Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal Dengan Qadha Puasa, Boleh atau Terlarang ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bolehkan kita menggabungkan dua niat dalam satu ibadah, misalnya niat puasa Syawal dengan Qadho Ramadhan? Dan mana yang harus kita dahulukan, puasa Syawal atau Qadho Ramadhan? Mohon penjelasannya. (Debby via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Terkait yang Anda tanyakan dan mungkin menjadi pertanyaan pembaca yang lain bahwa mayoritas para ulama menegaskan  tidak boleh menggabungkan dua niat dalam satu amalan antara yang wajib dengan sunnah termasuk melakukan niat puasa sunnah khususnya puasa Syawal dengan niat mengqadho Ramadhan sekaligus.

 

 

Salah satu alasannya karena dua puasa ini mempunyai kedudukan yang berbeda dimana puasa Syawal hukumnya sunnah  dan qadho Ramadhan hukumnya wajib. Hal ini seperti dijelaskan dalam rangkaian tentang perintah puasa Ramadhan seperti dalam surat Al Baqarah,

 

 

“…..Jika tidak berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan, kamu wajib menggantinya pada hari lain sebanyak hari yang ditinggalkannya itu…. ( QS.Al Baqarah:185)

 

 

Hal ini sangat jelas bahwa kedudukan qadho Ramadhan atau mengganti puasa Ramadhan adalah hukumnya wajib. Meski tidak disebutkan secara jelas tentang waktu mengqadhonya. Sementara puasa sunnah enam hari di bulan Syawal hanya dilakukan selama bulan Syawal saja.

 

 

 

Dalam fatwanya para ulama juga menegaskan bahwa orang yang melaksanakan puasa wajib, baik qadha ramadhan, puasa kaffarah, atau puasa lainnya, tidak sah untuk digabungkan niatnya dengan puasa sunah. Karena masing-masing, baik puasa wajib maupun puasa sunah, keduanya adalah ibadah yang harus dikerjakan sendiri-sendiri. Sebab puasa sunah bukan turunan dari puasa wajib. Dengan demikian tidak boleh digabungkan niatnya dalam satu amalan. Silakan dibaca dalam Fatawa Syabakah Islamiyah.

 

 

 

Contoh yang lain bisa diibaratkan seperti menggabungkan antara  shalat qobliyah Shubuh dengan shalat Shubuh meski keduanya sama-sama dua rakaat. Ini contoh dan kaedah yang mesti dipahami oleh kita semua. Perlu dipahami juga bahwa puasa wajib hendaknya lebih dilakukan dari yang sunnah sebab ibadah wajib tentu pahalanya lebih utama atau afdhol dari yang sunnah.

 

 

 

Untuk menjawab pertanyaan Anda selajutnya, mana yang lebih utama atau yang harus didahulukan? Puasa Syawal atau Qadho Ramadhan? Silakan baca penjelasannya disini,

 

BACA JUGA: Puasa Syawal atau Qadho Ramadhan Dulu, Mana Yang Lebih Utama?

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 2,380 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment