I’tikaf Hanya Malam Ganjil, Bolehkah ?

 

Assalamu’alaikum. Pak Ustadz, saya seorang karyawan. Saya ingin beri’tikaf namun rasanya tidak bisa penuh 10 hari terakhir Ramadhan. Namun hanya malam saja karena siangnya masih kerja.Bagaimana cara i’tikaf yang dicontohkan oleh Rasul?.Bolehkah i’tikaf malam ganjil saja? Mohon penjelasannya ( Erwin via fb)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Menginjak 10 hari terakhir Ramadhan kita disunnahkan untuk melakukan i‘tikaf.

 

 

I’tikaf artinya habsunnafsi filmasjid atau menahan atau berdiam diri di dalam masjid. Namun, tidak semua orang yang berada di dalam masjid berarti sedang i’tikaf.Sebab, i’tikaf itu harus disertai niat dalam hati untuk memantapkan diri melaksanakan i’tikaf.

 

 

Ketika Anda sudah berniat dalam hati untuk beri’tikaf, wajib bagi Anda untuk mengikuti aturan i’tikaf yakni syarat dan rukunnya, seperti, tidak boleh keluar masjid kecuali ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan di luar masjid. Misalnya, ke toilet, mandi, atau wudu. Bahkan, makan dan menerima tamu pun harus dilakukan di dalam masjid atau serambi.

 

 

Kalau mau sesuai dengan sunnah Rasul maka lama dan waktu i’tikaf yang lebih afdhol adalah di akhir-akhir ramadhan yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadhan) sebagaimana hadits ‘Aisyah, ia berkata,

 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR. Bukhari dan  Muslim)

 

 

Menurut para ahli fikih dan juga ahli hadits bahwa Rasul dalam melakukan I’tikaf tersebut selama 10 hari terakhir Ramadhan penuh. Artinya beliau selama itu pula  berada di dalam masjid atau tidak keluar masjid selama siang dan malam. Jadi I’tikaf beliau tidak hanya malamnya saja. Ini cara I’tifkaf yang dicontohkan oleh Rasul.

 

 

 

Bagi Anda yang seorang karyawan, tentu idealnya Anda harus cuti dahulu jika ingin melakukan i’tikaf agar bisa ikut selama 10 hari penuh dan tidak hanya malamnya saja. Hal ini jika ingin melakukan i‘tikaf sesuai dengan Rasul dan para sahabat lakukan.

 

 

Namun, sekiranya i’tikaf tidak bisa 10 hari penuh di masjid dan hanya bisa malam ganjil saja tentu tidak dilarang atau boleh-boleh saja. Jika Anda hanya bisa i’tikaf selama 1 atau 2 hari, itu tidak menjadi masalah juga .

 

 

Walaupun memang i’tikaf yang paling baik adalah di 10 hari terakhir bulan ramadhan. Lalu, selama beri’tikaf, Anda harus melakukan hal-hal yang berisi kebaikan, seperti, membaca Al-Quran, membaca buku, atau mengerjakan pekerjaan kantor Anda misalnya. Yang penting, Anda mengerjakan sesuatu yang bernuansa ibadah.

 

BACA JUGA: Hal Yang Membatalkan I’tikaf

 

Kemudian, apakah dapat pahala jika i’tikafnya hanya malam hari saja dan hanya pada malam ganjil saja?

 

Tentu kita yakin bahwa Allah Maha Adil dan akan memberikan pahala kepada hamba-Nya sesuai dengan kadar amalnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan hamba-Nya sekecil apa pun. Hal ini sesui dengan janji-Nya,

 

Maka, barang siapa mengerjakan kebaikan seberat żarrah, niscaya ia akan melihat balasannya,” ( QS. Al Zalzalah: 7 )

 

Jadi Anda tidak perlu berkecil hati, sekiranya Ramadhan tahun ini belum bisa melakukan I’tikaf selama 10 hari terakhir penuh siang dan malam di dalam masjid dan Anda baru mampu i’tikaf di malam-malam ganjil saja.  Insya Allah niat Anda sudah ditulis oleh Allah dan I’tikaf Anda yang hanya malam harinya saja Allah Maha Tahu. Mudah-mudahan tahun depan Allah masih memberikan kesempatan kepada Anda dan bisa i’tikaf penuh di 10 hari terakhir Ramadhan.

 

Selain itu, hal yang perlu diingat adalah bahwa i’tikaf itu hukumnya sunnah muakad atau sunnah yang dianjurkan. Jadi, Anda tidak boleh mengesampingkan yang wajib dan memprioritaskan i’tikaf. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

976

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 937 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment