Umroh Dengan Uang Pinjaman Bank, Boleh atau Terlarang?

 

 

Assalamualaikum. Pa Aam saya seorang PNS bolehkah saya naik haji atau umroh menggunakan uang pinjaman dari bank karena susah untuk menabung. Sebaiknya haji dulu atau umroh saja mengingat umur saya sudah 47 tahun. Mohon penjelasnnya ( Siti via fb)

 

Waalaikumsalam ww . Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahamti Allah. Begini, perlu diketahui dan dipahami bahwa yang namanya ibadah haji itu diwajibkan kepada orang-orang yang mampu (quwwah). Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam ayat berikut,

 

“…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran 3: 97)

 

Menurut para ulama menyatakan bahwa setidaknya ada empat macam kemampuan (quwwah) yang harus dimiliki seorang muslim yang hendak menunaikan ibadah haji yaitu Quwwah Maaliyyah, Quwwah Jasadiyyah, Quwwah Ruuhiyyah, dan Quwwah Ilmiyyah.

 

Pertama Quwwah Maaliyyah artinya kekuatan harta.

Ibadah haji membutuhkan dana yang relatif besar karena tanah suci Mekah relatif jauh dari negeri kita. Paling tidak, dibutuhkan sepuluh jam dengan pesawat Air Bus untuk bisa sampai ke sana. Kita butuh biaya transportasi, biaya hidup di sana, dan dana untuk keluarga yang ditunggalkan. Ini jelas membutuhkan Quwwwah Maaliyyah atau kekuatan harta.

 

Kedua Quwwah Jasadiyyah artinya kekuatan jasad.

Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik, karena hampir seluruh pelaksanaannya melibatkan kekuatan fisik, misalnya tawaf, yaitu berjalan mengitari Kabah sanbil berdoa, Sa’i yakni berjalan antara bukit Shafa dan Marwah, Jumroh yakni melempar jamarat. Semuanya melibatkan kekuatan fisik. Itu sebabnya haji membutuhkan Quwwah Jasadiyyah.

 

Ketiga Quwwah Ruuhiyyah artinya kekuatan mental atau rohani.

Banyak orang yang secara harta dan fisik sudah kuat atau mampu, tapi kalau mentalnya belum siap?. Di sinilah dibutuhkankekuatan mental atau spiritualnya atau ruhiyahhnya alias Quwwah Ruhiyyah.

 

Keempat Quwwah Ilmiyyah artinya kekuatan ilmu.

Haji perlu bekal ilmu yang memadai terutama masalah manasik atau pelaksanaan haji yang benar. Betapa banyak umat Islam yang melaksanakan haji namun tidak dibarengi dengan pemahaman yang benar tentang tata cara haji, sehingga banyak melakukan kekeliruan. Sayang apabila kita sudah mengeluarkan harta yang banyak, meninggalkan anak-anak, tapi ternyata hajinya banyak yang keliru. Di sinilah pentinyanya Quwwah Ilmiyyah alias kekuatan ilmu dan pemahaman.

 

Adapun yang Anda tanyakan adalah masalah Quwwah Maaliyyah atau kekuatan harta.  Bolehkah kita berhaji atau umroh dengan cara berutang atau dana pinjaman bank? Secara prinsip, berutang untuk haji tidak dilarang, selama kita yakin bisa atau mampu membayar utang itu seandainya terjadi apa-apa saat melaksanakan ibadah haji atau umroh. Misalnya sampai kita meninggal di tanah suci, kita yakin utang-utang itu bisa dilunasi dan tidak membebani keluarga yang ditinggal.

 

BACA JUGA: Bolehkan Umroh Dari Hadiah?

 

Atau misalnya Anda mempunyai asset berlebih yang bisa dijual untuk melunasi hutang Anda tentu itu boleh. Namun sekiranya asset Anda hanya tanah dan rumah yang Anda dan keluarga tinggali atau tempati selama ini maka disarankan jangan memaksakan untuk diri untuk berangkat haji dengan uang atau dana dari pinjaman bank yang memberatkan.

 

Demikian juga jika Anda tidak yakin akan ada yang membayarkan utang Anda, sekiranya Anda meninggal di sana, atau utang tersebut bisa menjadi beban keluarga yang ditinggalkan, berutang seperti ini tidaklah dibenarkan. Apalagi, mohon maaf tanpa mengurangi hormat saya, jika Anda hanya mengandalkan gaji bulanan yang itu juga Anda gunakan untuk kebutuhan harian Anda maka menurut hemat saya lebih baik Anda bersabar dulu.

 

Lebih bijaksana Anda menangguhkan pelaksanaan haji atau umroh sampai benar-benar mampu. Terus lah berikhtiar dan berdoa, semoga Allah memberikan rezeki yang halal dan luas kepada Anda, sehingga bisa segera melaksanakan ibadah haji tanpa berutang.Yakinlah bahwa Allah Maha Tahu akan jerih payah dan niat Anda untuk menunaikan ibadah haji. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bishshawa. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

(Visited 1,006 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment