Galau Menjalani Ramadhan, Apakah Kurang Keimanan ?

 

Assaalamu’alaikum. Pak ustadz, mohon nasihatnya. Saya adalah seorang pengusaha bisnis rumahan. Setiap Ramadhan tiba, ada rasa yang mengganjal di hati saya. Dari tahun ke tahun, tiap Ramadhan, produktivitas anak buah saya sedikit menurun karena alasan lemas. Selain itu, saya juga harus putar otak menyiapkan uang THR untuk mereka yang sudah harus terkumpul pertengahan Ramadhan. Kadang saya bertanya, apakah perasaan ini adalah pertanda saya tidak bergembira dalam menyambut Ramadhan? Apa ada masalah dengan kadar keimanan saya? Mohon nasihatnya. ( R via fb) 

 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa (panggilan) kewajiban shaum Ramadhan ditujukan kepada orang-orang yang beriman sebagaimana dimuat dalam ayat berikut ini:

 

Hai orang-orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183)

 

Seruan kewajiban shaum khusus bagi orang yang beriman. Hal itu menunjukkan bahwa shaum merupakan salah satu syarat terpenuhinya keimanan sekaligus untuk mengukur kadar keimanan seorang mukmin.

 

 

Karena, tidak dipungkiri jika shaum Ramadhan menyimpan banyak tantangan, godaan, dan halangan. Tidak sedikit yang akhirnya gugur di tengah jalan, bahkan menolak Ramadhan sejak dari awal.

 

 

Sebaliknya, keberhasilan melewati shaum Ramadhan dengan sabar dan ikhlas karena didasari keimanan yang memadai akan berbuah segala jaminan kebaikan dan Allah sendiri yang akan memberi kan langsung kelak di akhirat.

 

Pendek kata, shaum adalah ujian keimanan sekaligus ujian kesabaran. Datangnya Ramadhan tidak akan selalu berarti datangnya kemudahan, keuntungan, dan peluang. Oleh karena itu, bisa disebut wajar jika bagi sebagian besar kaum muslimin memandang datangnya Ramadhan seperti hadirnya tantangan baru.

 

 

Dari tantangan itu, cara orang menyikapi Ramadhan pun bermacam-macam. Ada yang tetap bersemangat dengan menghadapi dan menikmati tantangan itu; ada yang ragu-ragu, galau, gundah, apatis; bahkan ada yang sampai menolak dan mencela bulan Ramadhan.

 

Tentunya, tiada lagi jalan selamat menyikapi Ramadhan selain menghadapinya dengan keimanan dan ketulusan sampai kita bisa menikmatinya dan menemukan jalan keluar dari permasalahan, khususnya yang terkait datangnya Ramadhan.

 

 

Bukankah Ramadhan bulan penuh rahmat dan berkah? Mengapa tidak sekalian kita manfaatkan untuk menambah nilai-nilai kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain? Ada baiknya kita tilik kembali janji Allah dalam Al-Quran berikut ini.

 

“…. Siapa pun yang bertakwa kepada Allah, pasti Allah akan membukakan jalan keluar baginya, dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Siapapun yang bertawakal kepada Allah, pasti Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh, Allah telah menetapkan ukuran untuk setiap sesuatu.” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

 

Sebagai seorang entrepreneur atau pengusaha, Anda dituntut untuk memiliki kreativitas dalam menemukan solusi masalah ini. Insya Allah, rezeki dari-Nya tidak akan ke mana selama Anda giat mencarinya. Mengenai kondisi keimanan Anda, hanya Allah yang mengetahuinya.

 

 

Namun, jika Anda merasa sepertinya kondisi keimanan tersebut kendur atau menurun, ada baiknya Anda beristighfar dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan beribadah Ramadhan secara lebih giat lagi.

 

 

Berdoalah kepada Allah agar diberikan ketenangan dan ketentraman hati khususnya saat menghadapi dan menjalani bulan Ramadhan. Minta kemudahan segala urusan kepada Allah. Hal ini seperti yang dijanjikan Allah dalam Alquran,

 

 

Apabila hamba-hamba-Ku berta­nya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan per­mohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku…. ( QS.Al Baqarah: 186)

 

 

Yakinlah bahwa rezeki anak buah atau karyawan Anda sudah disediakan oleh Allah. Allah yang menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, bukan Anda. Anda dan karyawan Anda hanya diminta untuk ikhtiar dalam rangka menjemput rezeki yang telah disediakan oleh Allah lewat jalan perniagaan tersebut.

 

 

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6)

 

BACA JUGA: Tips Mengatur Keuangan Di Bulan Ramadhan

 

Jadi yang perlu Anda lakukan adalah meningkatkan ketakwakan kepada Allah khususnya di bulan Ramadhan ini . Seperti janij Allah dalam surat Ath Thalaq tersebut , ketika seorang hamba-Nya telah bertakwa maka Allah akan memberikan jalan keluar dan memberikan rezeki-Nya dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

 

Jangan berputus asa atau pesimis. Melainkan tetaplah semangat dan memiliki sikap optimis atas segala cobaan dan rasa ketakutan. Rahmat Allah itu meliputi dunia dan seisinya,

 

 

“….janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah Swt…..” (QS.Az Zumar: 53)

 

 

Yakinlah bahwa Allah Dzat yang tidak pernah ingkat janji. Janji Allah pasti benar dan tidak ada hal yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 167 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment