib, dan alam gaib.

 

 

Dalam hal ini, makhluk gaib itu ada dua, yaitu jin dan malaikat, kenapa dikatakan makhluk gaib? Dalam surat Al-Kahfi jelas sekali dikatakan bahwa, “Sesungguhnya jin itu bisa melihat kamu, dari arah dimana kamu tidak bisa melihat mereka.”

 

 

Malaikat termasuk makhluk gaib, karena kita tidak bisa melihat mereka tapi mereka bisa melihat kita. Dalam surat Al-Kahfi ayat 50, Allah berfirman,

 

 

Ingatlah, ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Mereka pun bersujud kecuali iblik. Ia dari golongan jin yang membangkang perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan ia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Iblis itu sangat buruk jika dijadikan sebagai pengganti Allah bagi orang zalim?

 

 

Ini ayat yang menggambarkan bahwa ada makhluk yang dinamakan jin. Lebih jelas lagi dalam surat jin dikatakan, “Diantara kami ada yang sholeh, diantara kami pula ada yang tidak sholeh, kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”

 

 

Nah, jin yang tidak sholeh, dia berkolaborasi dengan manusia yang tidak sholeh juga. Masih di surat Jin ayat 6, “Ada manusia yang meminta pertolongan pada jin, dan itu semakin menambah dosa.” Siapa yang bekerja sama dengan jin? Yaitu dukun yang jahat bekerjasama dengan jin yang jahat.

 

BACA JUGA: Bagaimana Ruqyah yang Benar itu? Begini Caranya 

 

Merujuk pada ayat tersebut, sangat mungkin ada orang yang diganggu oleh jin yang jahat. Lalu kalau diganggu oleh jin jahat, maka dekatkanlah diri kepada Allah. Karena dengan mendekatkan diri pada Allah, tak ada jin apapun yang mencelakakan diri kita.

 

 

Kemudian ada yang mengatakan kalau ada jin yang mengganggu diri kita maka diruqyah, tapi sebenarnya tidak perlu kita diruqyah oleh orang lain, karena Rasul pun sudah mencontohkan cara meruqyah diri sendiri dengan membaca surat An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas sebelum tidur.

 

 

Atau dalam riwayat lain juga kita bisa membaca ayat kursi jika mengalami gangguan jin. Jadi cukuplah dengan mendekatkan diri pada Allah dengan membaca ayat-ayat qur’an, itu pun sudah dinamakan ruqyah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah,terkait dengan pembahasa tentang dunia jin, cara jin menggoda manusia termasuk ruqyah, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul ” MENELANJANGI STRATEGI JIN “. Ada pembahasan lebih dalam dan lengkap dengan dalil dari Alquran dan hadits shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

967

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 1,391 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment