Suami Minta Anal, Kalau Menolak Apakah Durhaka?

 

Assalamualaikum.Pak ustadz, mohon maaf jika pertanyaannya kurang sopan. Suatu hari suami meminta saya melakukan anal seks dengannya. Apa yang harus saya lakukan? Apakah kalau saya menolak termasuk istri yang durhaka? Mohon penjelasannya dan terima kasih ( R via email)

 

 

Waalaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Hubungan suami istri dalam rumah tangga adalah salah satu cara untuk menjaga keharmonisan. Dalam masalah hubungan suami, Allah Swt memberikan kebebasan kepada para suami untuk mendatangi atau menggauli istrinya dengan gaya apa pun. Sebagaimana yang difirmankan dalam Alquran,

 

Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS: Al Baqarah: 223)

 

Menurut ulama tafsir yakni Ibnu Katsir, sebagaimana disampaikan dalam beberapa hadits, memberi batasan tentang bagaimana seharunya hubungan intim suami istri. Menurutnya, kata “sekehendakmu” bukan berarti bebas sama sekali, semau-mau suami atau keinginan istri, melainkan tetap pada koridor berhubungan pasutri yang disyariatkan dalam Islam yakni melalui kemaluan istri.

 

Dalam penjelasannya Ibnu Katsir mengatakan aka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Maksudnya adalah semau kamu baik dengan cara berhadap-hadapan atau saling memungungi yang penting melalui satu katup (kemaluan istri). (lihat Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, 2000: 305)

 

Kemudian istilah anal seks artinya menyetubuhi dubur istri. Anal seks dikenal pula dengan istilah sodomi. Namun dalam masyarakat kita, sodomi lebih diartikan sebagai hubungan seks lewat anus yang dilakukan oleh mereka yang homoseks.

 

Bila suami istri melakukan hal itu, jelaslah mereka telah mengufuri nikmat Allah yang telah menciptakan segala sesuatu lengkap dengan pasangannya.

 

Allah tidak akan memuliakan seseorang yang menyetubuhi dubur istrinya.” (H.R. Nasa’i dan Ibnu Majah).

 

Anal seks hukumnya haram berdasarkan keterangan berikut. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,

Terlaknatlah laki-laki yang mendatangi istri  pada duburnya.” (H.R. Ahmad dan Ash-Habus Sunan).

 

Ada banyak hadits yang secara spesifik menyebutkan seorang laki-laki tidak boleh bersenggama dengan istrinya melalui jalur belakang. Di antaranya hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam riwayat At Tirmidzi dari Ibnu Abbas dengan kualitas  Hasan Gharib sebagai berikut:

 

Allah tidak berkenan melihat laki-laki yang mendatangi (jima’) kepada istrinya atau kepada laki-laki lain melalui anus/dubur. (HR: At Tirmidzi: 1086)

 

Ulama lain seperti Imam Nawawi dalam kitabnya Raudlatuth Thâlibîn juga mengatakan hal yang sama. Bahwa hak yang dimiliki seorang suami untuk bersenang-senang terhadap istrinya. Di sini terdapat banyak masalah. Seorang suami boleh melakukan apa saja kecuali melihat kemaluan istri. Di sini terdapat perbedaan pendapat dalam masalah melihatnya. Juga boleh melakukan apa saja kecuali menggauli istri dari duburnya. Sesungguhnya hukumnya adalah haram.

 

Bertolak dari analisis di atas, jelaslah bila suami mengajak melakukannya, Anda wajib menolak karena anal seks itu hukumnya haram juga sangat membahayakan kesehatan.

 

Kesimpulannya, berhubungan seks bagi suami melalui anus istrinya atau anal seks adalah haram sesuai dalil syara’ di atas. Secara sudut pandang medis, terdapat beberapa hikmah. Di antaranya, anus memang tidak dipersiapkan untuk senggama sehingga tidak terdapat pelumas atau lubrikasi. Hubungan anal bisa memicu wasir, infeksi dan lain sebagainya.

 

Ditinjau dari sisi medis pun, analseks terbukti berbahaya karena anus merupakan tempat berkumpulnya bakteri. Bila ada sedikit saja perlukaan pada penis dikhawatirkan akan terjadi infeksi.

 

Lalu apakah seorang istri dianggap durhaka terhadap suami jika menolak anal seks? Prinsipnya seorang istri wajib taat pada perintah suami apabila perintah atau ajakannya benar, namun kalau bertentangan dengan ajaran Islam, istri wajib menolaknya. Rasulullah saw. Bersabda, “Laa thaa’ata fi ma’shiyatil Khaaliq” artinya, ”Haram menaati perintah yang menyuruh durhaka pada Allah.”

 

BACA JUGA: Menurut Islam, Berapa Kali Hubungan Suami Istri Dalam Seminggu ?

 

Dengan demikian menurut hemat saya, Anda tidak durhaka kepada suami karena menolak keinginannya yang aneh tersebut. Ajakan suami yang tertentangan dengan ajaran Islam tidak wajib dituruti dan malah harus ditolak. Sikap Anda sudah benar, tinggal Anda komunikasikan saja dengan suami tentang alasannya. Hubungan suami istri adalah ibadah maka sudah selayaknya ibadah itu sesuai dengan sunnah atau perintah Allah dan sebaliknya jangan melanggar larangan-Nya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait pembahasan masalah dan solusi hubungan suami istri lebih detail dan mendalam Anda dan juga bapak ibu sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “CINTA & SEKS Keluarga Muslim” yang saya tulis bersama dr Untung. Selain bahasan atau tinjauan dari sisi medis juga ada pembahasan dari sisi syar’inya sehingga buku ini jauh dari kesan jorok. Insya Allah buku ini ilmiah juga syar’iyah yang sangat bermanfaat bagi suami dan juga istri. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 635 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment