Buah Hati Mulai Remaja ? Ini Tips Memahami Masalahnya

Oleh: Alva Handayani*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa ini berlangsung sejak anak matang secara seksual (usia 12-13 tahun, bisa lebih muda) dan berakhir setelah anak mencapai usia matang secara legal (usia 17-18 tahun).

 

Pada usia ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, baik secara fisik, emosi, maupun sosial. Bahkan begitu cepatnya perubahan yang mereka alami sehingga anak dapat mengalami kehilangan identitasnya.

 

Mereka tidak mau lagi dipandang dan diperlakukan sebagai anak kecil lagi namun perilakunya belum mencerminkan orang dewasa. Tentunya, orang tua memiliki tanggung jawab membantu anak untuk dapat melalui masa sulit ini secara mulus.

 

Namun ternyata banyak orang tua yang merasa kesulitan karena menganggap anak mereka sudah tidak mudah diatur dan diajak bicara lagi. Apa yang terjadi ?

 

Cobalah kita pahami anak remaja kita, perubahan apa yang mereka alami dan tuntutan tugas perkembangan apa yang harus mereka penuhi serta bagaimana kita bisa membantu memberi dukungan pada mereka dalam menghadapi masa sulit ini.

 

Selain anak mengalami perubahan fisik seperti yang terlihat secara kasat mata, yaitu bertambah besar, tinggi, berat, dan berkembangnya organ seks, di dalam tubuh anak juga terjadi perubahan, seperti otot bertambah besar dan kuat, perkembangan sistem dan hormonal untuk kematangan fungsi reproduksi.

 

Kekurangmampuan anak menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat ini dapat menimbulkan tekanan pada diri mereka, sehingga emosinya menjadi tidak stabil. Anak menjadi mudah  tersinggung dan marah.

 

Belum lagi mereka harus menghadapi tekanan yang mungkin timbul dari lingkungannya, misalnya kurang diterima oleh lingkungan teman sebayanya, tidak mampu memenuhi tuntutan lingkungan, atau orang tua yang masih memperlakukannya seperti anak kecil.

 

Perubahan lain yang terjadi di masa remaja yaitu pada kehidupan sosialnya. Minat pada keluarga mulai bergeser pada teman sebayanya. Anak menjadi lebih banyak berkumpul dengan teman maupun kelompoknya daripada mengikuti kegiatan keluarga.

Sejalan dengan proses kematangan secara seksual, rasa tertarik dengan lawan jenis juga mulai berkembang. Kegiatan yang melibatkan lawan jenis mulai diikuti, bahkan mungkin mulai melakukan kencan awal.

 

Pada masa remaja ini, ada beberapa tugas perkembangan yang perlu dipenuhi oleh anak sebelum masuk ke masa perkembangan selanjutnya, yaitu:

 

  1. Menerima perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan belajar memanfaatkannya secara efektif. Berawal dari memahami perubahan yang terjadi pada masa pubertas dalam kaitannya menjadi wanita dan pria dewasa, pertumbuhan ukuran tubuh, baik berat maupun tinggi, perubahan fungsi dan kematangan berbagai sistem yang ada dalam tubuh dan memahami maupun menerima adanya perbedaan individual dalam perkembangan atau pertumbuhan yang sedang berlangsung. Mereka juga perlu mengoptimalkan kondisi fisiknya dengan menguasai keterampilan dalam berbagai kegiatan di lingkungannya.

 

 

  1. Berusaha memenuhi tuntutan peran wanita maupun pria sesuai dengan harapan lingkungan. Mempelajari tuntutan kebudayaan terhadap peran pria dan wanita, mengantisipasi apa saja yang akan terjadi dan melatih diri untuk menjalankan perannya.

 

 

  1. Menjadi bagian dari kelompok sebayanya dengan mengembangkan relasi yang matang bersama individu lainnya, termasuk menjalin relasi dengan teman sejenis maupun lawan jenisnya. Mengikuti kegiatan bersama teman sebaya, mengalami perasaan saling menyayangi dengan teman dari lawan jenisnya, mulai mengadakan pertemuan atau kencan awal dan belajar bagaimana dapat menjalin relasi yang luas dengan teman di lingkungan sekolah, lingkungan rumah maupun di lingkungan lainnya.

 

Dalam hal ini remaja perlu belajar keterampilan memecahkan masalah dan konflik, mengambil keputusan dan mengevaluasi pengalaman dengan teman sebaya. Tidak kalah pentingnya mereka juga perlu belajar cara yang efektif untuk mengajak maupun menolak ajakan teman.

 

 

  1. Mencapai kematangan emosional, tidak lagi tergantung pada orang tua maupun orang dewasa lainnya dengan belajar dan melatih diri untuk secara mandiri mengambil keputusan. Dalam hal ini, relasi ‘ketergantungan’ dengan orang tua atau orang dewasa lainnya diubah menjadi relasi yang berimbang, saling tergantung satu sama lain.

 

 

  1. Menjelang akhir masa remaja, mereka sudah harus memilih dan mempersiapkan diri agar kelak dapat hidup mandiri secara ekonomi dengan memikirkan dan memilih jurusan pendidikan atau lapangan pekerjaan yang sesuai minatnya.

 

  1. Remaja akhir juga sudah mulai mengembangkan pemikiran dan sensitivitas sosial sebagai bagian dari masyarakat, seperti, mempelajari konsep hukum, ekonomi, politik dan keorganisasian yang ada, menyadari kebutuhan orang lain dan termotivasi untuk membantu orang lain maupun sudah mulai turut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

 

BACA JUGA: Tips Menyampaikan Informasi Seksual Pada Anak Remaja

 

  1. Prinsip sebagai pribadi yang bertanggung jawab juga sudah harus dimiliki seorang anak saat mengakhiri masa remajanya. Memiliki nilai dan etika sesuai dengan kebudayaan yang ada.

 

  1. Untuk mempersiapkan diri memasuki hidup berkeluarga, remaja akhir mulai menikmati tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga, mulai tertarik untuk menggali pengetahuan mengenai cara memilih pasangan, bagaimana menjalankan rumah tangga atau mengasuh anak. Mereka juga mulai lebih serius dalam hal memilih pasangan bahkan beberapa remaja sudah pula memiliki rencana untuk masa depannya.

 

Semoga bermanfaat. [ ]

 

 

*Penulis adalah psikolog dan penulis buku.

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

974

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 151 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment