Hukum Memakai Baju Tanda Salib, Apakah Shalatnya Sah ?

Muslim Brazil

 

Asslamu’alaykum. Pak Aam, maaf mau bertanya tentang hukum memakai baju ada lambing agama lain ( salib) untuk shalat. Menurut teman saya katanya shalatnya tidak sah sebab ada symbol agama lain. Benarkah demikian? Mohon penjelasnnya. ( Andre via fb)

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Salah satu syarat sahnya shalat adalah bersih dari najis dan hadats baik baik hadats kecil maupun besar. Untuk itu sebelum shalat diwajibkan untuk wudhu atau tayamum untuk menghilangkan hadats kecil dan mandi wajib (besar) sekiranya mempunyai hadats besar.

 

 

Demikian juga untuk pakain dan tempat shalat harus bersih dari najis.  Dalilnya  seperti hadis yang disampaikan dari Abu Said Al-Khudri, bahwa suatu ketika,

 

 

Rasul melepas sendalnya ketika beliau shalat. Para shahabat yang bermakmum di belakang beliau pun ikut-ikutan melepas sendal mereka. Setelah selesai shalat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang menyebabkan kalian melepaskan sendal kalian?” Mereka menjawab, “Kami melihat Anda melepas sandal, sehingga kami pun mengikutinya.” Kemudian, beliau menjelaskan, “Sesungguhnya, Jibril mendatangiku dan memberitahukan padaku bahwa di kedua sendalku ada najis.  Kemudian beliau pun melepas kedua sendalnya.” (HR. Abu Daud yang  dinilai shahih oleh Al-Albani)

 

 

Atas hal ini mayoritas ulama sepakat bahwa pakain dan tempat shalat harus bersih dari najis. Meski ada beberapa ulama yang masih membolehkan shalat dengan pakaian najis karena darurat, misalnya tidak ada pakaian ganti, kalau dibuka maka akan terbuka auratnya atau kalau tidak shalat saat itu maka ia akan kehilangan waktu shalat , dalam perjalanan jauh misalnya.

 

 

Nah, tekait pertanyaan Anda, sahkah shalat dengan baju ada lambang salibnya? . Menurut hemat saya, selama baju Anda bersih dari najis tentu shalat Anda sah. Anda memakai baju yang ada lambang salibnya tidak bermaksud mengibadahi lambang atau symbol tersebut. Itu hanya pakaian saja.

 

 

Namun sebagai seorang muslim tentu Anda dan kita semua seharusnya bangga dengan status muslim. Mungkin ada anggapan apa yang Anda lakukan tidak etis, dimana shalat yang merupakan symbol seorang muslim namun ada symbol agama lain dalam ibadah Anda yakni baju Anda.

 

 

Tentu kita menghargai pendapat demikian dan alangkah baiknya sewaktu shalat, selain memakai pakaian atau baju yang bersih dari najis juga rapi, sopan dan menghindari hal-hal yang bisa mengganggu kekhusyukan shalat, misalnya tulisan, gambar dan sebagainya.

 

 

Shalat selain sebagai ritual ibadah juga sarana dakwah dan syiar Islam. Banyak orang yang mendapat hidayah dan tergerak hatinya disebabkan melihat orang melaksanakan shalat dan pergi berjamaah ke masjid.

 

 

Jadi sekali lagi sebagai muslim kita harus bangga dengan kemuslimannya yang kita sandang, termasuk dengan symbol atau lambing-lambang keislaman. Jangan sebaliknya sebagai muslim justru malah bangga dengan symbol agama lain. Dalam sebuah hadits yang sering kita dengar, Rasul berpesan,

 

 

BACA JUGA: 20 Tahun Tidak Shalat, Apakah Harus Diqodho ?

 

 

Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang yang sempit sekalipun (dhob), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi? ” (HR. Muslim).

 

 

Pesan Rasul ini bisa kita maknai bahwa mengikuti golongan, kelompok atau agama lain (non Islam) itu tidak langsung. Melainkan dengan mengikuti sedikit demi sedikit kebiasaan mereka, gaya hidup, cara makan minum, cara berpakaian dan budaya atau tradisi lainnya. Semoga kita tetap diberikan keistiqomahan dalam Islam. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: ap

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

 

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 318 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment