Saat Ramadhan Baiknya Mengkaji Atau Mengaji Alquran ?

baca quran

Assalamu’alaikum. Pak Ustadz, maaf mau bertanya. Mana yang harus lebih diutamakan saat Ramadhan, mengkaji isi Al-Quran atau membaca (tilawah) atau mengaji Al-Quran? Terima kasih. ( Alvin via fb)

 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu dua hal yang Anda tanyakan tersebut saling berhubungan atau berkesinambungan dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Ada baiknya kita pahami dulu antara mengaji ( membaca) dan membaca Alquran.

 

Pertama, mengaji atau membaca Alquran

 

Dalam Alquran banyak kita temukan tentang perintah Allah untuk membaca Alquran dalam hal ini mushafnya. Membaca Alquran bisa dimaknaik dengan membaca ayat perayat atau membaca bisa juga dimaknai dengan membaca ayat-ayat Allah di alam semesta ini.

 

Perintah membaca Alquran dapat kita temui, misalnya

 

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Allah telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha­mulia,” ( QS.Al Alaq: 1-3)

 

Menurut para ulama atau khususnya para ahli tafsir bahwa perintah membaca tersebut adalah membaca Alquran yang telah diturunkan Allah kepada manusia. Meski beberapa ulama menyebutkan bahwa perintah membaca ini bersifat umum artinya membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam penciptaan bumi, langit dan isinya.

 

Kemudian ayat lain Allah memerintahkan kita untuk membaca Alquran,

 

dan bacalah Al Qur’an dengan tartil” (QS. Al Muzammil: 4)

 

Berikutnya dalam hadits juga dikabarkan tentang pahala orang yang membaca Alqura,

 

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan masih banyak lagi ayat Quran maupun hadits yang secara langsung memerintkan kepada kita untuk membaca Alquran.

 

Kedua, mengkaji dan mentadaburi Alquran.

 

Alquran adalah sumber ilmu pengetahuan baik di masa lalu maupun masa yang akan datang. Dengan mengkaji Alquran maka akan didapat ilmu pengetahuan dan teknologi. Alquran berbicara atau menjelaskan tentang ilmu bumi,laut, bintang hingga angkasa raya.

 

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang…. (QS.Al Mulk: 5)

 

Dari ini kemudian muncullah ilmu astronomi atau perbintangan .

 

“Allah menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar menu­rut waktu yang telah ditentukan.” ( QS. Ar Ra’ad: 2)

Dari ayat ini kemudian mucul ilmu fisika dan masih banyak lagi.

 

Kemudian kita juga diperintahkan untuk mentadaburi atau merenungi ayat-ayat Alquran sebagai tanda kebesaran Allah.

 

 

Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran (yang baik)” (QS. Shad: 29)

 

Jadi inti dari perintah membaca Al-Quran adalah mengamalkan yang telah kita baca. Namun untuk sampai pada pengamalan Al-Quran tersebut, ada tahapannya.

 

 

Pertama, qiraah yaitu membaca teks ayat demi ayat yang terdapat dalam mushaf.

 

Kedua, tilawah yaitu memahami maksud dari ayat demi ayat yang kita baca sekurang-kurangnya dengan membaca terjemahan dari ayat yang kita baca. Lebih baik jika tahap kedua ini dilengkapi dengan kitab tafsir yang ada.

 

 

Ketiga, tadabbur dan tadzakkur yaitu menggali dan mengkaji kandungan dari ayat yang dibaca serta meresapinya agar dapat menjadi bagian dari upaya menerangi hati dan membersihkannya dari segala noda.

 

Tahap pertama pastinya lebih mudah dari tahap kedua dan ketiga. Maka, tidak dipersalahkan jika hasil akhir dari tahap pertama bisa sampai tamat 30 juz. Namun, untuk tahap kedua dan ketiga tidak semua orang berkemampuan sehingga diperlukan pendampingan dari para ulama atau ustadz. Ketiga tahap tersebut sama utamanya dilakukan pada Ramadhan.

 

Mana yang lebih utama? Membaca atau mengamalkan Alquran?

 

Tentu jawabannya bukan pilihan satu atau dua. Keduanya saling bertautan, sekedar membaca tentu sudah baik dan mendapat pahala. Membaca saja tidak mau mengamalkan tentu tidak baik. Mengamalkan Alquran tanpa membacanya, sumbernya dari mana?

 

Ini semua perlu proses. Yang terbaik tentu membaca Alquran, mempelajari Alquran, mentadaburi Alquran, mengamalkan Alquran kemudian mendakwahkan Alquran sehingga menjadi manusia terbaik. Sebagaimana yang dipesankan Rasul dalam haditsnya,

 

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

 

Untuk itulah proses atau tahapan tersebut hendaknya dilewati. Untuk beramal harus ada dalil atau ilmunya. Untuk berilmu orang harus belajar salah satunya dengan membaca. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 378 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment