Cara Memilih Pemimpin Dalam Islam, Bolehkan Memilih Wakil Yang Non Muslim?

pemimpin

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saat pemilukada berlangsung banyak calon yang berkoalisi atau berpasangan antara muslim dan non muslim. Apakah boleh kita memilih calon pemimpin yang wakilnya seorang non-muslim? Mohon penjelasannya ( Din via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebenarnya terkait memilih pemimpin atau kepemimpinan dalam Islam sudah sering kita bahas dan sudah jelas bahwa pemimpin dalam Islam itu sangat penting baik dalam lingkup keluarga, kelompok, masyarakat hingga Negara. Dimana Islam telah mengaturnya dengan tegas, misalnya dalam hadits dari Abu Hurairah dimana Rasul bersabda,

 

 

 “Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya.” (HR Abu Dawud).

 

 

Hadits ini menegaskan bahwa dalam lingkup terkecil saja seorang pemimpin itu harus ada. Nah, dalam kondisi kekinian khususnya pemimpin dalam skala yang lebih besar baik tingkat daerah atau wilayah sebelumnya perlu kita sepakati apakah posisi wakil memiliki posisi yang juga strategis.

 

 

 

Meski posisinya pada wakil namun terkadang juga mempunyai peran pada kebijakan-kebijakan publik yang menentukan kepentingan rakyat banyak khususnya ummat Islam. Untuk itu  beberapa ulama menganggap memilih wakil mempunyai hukum yang sama dengan memilih yang diwakilinya. Sebab hal ini bisa dianggap satu paket. Artinya misalnya calon gubernur atau calon walikota satu paket dengan wakilnya.

 

 

 

Ada sejumlah dalil Alquran dan hadits dengan jelas mengisyaratkan pentingnya seorang muslim mendahulukan pempimpin dari kalangan muslim juga. Diantaranya Allah Swt berfirman,

 

 

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin mu (teman setia ); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Al-Maidah : 51)

 

 

Kemudian dalam ayat yang lain juga ditegaskan akan hal memilih pemimpin,

Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang beriman. Siapa pun yang berbuat demikian, maka ia tidak akan memperoleh pertolongan dari Allah, kecuali karena siasat untuk menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Allah memperingatkan kamu akan siksa-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali.” ( QS. Ali Imran: 28)

 

 

 

Jadi jelas, sekiranya ada calon dari kalangan orang muslim dan dari kalangan non muslim maka kita harus mendahulukan yang muslim. Lalu bagaimana jika misalnya wakilnya dari non muslim semua? Atau calon non muslim sementara wakilnya dari muslim? .

 

BACA JUGA: Pemimpin Amanah Dambaan Ummat

 

Memang ini tentu menjadi pilihan sulit dan berat untuk menentukan. Untuk hal ini maka menurut para ulama adalah dengan melihat atau memandang mana yang lebih ringan mudharatnya.

 

 

 

Demikian juga kalau sekiranya semua pasangan dari kalangan muslim maka pilih yang kira-kira banyak manfaatnya dan sedikit mudharatnya. Perhatikan juga tentang pengamalan keislamannya, akhlaknya dan hal-hal yang sifatnya dhahir atau terlihat saja. Sebab soal hati itu bukan urusan kita yang menilai.

 

 

 

Dalam memilih pemimpin, jangan lupa berdoa dan meminta pentunjuk Allah. Setiap calon pasangan pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan boleh jadi berbeda namun kita harus tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan tidak boleh berpecah apalagi bermusuhan hanya karena beda pilihan. Gunakan hak pilih secara cerdas dan dewasa. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

950

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 603 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment