Keluar Kerja Dari Bank dan Berbohong Pada Orangtua, Bagaimana Hukumnya?

 

 Assalamu’alaikum. Pak Aam, saya kerja di salah satu bank swasta, saya ingin keluar karena saya ragu soal penghasilan dan kerja ditempat yang bergelut dengan riba.  Namun ayah saya tidak mengizinkan dengan berbagai alasan. Bolehkah saya berdusta kepada ayah saya, saya keluar tanpa sepengetahuannya seolah-olah saya berbohong kepada ayah? Mohon nasihatnya. ( Ver via email)

 

 

Wa’alaikumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Begini, kalau Anda sudah merasa dewasa dan mempunyai tanggung jawab sendiri sebenarnya orangtua tidak perlu mengatur terkait pekerjaan Anda.

 

Kalau Anda yakin dengan keputusan Anda untuk keluar kerja karena faktor ketidaknyaman hati maka orangtua sebenarnya tidak boleh menghalang-halangi. Sebenarnya keputusan seperti itu sepenuhnya ada di tangan Anda. Sebab Anda sendiri yang menjalani dan merasakan.

 

Bekerja itu bukan sekedar mengejar penghasilan yang besar dengan totalitas atau konsentrasi namun juga kenyaman khususnya suasana hati. Meski penghasilan besar namun jika situasi tidak nyaman terkadang juga membuat tidak betah. Begitu pun sebaliknya.

 

Jika Anda bekerja di bank dan membuat Anda justru tidak nyaman khususnya dengan status penghasilan dan bank Anda anggap sebagai lembaga riba maka itu hak Anda untuk keluar. Tentu Anda telah mempunyai pertimbangan yang matang.

 

Tetapi kalau Anda ingin menghargai ayah Anda, tentu saja tidak ada salahnya Anda mendengar alasan kenapa ayah Anda tidak mengizinkan Anda keluar. Mungkin ayah, Anda mempunyai kekhawatiran-kekhawatiran tertentu terkait dengan pekerjaan atau kebutuhan ekonomi Anda.

 

Menurut hemat saya, Anda perlu diskusi secera terbuka dengan orangtua Anda. Sampaikan argument Anda dengan santun dan terbuka. Kemudian dengar juga masukan atau saran dari orangtua Anda. Jika orangtua ragu setelah keluar kerja Anda akan menganggur maka cobalah untuk meyakinkan mereka bahwa Anda sudah mempunyai pekerjaan baru yang lebih baik.

 

Alangkah lebih baik bila Anda mengatakan ‘pindah kerja’ ketimbang ‘keluar kerja’ sehingga orangtua, khususnya ayah, tidak khawatir bahwa Anda tidak bisa menghidupi keluarga khususnya jika Anda seorang suami dan ayah dari anak-anak Anda.

 

Menyenangkan perasaan orangtua adalah salah satu akhlak terpuji seorang anak kepada orangtuanya. Anda bisa berbakti kepada orangtua dengan cara minimal tidak menyusahkan atau membuatnya khawatir dan perasaan was-was lainnya. Meski Anda telah dewasa dan mandiri tetap saja mereka orangtua Anda yang harus dan layak untuk Anda hormati dan hargai pendapatnya.

 

Menurut hemat saya, rumah tangga itu tidaklah cukup berbekal agama secara sempit tapi juga harus berbekal finansial. Banyak orang yang berpikiran, rezeki pasti Allah beri pada orang-orang yang menikah. Tentu itu pemahaman yang tidak keliru namun kita juga perlu realistis. Memang kita harus berpegang teguh pada agama, tapi lebih baik lagi kalau kita bisa memadukannya dengan pola pikir realistis.

 

Sekiranya Anda keluar kerja dan belum mendapat pekerjaan pengganti sementara Anda sudah berumah tangga punya istri dan anak-anak kemudian akhirnya orangtua yang mencukupi kebutuhan harian Anda tentu ini bukanlah keputusan yang tepat dan tidak bijaksana.

 

Anda terbebas dari perasaan tidak nyaman bekerja di bank swasta namun disisi lain Anda merepotkan orangtua Anda dengan membebankan kebutuhan harian pada orangtua, tentu ini bukanlah akhlak dan sikap yang terpuji.

 

Sekali lagi, keluar dari pekerjaan itu hak Anda namun jika Anda berbohong pada orangtua tentu perbuatan dosa. Lebih baik diskusikan dengan orangtua, komunikasikan dengan baik dan bijak. Buat orangtua Anda  merasa dihargai dan dihormati serta senangkanlah hatinya.

 

BACA JUGA: Hukum Kerja Di Bank Konvensional

 

Allah juga memerintahkan setiap anak untuk sebisa mungkin membahagiakan orangtuanya. Sebab membahagiakan orangtua juga salah satu bentuk cara berbakti kepada orang tua . Perhatikan firman Allah ini,

 

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (Allah) dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)

 

Kemudian dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa berbakti kepada orangtua itu akan diberkahi rezekinya. Simak hadits dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda,

 

Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad.)

 

Kalau orangtua Anda paham dan mengerti keputusan Anda tersebut tentu mereka akan ikhlas dan mendokan kebaikan kepada Anda mendapat pekerjaan yang lebih baik. Daripada Anda berbohong dan suatu saat akan ketahuan maka bisa jadi orangtua Anda malah akan kecewa kepada Anda. Jadi tunjukkan sikap dan akhlak terpuji sebagai seorang anak kepada orangtua. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.Wallahu’alam bishshawwab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

934

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 800 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment