Ramadhan dan 90 Days Character Building Program

 

Oleh: Harri Firmansyah R*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Di negara yang multitafsir seperti Indonesia ini, sebuah keanehan sosial terjadi setiap Ramadhan datang. Semua kantor memangkas jam kerja dengan mempersiang jam masuk dan mempercepat pulang.

 

 

Setiap sekolah juga melakukan hal yang sama. Tindakan tersebut, apa pun alasannya, memang menunjukkan bahwa berpuasa men-downgrade-kan kemampuan manusia dalam berusaha dan bertindak secara lahiriah.

 

 

Jika mindset kita berkata puasa membuat lemas dan menurunkan produktivitas, maka itu adalah mindset yang sama sekali salah. Pola pikir tersebut adalah pola pikir yang ditanamkan para musuh Islam yang sangat memahami kehebatan Ramadhan dan ditakutkan kebangkitannya, yaitu ketika umat Islam memahami sebenarnya pola pendidikan yang tertanam dalam bulan suci tersebut.

 

 

Dalam neuro science, sebuah pola baru dapat terbentuk jika sebuah tindakan yang dibiasakan dan diulang-ulang selama 30 hari. Ia akan menjelma menjadi sebuah karakter setelah bertahan dan dibiasakan selama 90 hari.

 

 

Di luar pola bangun malam untuk qiyamul lail, berpuasa, memperbanyak amalan sunnah, dan ibadah yang lainnya, pola berkata jujur dan bertigkah laku dengan integritas yang tinggi adalah sebuah kebiasaan baru yang sebenarnya bisa diinstal ulang dengan menjadi sebuah software yang integrated melalui pemrograman Ramadhan.

 

 

Kejujuran adalah mengatakan apa yang telah dilakukan, sementara integritas adalah melakukan apa-apa yang telah dikatakan. Keduanya adalah barang langka dan mahal di negeri ini. Negara ini koyak karena ketidakjujuran dan disintegritas umatnya.

 

 

Walau menurut Amien Rais negara ini too rich to be stollen, tapi rasanya semakin jengah kita melihat perkembangan yang akhir-akhir ini yang kian tidak menentu.

 

Pola pendidikan Ramadhan yang me-reward kita dengan berbagai bonus yang besar, seharusnya dapat memacu kita untuk berbuat lebih banyak, dengan hati yang jauh lebih bersih. Apalagi, Rasulullah mempersiapkan kehadiran Ramadhan ini sejak dua bulan sebelumnya, yakni Rajab. Hal ini memperlihatkan bahwa goals Ramadhan bukan hanya “kebiasaan baru” melainkan sebuah “90 days Character Building Program”.

 

Dengan edukasi yang baik, semoga Ramadhan kali ini bisa menjadi penyembuh jiwa raga kita. Sangat banyak kejadian besar yang terjadi selama bulan puasa. Perang Badar terjadi pada 7 Ramadhan 2 H di mana 313 pasukan Rasulullah berhasil memenangkannya setelah memukul telak musuh yang ribuan jumlahnya. Futuh Makkah terjadi pada bulan Ramadhan, demikian pula kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan Ramadhan 1366 H.

 

BACA JUGA: Ramadhan dan Pembangunan Masyarakat Madani

 

Peristiwa-peristiwa penting itu memperlihatkan bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil ketika kita mengaitkannya dengan iman. Dengan hati yang bersih dan percikan iman sebagai tameng utama, sepertinya benar adanya sebuah hadis yang menyatakan,

 

Takutlah kalian dengan firasatnya orang mukmin karena dia melihat dengan cahaya Allah.” (H.R. Tirmidzi).

 

 

Selamat menunaikan ibadah shaum. Semoga melalui Ramadhan kali ini, kita dimasukkan ke dalam generasi muda beriman yang terpilih untuk merasakan cahaya Allah tersebut. [ ]

5

*Penulis adalah motivator dan pegiat dakwah

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected]  .atau [email protected] .  Dapatkan  bingkisan menarik dari redaksi. Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 77 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment