Hukum Shalat Jenazah Setelah Ashar, Boleh atau Terlarang ?

 

 

Assalamu’alaikum. Pak Ustadz, bolehkah kita mensholatkan jenazah setelah shalat Ashar? Padahal kan tidak ada sholat sunnah setelah sholat Ashar. Mohon penjelasannya. ( Basri via email)

 

 

Wa’alaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kita harus paham dulu tentang shalat-shalat sunnah termasuk shalat sunah rawatib yakni yang menyertai shalat fardhu. Sholat jenazah itu bukan shalat sunnah rawatib.

 

Sholat jenazah itu hukumnya apa? Fardhu, tapi fardhu kifayah. Fardhu kifayah itu wajib tapi terwakili oleh seseorang yang melaksanakannya. Misalnya, di RW Anda ada yang meninggal dunia, wajib bagi orang se-RW itu mensholatkan si mayit. Tapi kalau sudah ada yang bisa mensolatkan, walaupun oleh dua atau tiga orang, maka sebenarnya gugur kewajiban itu orang se RW tersebut.

 

Jadi disini saya ingin luruskan dulu, statement anda bahwa “Padahal kan tidak ada sholat sunnah setelah sholat Ashar.” Iya, memang tidak ada sholat sunnah setelah sholat Ashar. Maksudnya sholat sunnah rawatib. Tapi kalau sholat jenazah kan wajib atau fardhu kifayah. Jadi boleh orang menyolatkan jenazah setelah Ashar karena sholat jenazah itu fardhu kifayah.

 

Mungkin yang anda maksud adalah ayat, Laa sholatal ba’dal ashri, yang artinya tidak ada sholat setelah Ashar.  Hal ini seperti hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dimana Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam,bersabda:

 

Tidak ada shalat setelah shalat Subuh, hingga matahari terbit

 

Dalam riwayat lain:

“… sampai matahari meninggi. Dan tidak ada shalat setelah shalat ashar hingga matahari tenggelam“.

 

Ini semuanya hadits-hadits yang shahih dan waktu-waktu tersebut disebut dengan waktu-waktu terlarang untuk shalat. Seorang muslim tidak boleh shalat sunnah pada waktu-waktu tersebut.

 

 

Namun hal ini untuk shalat rawatib sementara dibolehkan untuk shalat jenazah. Jika shalat jenazah dilakukan di waktu sesudah Ashar atau setelah Subuh, tidak mengapa. Shalat jenazah boleh dilakukan di dua waktu yang panjang tersebut, yaitu setelah Ashar dan setelah Subuh, sehingga shalat jenazah tidak perlu ditunda-tunda lagi.

 

BACA JUGA: Hukum Mengadzankan Jenazah Sebelum Dikubur

 

Demikian juga shalat kusuf (gerhana), boleh dilakukan jika terjadi gerhana matahari setelah shalat ashar. Karena shalat kusuf termasuk shalat sunnah yang dzawatul asbab (memiliki sebab). Jadi kalau terjadi gerhana setelah Subuh atau Ashar maka tidak berdosa melakukan shalat sunnah gerhana.

 

Atau misalnya suatu saat Anda masuk ke suatu masjid lalu ada majelis ta’lim yang belum mulai, lalu Anda sholat tahiyatul masjid, maka itu juga boleh. Jadi sekali lagi, larangan shalat sunnah setelah Subuh dan Ashar ini merujuk ke sholat sunnah rawatib. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Terkait dengan ibadah atau shalat-shalat sunnah yang bisa menuntun kita ke surga, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT”. Didalamnya ada contoh dan penjelasannya serta dalil yang insya Allah shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  aam@percikaniman.org  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

 

(Visited 2,042 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment