Masjid Dekat Rumah Ada Kajian, Namun Memilih Yang Jauh. Bagaimana Hukumnya ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa benar kalau kita ibadah dalam hal ini mencari ilmu atau pengajian terus melangkahi masjid depan rumah itu tidak boleh ?. Padahal rumah saya depan masjid sehingga saya suka diomongin kalau datang ke kajian yang jauh. Mohon penjelasannya ( Elza via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam. ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ada banyak keutamaan bagi orang yang berilmu dan menuntut ilmu. Dalam sebuah hadits Rasul menegaskan bahwa orang yang mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga,

 

 

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

 

 

Dalam ayat yang lain Allah juga memberikan predikat atau kedudukan tersendiri orang yang berilmu dengan yang tidak,

 

 

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( QS.Al Mujadalah: 11)

 

Kemudian pentingnya ilmu dalam ibadah adalah sebagai landasan dalam beramal, sebab amal yang tidak ada dasarnya atau contoh dari Rasul akan tertolak khususnya dalam ibadah maghdhoh seperti shalat misalnya

 

 

Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu atau pengetahuan khususnya tentang Islam baik dalam urusan ibadah, muamalah dan syariah-syariah yang lainnya adalah dengan mengdatangi majelis ilmu atau majelis taklim atau kajian. Tentu seperti yang Anda lakukan adalah baik yakni aktif atau rajin mendatangi kajian atau majelis ilmu.

 

 

Namun menurut hemat saya, kalau di masjid depan rumah Anda sedang ada pengajian, maka alangkah lebih baiknya bila Anda datang ke pengajian tersebut. Selama kajiannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri maka Anda baiknya juga bisa ikut.

 

 

Tapi,ini bukan berarti melarang Anda untuk belajar ke tempat lain. Tidak ada larangan seperti itu. Apalagi jika yang mengadakan kajian itu teman-teman atau tetangga Anda tentu akan menambahkan keakraban dan saling kenal satu sama yang lain.

 

 

Bila Anda itu hanya belajar dari satu sumber saja, maka yakin ilmu Anda tidak akan berkembang. Sebagai contoh, anda punya seorang guru yang punya ilmu 7, maka anda mungkin hanya akan mendapatkan 4 atau 5 ilmunya saja. Anda tidak akan berkembang. Tapi kalau Anda punya banyak guru, ulama dan anda mengambil ilmu dari masing-masing guru, maka Anda dapat mengembangkan pengetahuan yang Anda punya.

 

 

Semakin banyak referensi ulama atau ustadz tentu akan semakin menambah khazanah keislaman Anda. Anda bisa bersikap dengan bijak dalam beberapa masalah dan tidak mudah menyalahkan orang lain serta menganggap Anda atau tempat kajian Anda yang paling benar.

 

 

Nah, sikap yang bijaksana dan berpengatahuan yang luas akan membuat Anda lebih arif dalam mensikapi permasalahan atau perbedaan yang ada dalam masyarakat. Tentu ini bisa Anda dapat dengan belajar pada banyak ulama atau guru.

 

 

Jadi, belajar Islam itu bisa dimana saja, tidak harus selalu di masjid terdekat. Asalkan materi sesuai dengan Quran dan Sunnah serta narasumbernya kompoten. Yang menjadi masalah itu kalau Anda tidak pernah sama sekali datang ke pengajian yang ada di masjid dekat rumah Anda. Walaupun, mungkin itu terkendala selera atau materi yang dibahas di pengajian tersebut. Bisa jadi materinya sudah Anda pahami.

 

 

Namun sekali lagi menurut hemat saya, Anda perlu datang sesekali sebagai salah satu bentuk ukhuwah dan menjalin silaturahmi dengan tetangga atau kaum muslimin di sekitar masjid Anda. Menjalin silaturahmi dan ukhuwah islamiyah juga penting untuk dilakukan selain menuntut ilmu atau thalabulilmi.

 

 

BACA JUGA: Mencari Ilmu atau Beramal Dulu ?

 

Sederhananya, Islam tidak mempersulit kita untuk mencari ilmu dan tidak pernah melarang kita melewati masjid di dekat tempat kita tinggal. Islam itu mengajarkan untuk mencari ilmu dimanapun dan kemanapun.

 

 

Namun perlu diingat dan dipahami juga bahwa setelah mempunyai ilmu atau mempelajari ilmu maka yang terpenting adalah mengamalkannya. Jangan sampai belajar atau mencari ilmu hanya sekedar ingin tahu saja dan enggan mengamalkannya. Atas orang yang enggan mengamalkan ilmunya maka Allah akan marah,

 

 

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang kalian sendiri tidak mengerjakannya. Sungguh besar murka Allah atas perkataan kalian terhadap sesuatu yang kalian sendiri tidak kerjakan.” (QS. Ash Shaff: 2-3)

 

 

Jadi menuntut atau mencari ilmu itu penting namun mengamalkan ilmu atau pengetahuan sesuai kemampuan juga lebih penting. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: facebook

974

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 673 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment