Waspadai Dosa Kecil Yang Bisa Jadi Dosa Besar

 

PERCIKANIMAN.ID – – Dosa-dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang sebaiknya kita hindari karena akan terangkum menjadi suatu dosa besar. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Ketika seorang mukmin berbuat suatu dosa, dosa itu menjadi sebuah noda hitam pada hatinya. Jika ia menyesalinya (memohon ampunan) hilanglah noda itu. Jika ia tidak menyesali perbuatan itu maka noda itu akan membesar dan membesar sehingga menutupi seluruh hatinya.

 

Bilamana hati telah sepenuhnya tertutup oleh noda, hidupnya akan mengalami jalan buntu pada setiap urusannya. Sebagaimana orang-orang yang bertakwa akan dimudahkan oleh Allah dalam segala urusannya. Bagaimana ia akan dapat menemukan pintu-pintu kebaikan, sementara dirinya menutup dengan perbuatan dosa, sehingga semua kemaslahatan menutup pintu terhadap dirinya.

 

Perbuatan dosa akan menimbulkan kegelapan hati. Kegelapan itu benar-benar nyata dalam hatinya, seperti melihat dan merasakan gelapnya malam. Hal ini kerena sesungguhnya, ketaatan itu cahaya, sedangkan dosa itu kegelapan. Semakin banyak dosa yang dilakukan, maka akan semakin gelap hati orang itu. Akibatnya, orang-orang yang berterusan melakukan dosa itu, pasti akan jatuh ke dalam kekafiran, kerena hatinya sudah terhijab (tertutup) oleh kemaksiatan, dan kebenaran (al-haq) tidak mungkin lagi dapat menyentuh hatinya.

 

Bila hati telah sepenuhnya tertutup oleh noda, maka tak akan ada petunjuk dapat menembus gelapnya hati dan orang sedemikian itu tidak akan mendapat manfaat dari peringatan-peringatan yang terdapat didalam Al-Qur’an. Seharusnya kita merasa khawatir akan kehilangan nikmat hidayah ini, sehingga tidak boleh meremehkan dosa kecil.

 

Yang perlu diwaspadai, dosa kecil tidak selamanya kecil. Dalam kondisi tertentu dosa kecil ini akan menjadi dosa besar. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mengubah dosa kecil menjadi dosa besar :

 

  1. Dosa kecil yang dilakukan terus-menerus. Hal ini karena pengaruh kerasnya jiwa dan adanya bercak didalam hati. Rasulullah bersabda: tidak ada dosa kecil apabila dilakukan dengan terus menerus dan tidak ada dosa besar apabila disertai dengan istighfar. Allah juga berfirman:

 

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran [3]:

 

  1. Anggapan remeh atas dosa tersebut. Rasulullah Saw telah bersabda: “Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan membinasaknnya (HR Ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath).

 

  1. Bergembira dengan dosanya. Orang yang bangga dengan dosa berarti sudah begitu lupa dengan bahaya dosa sehingga malah senang tatkala dapat melampiaskan keinginannya yang terlarang. Dan perasaan senang terhadap suatu kemaksiatan menunjukkan adanya keinginan untuk melakukannya, dan tidak ada keinginan untuk bertaubat.

 

Jika kealpaan dan kelalaian semacam ini telah begitu parah maka akan menyeretnya untuk melakukan dosa tersebut secara terus menerus, merasa tenang dengan perbuatan salah dan bertekad untuk terus melakukannya. Dan ini adalah jenis lain dari dosa yang jauh lebih berbahaya daripada dosa yang ia lakukan sebelumnya. Allah berfirman:

 

Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” (QS. Al Baqarah [2]: 206)

 

  1. Membongkar dan menceritakan dosa yang telah ditutupi oleh Allah. Seseorang yang melakukan dosa kecil dan telah ditutupi oleh Allah namun ia sendiri malah kemudian menampakkan dan menceritakannya maka dosa itu justru menjadi berlipat karena telah tergabung beberapa dosa. Ia telah mengundang orang untuk mendengarkan dosa yang ia kerjakan, dan bisa jadi akan memancing orang yang mendengar untuk ikut melakukannya. Maka dosa yang tadinya kecil dengan sebab ini bisa berubah menjadi lebih besar.Allah berfirman:

 

Apakah tiada kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Mujadilah [58]: 7)

 

  1. Terang-terangan dalam berbuat maksiat. Rasulullah bersabda: “Semua ummatku akan diampunkan dosanya kecuali orang yang mujaharah (terang-terangan dalam berbuat dosa) dan yang termasuk mujaharah adalah: Seorang yang melakukan perbuatan dosa di malam hari, kemudian hingga pagi hari Allah telah menutupi dosa tersebut, kemudian dia berkata: wahai fulan semalam saya berbuat ini dan berbuat itu. Padahal Allah telah menutupi dosa tersebut semalaman, tapi di pagi hari dia buka tutup Allah tersebut.” (HR. Bukhori Muslim)

 

  1. Yang melakukan perbuatan dosa itu adalah seorang yang menjadi teladan Yang demikian apabila ia melakukan dosa itu dengan sengaja, disertai kesombongan atau dengan mempertentangkan antara nash yang satu dengan yang lain maka dosa kecilnya bisa berubah menjadi besar. Tetapi lain halnya jika melakukannya karena kesalahan dalam ijtihad, marah atau yang semisalnya maka tentunya itu dimaafkan. Rasulullah bersabda:

 

Barangsiapa yang memberi contoh di dalam Islam dengan contoh yang jelek, dia akan mendapat dosanya dan dosa orang yang mengikutinya setelah dia tanpa dikurangi dosa tersebut sedikitpun.” (HR. Muslim)

 

 

Semoga kita terhindar dari amalan dosa kecil maupun besar yang berpotensi menjadi dosa besar.  [ ]

 

5

Red: muslik

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

860

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 104 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment