Solusi Rumah Tangga Yang Tidak Harmonis, Pilih Dua Cara Ini

 

Assalamua’alikum. Pak Aam, sudah hampir 3 bulan ini hubungan saya dan suami tidak harmonis lagi. Meski masih dalam satu rumah namun sudah jarang berkomunikasi bahkan untuk tidur kami sudah pisah kamar. Demikian juga sebagai istri saya sudah tidak melayaninya lagi. Ada keinginan untuk melayaninya namun dalam hati sudah tidak bisa maksimal dan saya tidak bisa memaksakan diri. bagaimana solusi? Mohon nasihatnya ( H via fb)

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah.  Keluarga atau rumah tangga adalah tempat untuk mengaktualisasi kebaikan. Kebaikan tentang apa? Tentu semua kebaikan yang dilakukan suami istri sesuai dengan perintah agama dan dicontohkan oleh Rasul.

 

Keluarga atau rumah tangga juga merupakan tempat atau ladang ibadah. Semua aktivitas bisa bernilai ibadah baik yang dilakukan suami kepada istri atau sebaliknya. Istri menyiapkan makanan untuk suami akan menjadi ibadah. Demikian juga suami yang bekerja untuk keluarga akan menjadi ibadah.

 

Ini tentu berbeda jika dilakukan ketika masih sendiri atau belum menjadi suami istri, bahkan yang haram pun ketika sudah menjadi suami istri menjadi halal dan bernilai ibadah yakni hubungan suami istri. Demikian juga aktivitas yang lainnya.

 

Keluarga atau rumah tangga merupakan tempat untuk mengaktualisasi kebaikan ini seharusnya sudah disadari sejak awal. Hal ini bisa tercermin dalam doa yang diberikan orang lain kepada pengantin,

 

 

Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan”  (HR.Abu Dawud, At-Tirmidzi , Ahmad dan Ibnu Majah )

 

Dalam doa tersebut coba perhatikan ungkapan, ‘Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan’. Ini artinya bahwa berhimpunnya sepasang manusia berlainan jenis ( pria dan wanita), berlainan suku bangsa, budaya dan sebagainya muaranya adalah untuk kebaikan.

 

Lalu bagaimana dengan situasi seperti yang Anda ceritakan tersebut?. Menurut hemat saya hanya ada dua solusi yang bisa Anda tempuh bersama suami.

 

Pertama, lanjut berumah tangga.

 

Jika solusi ini yang Anda berdua pilih maka Anda dan suami harus berkomitmen untuk masing-masing diri melakukan perbaikan diri, baik sikap, perilaku dan akhlak. Jadikan persoalan rumah tangga Anda sebelumnya menjadi pelajaran dan saling berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan yang terjadi dikemudian hari.

 

Anda dan suami harus saling terbuka dan saling menerima kekurangan masing-masing serta tidak perlu merasa siapa yang salah dan siapa yang benar. Mengapa? Sebab jika ada salah satu pihak baik suami atau istri yang merasa benar maka selamanya akan memposisikan pihak yang salah. Jika ini masih ada dalam diri masing-masing maka suatu hari nanti akan ada pihak yang merasa benar ketika pihak lain dianggap berbuat salah.

 

Lebih baik saling memaafkan dan komitmen bersama untuk tidak lagi mengungkit siapa yang salah dan siapa yang benar. Belajarlah dari ketidakharmonisan rumah tangga sebelumnya dan tinggalkan ego masing-masing serta fokus pada kebahagian serta keharmonisan masa depan.

 

Ingat, rumah tangga harmonis itu bukan berarti bukan berarti tanpa masalah. Semua rumah tangga pastinya ada masalah masing-masing. Besar kecilnya masalah rumah tangga tergantung pada komitmen suami istri mencari solusinya dan bertekad memperbaiki setelahnya.

 

Kedua, bercerai

 

Cerai adalah salah satu solusi dari prahara rumah tangga yang tidak kunjung selesai atau sulit untuk disatukan lagi meski ini adalah sesuatu pilihan yang tidak disukai Allah.

 

Ingat doa diawal pernikah tadi bahwa ‘Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan’ . Jadi salah satu tujuan Allah menghimpun Anda berdua dalam rumah tangga adalah untuk saling memberikan kebaikan.

Lalu jika sekarang Anda berdua justru saling mendlolimi dan rumah tangga malah memberikan kemudlorotan berarti sudah menyimpang dari tujuan berumah tangga. Salah satu cara atau solusi agar tidak saling mendzalimi antara suami dan istri maka harus berpisah jika jalan damai tidak bisa lagi ditempuh.

 

Untuk lebih  jelasnya Anda baca buku nikah, sudah dijelaskan di sana ada yang namanya sighat ta’lik atau talak bersyarat. Di sana tertera penyataan  ‘apabila suami meninggalkan istrinya selama 2 tahun berturut-turut, tidak menafkahi anda 4 bulan berturur-turut,  tidak memperlakukan anda secara baik, maka anda bisa mengajukan  gugatan cerai ke pengadilan agama’.

 

Jelas disitu disebutkan jika suami tidak memperlakukan Anda dengan baik (ma’ruf), tidak memberikan nafkah baik lahir atau batin dalam jangka waktu tertentu atau KDR maka jika Anda tidak terima, Anda bisa melakukan atau mengajukan gugat cerai.

 

Bagaimana caranya? Silakan Anda konsultasi untuk lebih detailnya. Intinya suami istri tidak boleh saling mendzalimi. Mungkin Anda berpikir bahwa suami yang mendzalimi Anda dengan berbagai alasannya. Demikian juga suami bisa jadi menganggap Anda sudah mendzaliminya dengan berbagai alasannya.

 

BACA JUGA: Suami Berbuat Dzalim, Ini Solusinya

 

Untuk itu lakukan solusinya dengan memilih salah satunya cara tersebut diatas agar suami istri tidak saling mendzalimi. Apakah Anda dan suami akan melanjutkan rumah tangga dengan komitmen saling memperbaiki diri masing-masing? Ataukah menempuh jalan perpisahan. Jadi jangan biarkan berlarut dengan tidak ada solusi sama sekali. Tidak bercerai namun malah saling mendzalimi, ini juga tidak baik.

 

Tentu Anda sendiri yang lebih bisa memahami kondisi dan kesiapannya.  Jika Anda merasa tidak mampu melakukannya sendiri maka Anda boleh melibatkan orang lain, keluarga, orangtua atau saudara untuk menasihati suami dan meminta saran atau solusinya. Demikian jawabannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, ” INSYA ALLAH SAKINAH “. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 1,200 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment