Hukum Kultum Sebelum Tarawih, Adakah Contoh Dari Rasul

 

Assalamualaikum.Pak Ustadz, mau bertanya. Apa hukumnya kultum setelah shalat Isya dan sebelum shalat tarawih. Apakah contoh dari Rasul atau dalilnya? Mohon penjelasanya (Atep via fb)

 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahamti Allah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa setiap bulan Ramadhan khususnya dalam masyarakat kita selalu diselenggarakan shalat Tarawih berjamaah di masjid dimana waktu bada atau selesai shalat Isya.

 

Fenomenanya juga lazim diselenggarakan kultum atau ceramah singkat baik menjelang atau setelah pelaksanaan shalat Tarawih tersebut. Lalu apakah kebiasaan kultum sebelum atau sesudah Tarawih ada contoh dari Rasul ?

 

Begini, sepanjang yang saya pelajari atau baca tentang sejarah shalat Tarawih tidak ada dalil atau contoh dari Rasul atau pun dari para sahabat, juga dari ulama terdahulu tentang kultum ini sebelum atau sesudah Tarawih ini.

 

Apakah dikerjakan masyarakat saat ini menurut hemat saya adalah ikhtiar saja dimana memanfaatkan momentum atau kesempatan berkumpul di masjid setelah shalat  Isya dan menjelang atau setelah shalat Tarawih.

 

Meski tidak ada contoh dari Rasul atau sahabat, namun para ulama juga tidak mempermasalahkan atau tidak melarang kegiatan kultum Ramadhan saat menjelang atau shalat Tarawih ini.

 

Dengan demikian boleh-boleh saja melakukan kultum, dari pada kumpul di masjid kemudian membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Tentu lebih baik diisi dengan ceramah atau tausyiah keagamaan yang dapat menambah keilmuan dan pemahaman tentang Islam.

 

Namun demikian menurut hemat saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah kultum Tarawih ini sehingga tidak adalah salah pemahaman atau anggapan yang keliru.

 

Pertama, tidak dimaksudkan sebagai ibadah atau syarat shalat Tarawih.

 

Dengan kata lain,kultum atau ceramah ini tidak boleh berkeyakinan bahwa dengan ada ceramah itu shalat Tarawih lebih afdhal atau menjadi sah shalatnya. Jangan sampai kalau tidak ada ceramah atau kultum tersebut ibadah shalat Tarawih menjadi kurang bahkan tidak lengkap atau sempurna.

 

Sebab, kultum ini bukan bagian atau rukun atau syarat sahnya dari pelaksanaan shalat Tarawih. Hal ini tentu berbeda dengan misalnya Shalat Jumat atau Shalat Ied. Khutbah sebelum shalat Jumat itu bagian dari rukun dan shalat Jumat menjadi tidak sah jika tidak diawali dengan khutbah. Demikian juga dalam pelaksanaan shalat Ied, dimana setelah shalat Ied ada khutbahnya.

 

Kedua, jangan terlalu lama.

 

Perlu diingat bahwa orang pergi ke masjid adalah bertujuan untuk bisa ikut shalat berjamaah khususnya shalat Isya yang dilanjutkan dengan shalat Tarawih sehingga kalau ceramah atau kultum ini terlalu panjang maka jamaah bisa jenuh, mengantuk, bosan dan sebagainya.

 

BACA JUGA: Shalat Tarawih, Bolehkan Dikerjakan Di Rumah ?

Jangan sampai jamaah menjadi enggan atau malas ke masjid disebabkan adanya kultum atau ceramah yang terlalu lama atau menjemukan. Itu kalau pun ada kultum menurut hemat saya, sebaiknya cukup singkat atau yang ringan-ringan saja.

 

Penceramahnya juga perlu menyadari dan memahami bahwa didalam jamaah tersebut juga ada orang-orang tua, lansia bahkan anak-anak sehingga mereka merasa lelah atau malas mengerjakan shalat Tarawih berjamaah disebabkan mendengar kultum yang terlalu lama.

 

Sekali lagi, kultum ini boleh dilakukan dan juga boleh tidak dilakukan. Waktunya juga boleh sebelum atau setelah shalat Tarawih. Bahkan tidak ada kultum juga tidak menjadi masalah dan shalat Tarawihnya tetap sah.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Terkait dengan ibadah atau shalat-shalat sunnah , termasuk shalat Tarawih ini, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT”. Didalamnya ada contoh dan penjelasannya serta dalil yang insya Allah shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: youtube

790

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 993 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment