Ibu Hamil Perlu Yang Terbaik di 1000 Hari Pertama Kehidupan Bayi

 

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam ayat Al Quran, Allah SWT telah memerintahkan apa yang kita makan haruslah baik dan halal ( halalan thayyiban). Dalalm Alquran dijelaskan,

 

 

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik, dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu telah beriman kepadaNya”.(QS.Al-Maidah 88).

 

 

Hal ini pun berlaku mutlak bagi ibu yang sedang hamil. Makanan yang bergizi tinggi sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandungnya. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan pemenuhan gizi di awal kehidupan seseorang akan menentukan kualitas kesehatannya di kemudian hari.

 

 

Kajian ilmiah yang dimuat pernah dalam jurnal The Lancet menunjukkan betapa penting makanan terbaik bagi anak khususnya pada 1.000 hari pertama. Seribu hari di sini adalah seribu hari pertama kehidupan, yaitu 270 selama masa di dalam kandungan dan 730 hari selama masa 2 tahun pertama pascalahir.

 

 

 

Mengapa penting? Ini adalah masa pertumbuhan dan perkembangan seluruh organ dan sistem tubuh. Pada saat dilahirkan, bayi mempunyai organ yang hampir semuanya telah selesai dibentuk diikuti dengan perkembangan setelah lahir.

 

 

Pertumbuhan dan perkembangan ini memerlukan asupan gizi dari ibu, baik yang dikonsumsi ibu maupun yang berasal dari simpanan dalam tubuh ibu. Bila pasokan gizi dari ibu ke bayi kurang, bayi akan melakukan penyesuaian, karena bayi bersifat plastis (mudah menyesuaikan diri).

 

 

Penyesuaian tersebut bisa melalui pengurangan jumlah sel dan pengecilan ukuran organ dan tubuh yang lebih kecil, agar sesuai dengan terbatasnya asupan gizi. Sayangnya sekali berubah, bersifat permanen, atinya bila perbaikan gizi dilakukan setelah melewati kurun seribu pertama kehidupan, maka efek perbaikannya kecil, sebaliknya bila dilakukan pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan, terutama di dalam kandungan, maka efek perbaikannya bermakna.

 

 

BACA JUGA: Tips Merawat Kulit Bagi Ibu Hamil

 

Perubahan permanen inilah yang menimbulkan masalah jangka panjang. Mereka yang mengalami kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, mempunyai beberapa risiko di antaranya terkena penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, jantung dan gangguan ginjal ; hambatan pertumbuhan kognitif, sehingga kurang cerdas dan kompetitif; dan gangguan pertumbuhan tinggi badan, sehingga berisiko pendek.

 

 

Keadaan ini tidak hanya bersifat antar-generasi (dari ibu ke anak) tetapi bersifat trans-generasi (dari nenek ke cucunya). Sehingga diperkirakan dampaknya mempunyai kurun waktu 100 tahun. Artinya, risiko tersebut berasal dari masalah yang terjadi sekitar 100 tahun yang lalu, dan dampaknya akan berkelanjutan pada 100 tahun berikutnya. [ Diolah dari berbabagi sumber]

5

Red: candra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 66 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment