Tradisi Pembagian Zakat Sebelum Idul Fitri, Sah atau Tidak?

Assalamualaikum , Saya ingin bertanya tentang zakat. Kalau pembagian zakat itu sebelum puasa tamat bisa gak ya? Di kita kan sudah tradisi dua hari sebelum hari raya itu zakat sudah dibagikan. Dan ada ulama yang mengatakan warisan itu bisa di bagi rata? Bagaimana hukumnya? (Ahmad via email)

 

 

Waalaikumsalam wr wb. Iya Pak Ahmad, kalau zakat fitrah itu harus dibagikan selese Idul Fitri. Seperti kata Rasulullah:

 

“Allah wajibkan zakat fitrah itu pembersih bagi orang yang shaum, dan santunan bagi kaum miskin.”

 

Berarti itu dibagikannya setelah itu fitri. Kalau dibagikannya sebelum idul fitri itu berarti menjadi sedekah. Status menjadi bukan zakat fitrah. Makannya orang-orang yang membagikan zakat itu harus mengerti hukum-hukum pengumpulan pembagian dan waktu yang tepat untuk zakat fitrah.

 

Harus mengerti sebenarnya. Jadi Pakm Ahmad di Tasik, apa yang terjadi di lingkungan Bapak perlu diluruskan. Jadi itu prematur, itu bukan menjadi zakat malinkan menjadi sodaqoh. Kesalahan ada pada panitia. Warga yang menitipkan sudah benar, artinya dia sah zakatnya tapi ni panitia harus belajar lagi. Dia harus memperbaiki untuk tahun depan, bahwa zakat fitrah itu dibagikan selesei ramadhan.

 

BACA JUGA: Saudara Sedang Kesulitan,Bolehkah Kita Memberi Zakat Penghasilan?

 

Yang kedua, ada ulama yang mengatakan bahwa warisan itu dibagi rata, berarti dia bukan ulama. Ya, berarti dia bukan kyai, bukan ulama, buka ustadz. Dia Cuma ngarang-ngarang tentang Agama. Karena kalau berbicara tentang hukum warisan, dia harus merujuk pada Al-Qur’an. Dia harus sesuai dengan firman-firman Allah. Karena didalam Al-Qur’an  sudah jelas di Surat An-Nisa ayat 11

 

“Allah mensyari’atkan kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.”

 

Ketika berbicara Agama pemikiran kita itu harus terikat dengan apa yang terter di dalam Al-Qur’an. Kata Rasulullah:

 

“Kutinggal kamu warisan dan kamu tidak akan pernah sesat, selama kamu berpegang teguh pada keduanya.”

 

Jadi sekarang kita melihat kyai tersebut berpegang teguh tidak pada hukum yang ada dalam Al-Qur’an? Rujukannya benar tidak? Klau tidak ya jangan didengarkan.

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

806

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 11 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment