Dapat Parsel Dari Non Muslim, Boleh atau Terlarang ?

Assalamu’alaikum. Pak Ustadz, apakah yang harus saya lakukan kalau saat Idul Fitri mendapatkan parsel dari kolega yang nonmuslim? Apakah saya boleh menerima dan memakan atau menggunakan isi parsel tersebut? Mohon penjelasannya ( Davis via email) 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Pada hakikatnya saling memberi hadiah itu diperbolehkan. Hal ini seperti hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra  menyatakan,

 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” (HR. Bukhari)

 

Tercatat dalam sejumlah riwayat bahwa Nabi Muhammad Saw menerima hadiah dari orang kafir dan kemudian Nabi membalas hadiah tersebut.

 

 

Imam Bukhari bahkan mengkhususkan satu bab dalam kitab Shahih-nya dengan nama bab qabul hadiyat al-musyrikin (bab penerimaan hadiah dari orang musyrik).

 

 

Di antara hadisnya adalah diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa ada seorang wanita Yahudi menghadiahkan kepada Rasulullah Saw. daging kambing yang telah diracuni. Namun karena beliau tahu maka tidak dimakannya.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,

Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari

 

Meski menurut para ulama bahwa hadits tersebut yang dianjurkan adalah kaum muslimin agar saling memberi hadiah sehingga timbul saling mencintai sesama muslim, namun menurut para hadits , hadits ini tidak ditujukan secara khusus sehingga sifatnya umum sesama manusia.

 

BACA JUGA: Hukum Jual Makanan Saat Puasa

 

Dengan demikian, umat Islam boleh menerima hadiah dari orang kafir atau non muslim yang memberikan hadiah terkait hari raya kita atau hari raya mereka, selama hadiah tersebut tidak mengandung unsur yang diharamkan syariat Islam, misalnya:

 

• Barang yang dihadiahkan itu sendiri adalah barang haram, seperti khamar atau babi.
• Barang yang dihadiahkan bukan berupa daging hewan yang disembelih untuk perayaan karena biasanya disembelih untuk selain Allah Swt.
• Barang yang dihadiahkan bukan merupakan simbol dan tradisi dalam agama mereka, dan lain-lainnya karena kita dilarang menyerupai dan meniru-niru orang kafir.

 

Kemudian kalau Anda seorang pejabat atau khususnya penegak hukum, tentu tidak boleh menerima hadiah atau dalam hal ini parcel yang mempunyai tujuan tertentu sehingga dapat mempengaruhi Anda dalam mengambil keputusan hukum.

 

Namun selama parcel atau hadiah tersebut sekedar bentuk saling menghargai atau menjaga hubungan baik tentu tidak dilarang. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a‘lam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

870

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 387 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment