Manfaat dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Berpuasa

PERCIKANIMAN.ID – – Sebentar lagi Ramadhan dan diwajibkan bagi yang telah baligh untuk berpuasa. Namun demikian sebagai bentuk pendidikan atau mengajari maka tidak ada salahnya jika melibatkan anak-anak untuk ikut berpuasa.

 

Puasa sarat akan manfaat. Salah satunya bagi anak yang gemuk, cadangan lemak pada tubuhnya dapat berkurang. Manfaat lainnya adalah belajar berdisiplin terhadap waktu serta yang lebih penting adalah belajar berempati dengan tidak makan seharian. Hal ini akan diterapkan manakala anak melihat fakir miskin, dalam benaknya mereka merasakan bagaimana laparnya apabila seharian tidak makan.

 

Betulkah puasa bisa mengganggu pertumbuhan?

Ini terjadi jika orang tua tidak memperhatikan kondisi anak dan menu yang disajikan. Anak kurus atau sakit lalu berpuasa secara penuh, misalnya, bisa mengganggu pertumbuhannya. Ini terjadi karena cadangan zat gizi seperti gula, lemak, dan lainnya pada anak jumlahnya tidak sebanyak orang dewasa.

 

Selain itu, anak juga butuh cadangan makanan banyak karena sedang tumbuh. Jika anak berpuasa maka jaringan tubuh lain seperti otot akan dipakai. Akibatnya tubuh anak akan kurus.

 

Jika tidak diantisipasi, berat badan dan pertumbuhan tingginya akan terganggu. Anak pun berisiko mengalami kekurangan gizi. Dampaknya bisa lebih fatal jika anak kekurangan cairan, yang menyebabkannya dehidrasi.

 

Jadi, faktor apa sajakah yang mesti diperhatikan?

Pertama, lihat kondisi anak. Jika dia terlihat sehat dan lincah meski berpuasa menandakan daya tahan tubuhnya baik dan ia mampu berpuasa. Sebaliknya, jika anak sakit atau daya tahan tubuhnya lemah, jangan paksa dia untuk berpuasa.

 

Usahakan waktu sahur jangan terlalu pagi karena menyebabkan pengosongan perut berlangsung panjang. Sajikan menu sahur dengan gizi cukup dan seimbang.

 

Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Rasulullah saw. mengutus (seseorang) pada pagi hari ‘Asyura ke kampungkampung Anshar, ‘Barangsiapa pada pagi hari telah berpuasa, hendaklah ia sempurnakan puasanya. Barangsiapa pada pagi hari telah makan, hendaklah ia berpuasa pada sisa waktunya pada hari itu.’ Oleh karena itu, kami dahulu melakukan puasa setelah kejadian itu dan kami ajak anakanak kecil kami berpuasa dan pergi ke masjid, lalu kami

 

buatkan mereka mainan dari tanah. Jika di antara mereka ada yang menangis karena ingin makan, kami berikan mainan itu kepadanya, sehingga sampailah waktu berbuka.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

BACA JUGA: Tips Melatih Anak Puasa

 

Hadis tersebut di atas mengajarkan kepada kita untuk sebisa mungkin mengalihkan perhatian anak ketika ia minta makan. Sibukkan anak dengan berbagai kegiatan seperti bermain, berjalan-jalan, serta beragam aktivitas yang disukainya. [ ]

5

Disadur dari buku 101 Pertanyaan Tentang Kesehatan Anak: Tinjauan Kesehatan dan Keamanan karya dr. Eddy Fadlyana, SpAka., M Kes & Dr. H. Aam Amiruddin

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: realmoslem

970

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 119 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment