Kiamat Dalam Pandangan Islam Berdasar Alquran

hari akhir, kiamat

PERCIKANIMAN.ID – – Kiamat dalam bahasa Indonesia adalah hari kehancuran alam semesta. Di mana pada saat itu alam semesta akan dihancurkan, selutuh isi dunia dimuntahkan. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah Swt.

 

Setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah Swt. akan kembali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan semua orang yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir untuk melaksanakan hari pembalasan.

 

Pada saat itu juga, alam semesta akan dibentuk lagi oleh Allah Swt. dalam wujud barunya yang disebut kampung akherat yang terdiri dari surga dan neraka. Setelah itu manusia dikumpulkan di padang mahsyar untuk diperhitungkan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

 

Peristiwa penghancuran dunia ini sudah pasti akan tiba, tetapi sejatinya manusia tidak diberi pengetahuan lebih tentang kapan waktunya. Semua masih dalam kuasa Allah Swt. sebagai pemberi keputusan. Sebab, jika manusia diberi tahu, niscaya siklus kehidupan tidak akan seimbang, mengingat kehidupan makhluk di bumi tak lebih merupakan sebuah ujian. Pasalnya, manusia telah menyatakan diri akan sanggup mengelola segala isinya.

 

Tak sekadar itu, jangankan kita, manusia sekelas nabi (rasul) pun tidak diberi tahu kapan kiamat akan tiba. Orang-orang suci lainnya pun sama. Karena kiamat, sekali lagi, adalah kuasa Sang Pencipta. Meski begitu, hal yang mesti kita ingat bahwa Nabi Muhammad Saw. telah menjelaskan kepada umat manusia melalui hadits tentang tanda-tanda hari akhir (kiamat). Begitu juga di dalam Al-Quran, dijelaskan secara umum tentang kiamat itu.

 

Di dalam Al-Quran sangat banyak ayat yang menjelaskan mengenai kepastian adanya Hari kamat itu. Salah satunya, seperti yang termaktub di dalam surat At-Taghabun ayat 7 : “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

 

Ada pula ayat yang menjelaskan pada hari itu (kiamat) planet-planet bertabrakan dengan matahari dan bulan, serta masih banyak lagi gambaran lainnya. Di samping itu, Al-Quranjuga memberikan beberapa nama hari kiamat, seperti Al-Qori’ah, Al-Ghosyiah, Ath-Tho’ah, Al-Haqqoh, Ash-Shokhah, Yaumul Hisab, dan Yaumu-ddin.

 

Di sisi lain, Allah Swt. dalam surat Al-Anbiyaa ayat 96-97 menyatakan, ““Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari kiamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.”

 

Begitulah beberapa penjelasan Al-Qur’an tentang hari kiamat. Nabi Muhammad Saw. melalui hadisnya juga menjelaskan tanda-tanda hari kiamat. Di antaranya waktu berjalan terasa makin cepat berlalu, banyaknya manusia yang tak mau lagi beribadah atau beramal saleh, saling memfitnah, banyaknya peperangan atau aksi saling bunuh, maraknya perzinaan, serta lain-lainnya.

 

BACA JUGA: Tanda Kiamat Zaman Now

 

Sedangkan tanda-tanda makin dekatnya kiamat adalah munculnya Dajjal (pembohong), turunnya Nabi Isa a.s. dan terbitnya matahari dari sebelah barat (hadis riwayat Bukhori dan Muslim dalam Shahih Bukhori dan Shahih Muslim). Demikianlah penjelasan secara tekstual dari hadis-hadis Nabi Muhammad Saw.  tentang tanda-tanda hari kiamat.

 

Terlepas dari hal itu, memercayai akan datangnya hari kiamat adalah salah satu rukun Iman. Artinya, setiap umat Muslim, khususnya, dan manusia umumnya, mesti memercayai bahwa kehidupan manusia di dunia sudah barang tentu ada akhirnya.

 

Seperti kata pepatah, ada awal sudah barang tentu ada pula akhirnya. Sebab, segala sesuatu di bumi ini bersifat sementara dan tidak kekal atau abadi. Pertanyaan ke manakah nanti kita akan melanjutkan kehidupan, itu persoalan lain.

 

Artinya, manusia tak akan bisa menghindari serta memungkiri akan tibanya akhir zaman, meski beberapa filsuf masih mempertanyakan akan hal ini. Namun, suatu saat nanti pasti akan terjawab. Wallahu’alam . [ ]

5

Red: ali

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 390 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment