Prosedur Yang Harus Dilakukan Agar Doa Kita Terkabul

berdoa khusyuk

PERCIKANIMAN.ID – – Semua orang pasti mengharapkan doanya dikabulkan. Namun, fakta berbicara, tidak sedikit orang yang doanya belum terkabulkan padahal sudah sering berdoa. Mengapa hal ini terjadi? Kita harus introspeksi diri, jangan-jangan doa tidak terkabulkan dikarenakan salah prosedur. Berikut akan dijelaskan bagaimana prosedur doa yang benar.

 

  1. Awali Doa dengan Asmā’ul Ĥusnā

“Allah memiliki Asmā’ul Ĥusnā (nama-nama terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmā’ul Ĥusnā itu…” (Q.S. Al-A‘rāf [7]: 180)

 

Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang baik, misalnya Ar-Rahmaan (Maha Pemurah), Al Hakiim (Maha Bijaksana), Ar-Rahiim (Maha Penyayang), Al Kariim (Maha Dermawan), Al ‘Aliim (Maha Mengetahui).

 

Merujuk pada ayat ini, ketika kita akan berdoa, awali dengan Asmaul Husna yang kita hapal, misalnya Ýa Rahmaan, Ya Rahiim, setelah itu baru kita berdoa.

 

Berapa kali kita mesti membaca Asmaul Husna pada awal doa? Tidak ada satu pun dalil sahih yang menjelaskan jumlahnya. Jadi, baca saja semampu dan sekehendak kita. Pokoknya bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

 

Sekiranya kita mengerti makna setiap Asmaul Husna, alangkah baiknya kalau Asmaul Husna yang dibaca itu ada korelasi (hubungan) dengan permintaan kita, misalnya kalau minta ilmu, awali dengan Ya ‘Aliim (Wahai Yang Mahatahu), Ya Hakiim (Wahai Yang Mahabijaksana). Kalau minta ampun, awali dengan Ya Ghafuur (Wahai Yang Maha Pengampun), Ya Rahiim (Wahai Yang Maha Penyayang). Tapi, sekiranya makna Asmaul Husna itu tidak ada korelasinya, juga tidak masalah. Yang penting awali doa dengan Asmaul Husna.

 

  1. Ucapkan Kalimah Tauhid

Setelah membaca Asmaul Husna, lalu kita ucapkan Kalimah Tauhid, yaitu pernyataan yang mengekspresikan keimanan kita kepada Allah Swt. Kita nyatakan bahwa Allah Swt. itu Mahatunggal, Maha Berkuasa, tak ada sekutu bagi-Nya, dll.

 

Adapun Kalimah Tauhid yang sebaiknya kita baca saat berdoa adalah sebagai berikut.

 

“Allahumma inni asaluka bi anni asyhadu annaka antallahu laa ilaaha illa anta alhadu shamadul ladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwan ahad.”

 

“Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah, dengan bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Mahatunggal dan Yang menjadi tempatku bergantung, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (H.R. Muttafaq ‘alaih)

 

  1. Mengulangi doa

Nabi Saw., apabila berdoa mengulanginya tiga kali, dan apabila meminta, juga mengulanginya tiga kali.” (H.R. Muslim). Hadis sahih ini memberi arahan bahwa sebaiknya kita mengulang-ulangi doa.

 

  1. Barengi doa dengan ikhtiar

Doa dan ikhtiar bagaikan dua sisi dari satu mata uang. Keduanya saling melengkapi, tidak bisa dipisahkan. Kalau kita minta ilmu, barengi dengan belajar; minta harta, dampingi dengan usaha; minta sukses dalam karier, iringi dengan kerja keras; minta kesembuhan, ikuti dengan pengobatan, dll. “…Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu…” (Q.S. At-Taubah [9]: 105)

 

BACA JUGA: Mengapa Harus Berdoa Kepada Allah? Ini Rahasianya

 

  1. Manfaatkan waktu-waktu terbaik

Sesungguhnya berdoa itu bisa kita lakukan kapan dan di mana saja, namun dalam sejumlah riwayat disebutkan ada sejumlah waktu yang sangat baik untuk diisi dengan doa, yaitu:

a. Sepertiga malam terakhir
b. Tengah malam dan setelah shalat fardhu
c. Pada saat lapang
d. Ketika sujud
e. Pada hari Jum’at
f. Antara azan dan iqamah
g. Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah)

Disadur dari buku Doa Orang-orang Sukses karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

(Visited 1,412 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment