Mengazankan Jenazah, Adakah Dalilnya?

Assalamu’alaykum Pak Aam, dikampung saya ada kebiasaan setiap jenazah yang hendak dimakamkan biasanya di adzan dulu sebelum dikubur. Apakah hal ini ada contoh dari Rasulullah Saw ?. Bagaimana memahamkan kepada keluarga agar tidak dianggap anak yang durhaka jika tidak melakukan. Mohon penjelasannya.(Hendi via email)

 

Waalaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Dalam masyarakat kita memang masih ada campur baur antara budaya dan ajaran agama dan sering dilakukan. Budaya atau kebiasaan dianggap sebagai bagian dari ajaran agama padahal bukan dari agama.

 

Terkait pertanyaan Anda apakah jenazah yang hendak dikuburkan harus di adzan terlebih dahulu? Untuk menjawab hal ini maka kita harus tahu terlebih dahulu hakikat dari adzan itu sendiri.

 

Setidaknya ada dua fungsi adzan yang harus kita pahami. Pertama, adzan berfungsi sebagai alat atau panggilan untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba. Hal ini berkenaan dengan aturan atau syariat bahwa ibadah shalat khususnya yang wajib adalah ibadah yang telah ditentukan waktunya secara definitif. Coba kita simak firman Allah dalam Alquran,

 

“…. Sesungguhnya, shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 103)

 

Sebelum shalat, kita harus yakin dulu bahwa waktunya sudah masuk. Di sinilah pentingnya azan sebagai alat untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba. Jadi tidak boleh niat shalat Ashar padahal masih dalam waktu Dhuhur atau waktu Dhuhur sendiri belum masuk. Demikian juga dengan shalat-shalat yang lainnya.

 

Kedua, azan berfungsi sebagai alat atau panggilan  untuk mengajak orang shalat berjamaah khususnya di masjid atau mushola.

Kita sebagai muslim khususnya laki-laki yang telah baligh sangat dianjurkan untuk shalat berjamaah di masjid terutama untuk shalat wajibnya. Sebab, keutamaan shalat berjamaah dibanding shalat sendirian sangat jauh berbeda.

 

Adzan ini adalah salah satu cara mengajak orang untuk shalat berjamaah di masjid.

 

Memang, di masyarakat kita ada kebiasaan sebelum dimasukkan ke lubang kubur, jenazah dikumandangkan azan terlebih dahulu. Namun, hal ini perlu kita kritisi bahwa jenazah sudah tidak mungkin memenuhi panggilan azan. Ingat, fungsi azan untuk memberi tahu bahwa waktu shalat wajib telah tiba dan untuk mengajak shalat berjamaah. Pertanyaannya, apakah jenazah bisa memenuhi panggilan itu?

 

BACA JUGA: Hukum Menghadiri Tahlilan, Boleh atau Terlarang?

 

Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan bahwa tidak perlu adzan saat menguburkan jenazah karena Nabi Saw. tidak pernah mencontohkannya. Juga, jenazah tidak mungkin memenuhi panggilan adzan tersebut.

 

Kemudian terkait bagaimana menyampaikan hal ini kepada keluarga agar tidak dianggap anak yang durhaka ketika orangtua meninggal duni dan tidak di adzankan? Tentu harus disampaikan dengan lemah lembut dan bahasa yang mudah diterima.

 

Sampaikan secara perlahan bahwa kebiasaan tersebut hanyalah budaya atau kebiasaan masyarakat saja dan bukan ajaran Islam sebab Rasul tidak mencontohkan. Sampaikan juga bahwa adzan atau tidak ketika jenazah hendak dikuburkan bukanlah pertanda apalagi jaminan bahwa dosa mayit diampuni.

 

Anda sebagai anak sudah menjadikan kewajiban untuk mendoakan orangtua baik semasa masih hidup atau sudah meninggal. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallaahu a‘lam.

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

 

(Visited 3,790 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment