3 Doa Nabi Ibrahim Agar Mendapat Anak Yang Shaleh

PERCIKANIMAN.ID – – Semua orang pasti punya keinginan agar anak-anaknya shaleh. Secara kodrati, semua orangtua ingin meninggalkan generasi yang lebih baik dari dirinya. Anak merupakan amanah bagi orangtuanya untuk dijaga kesucian batinnya, dididik, dirawat, dan dibimbing dalam menapaki kehidupan yang penuh ujian.

 

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka ayah dan ibunyalah (lingkungan terdekat) yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi.” (H.R. Abu Daud)

 

Khusus untuk mendapatkan keturunan, Nabi Ibrahim a.s. pernah berdoa, “Ya Rabb aku memohon agar keturunanku senantiasa mendirikan shalat, agar mereka dicintai orang-orang, dan agar mereka diberi rezeki yang halal, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S. Ibrahim [14]: 37).

 

Dalam doa Nabi Ibrahim a.s. tersebut, paling tidak terkandung tiga masalah pokok yang harus menjadi ruh pendidikan bagi anak, yaitu:

 

1. Menciptakan hubungan harmonis dengan Allah Swt.

Menciptakan suasana kondusif agar memiliki hubungan harmonis dengan Al Khaliq (Maha Pencipta) diwujudkan dalam bentuk komunikasi atau dialog dengan Allah Swt. (shalat). Hal ini tertuang dalam doa Ibrahim a.s., “Ya Tuhan kami, aku mohon agar keturunanku mendirikan shalat.”

 

Shalat bisa menjadi indikator sejauh mana hubungan seorang hamba dengan Khaliknya. Bahkan, juga menjadi indikator untuk amalan-amalan lainnya. Rasulullah Saw. bersabda, “Amal manusia yang pertama kali diperhitungkan (dihisab) pada hari kiamat adalah shalat; bila shalatnya beres, maka amal yang lainnya bisa beres. Dan, bila shalatnya rusak, maka amal lainnya bisa rusak” (H.R.Thabrani).

 

Jadi, keluarga bertanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai ketauhidan hingga anak merasa dekat dengan Allah Swt.

 

2. Menciptakan hubungan harmonis antarmanusia.

Anak yang shaleh bukan hanya pandai menjalin hubungan harmonis dengan Allah Swt. (hablum minallah), tetapi juga harus piawai menjalin hablum minannas (hubungan harmonis sesama manusia).

 

BACA JUGA: Tahapan Mendidik Sesuai Perkembangan Anak

 

Hal ini juga disampaikan Nabi Ibrahim a.s. dalam doanya, “…agar mereka dicintai orang-orang, …”. Berkaitan dengan masalah ini, seorang sahabat pernah datang kepada Rasulullah Saw. Ia bercerita mengenai tetangganya yang rajin shalat, shaum, dan tekun dalam beribadah, namun suka menyakiti hati tetangganya.

 

Mendengar kasus ini, Rasulullah berkomentar, “Hiya min ahlinnaar (ia akan jadi penghuni neraka).”

 

Riwayat ini menggambarkan bahwa orang yang mampu berhubungan secara harmonis dengan Allah Swt. belumlah sempurna jika tidak mampu menjalin hubungan harmonis dengan sesama manusia.

 

Dengan kata lain, menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia itu sekaliber (sama pentingnya) dengan menjaga hubungan harmonis dengan Allah Swt. Oleh sebab itu, cukup logis kalau poin ini termasuk yang harus ditanamkan orangtua terhadap anak-anaknya.

 

3 Mampu menghadapi tantangan zaman.

Semua makhluk yang ada di bumi sudah pasti diberi rezeki oleh penciptanya. Namun, rezeki itu tidak mungkin datang begitu saja tanpa upaya atau ikhtiar. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban orangtua untuk membekali putra-putrinya dengan keahlian berikhtiar yang bisa membuat dirinya mandiri secara materi. Hal ini tersirat dalam doa Nabi Ibrahim a.s., “…berikan rezeki yang halal kepada mereka agar bersyukur.”

 

Doa ini memberikan bimbingan bahwa kita harus berupaya melahirkan generasi yang lebih sejahtera. Yaitu, dengan berupaya memberikan bekal pendidikan dan pengajaran yang memadai sehingga mereka bisa survive (bertahan) menghadapi tantangan zamannya.

 

Disadur dari buku Sudahkah Kudidik Anakku dengan Benar? karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si.

5

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

943

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

(Visited 1,088 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment