Mertua Non Muslim, Bagaimana Menantu Bersikap?

Mertua

 

 

Assalamualaikum.Pak Aam, saya mempunyai mertua yang non muslim. Kadang mereka suka beribadah di rumah dengan menyanyi dan berdoa. Hal ini membuat saya kadang tidak nyaman. Bagaimana seharusnya saya bersikap? Mohon nasihatnya. (R via email)

 

 

Waalaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah, salah satu kewajiban seorang anak adalah berbakti kepada orangtuanya. Bagi yang sudah menikah termasuk juga berbakti kepada mertua. Hal ini seperti yang Allah jelaskan dalam Alquran,

 

 

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” ( QS. Al-Israa’ : 23-24)

 

 

Anda pun harus bersikap baik kepada ahli kitab atau non muslim yang belum masuk Islam seperti mertua Anda, selama mereka tidak menampakkan permusuhan pada umat Islam. Perhatikan ayat berikut.

 

Allah tiada melarang kamu   berbuat  baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada  memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari  negerimu. Sesungguhnya Allah  menyukai  orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya  Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu  karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu orang lain untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al Mumtahanah 60: 8-9).

 

Ayat ini menegaskan, selama ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) tidak menampakkan permusuhan,   kita harus berlaku adil dan berbuat baik. Namun walaupun demikian Allah Swt melarang menjadikan mereka sebagai teman dekat, pemimpin, teman tempat curhat dan berbagi cinta yang melebihi cinta kita kepada saudara muslim. Jadi kita boleh berbuat baik kepada non muslim namun kecintaan kita kepada sesama saudara muslim harus lebih besar. Coba perhatikan penggalan ayat terakhir,

 

Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

 

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa yang disebut atau dimaksud “kawan” disini adalah kawan dekat atau akrab sehingga kita lebih memilih mereka yang non muslim ketimbang kawan yang muslim. Hal ini tidak boleh.

 

Menurut hemat saya, selama mertua Anda berbuat baik dan menghormati agama dan keyakinan Anda sebagai seorang muslimah tentu tidak apa-apa berbuat baik kepada mereka. Selama mereka berbuat baik dan tidak mengajak Anda kepada ibadah mereka apalagi sampai pindah agama, balas kebaikannya.

 

Namun sekiranya mertua Anda mengajak kepada kemunkaran termasuk mengajari Anda beribadah ala mereka maka Anda berhak menolaknya. Dalam surat al-‘Ankabuut ayat 8, tercantum larangan mematuhi orang tua atau mertua yang non muslim atau kafir jika mereka mengajak kepada kekafiran,

 

Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.Al-‘Ankabuut: 8

 

 

Jadi kalau ada orang sekali pun itu orangtua atau mertua yang mengajak atau memerintahkan kepada berbuat kesyirikan atau kemunkaran kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada ketaatan. Anda tidak berdosa jika menolak perintah atau ajakannya.

 

BACA JUGA: Berdakwah Kepada Mertua

 

Nah, terkait bagaimana solusinya? Menurut hemat saya, Anda diskusikan kepada suami Anda untuk bisa tidak tinggal serumah dengan orangtua atau mertua. Anda bisa beli atau mengontrak rumah sendiri sehingga Anda dan suami bisa leluasa mengelola dan mengurus rumah sendiri.

 

 

Atau bisa juga Anda keluar rumah dulu saat di rumah diadakan peribadatan mereka sekiranya Anda merasa tidak nyaman.  Sebagai seorang muslim Anda tunjukkan sikap yang ramah, sopan dan satun serta akhlak-akhlak mulia lainnya. Intinya Anda tetap harus berbuat baik selama mereka tidak menyuruh atau mengajak kepada kemunkaran atau hal yang dibenci Allah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

954

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

 

(Visited 239 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment