Puasa Sebelum Akad Nikah, Apakah Dicontohkan Rasul ?

 

 

Assalamualaikum. Pak Aam, insya Allah sebulan lagi saya mau melaksanakan pernikahan. Menurut keluarga calon suami agar pernikahan berjalan lancar, saya disarankan untuk melaksanakan puasa (shaum) sebelum menjalani akad pernikahan. Waktu seminggu sebelum akad nikah, boleh sehari atau dua hari. Saya sendiri sebenarnya ragu, apakah hal ini ada contohnya dari Rasulullah? Jika bukan ajaran Islam bagaimana menjelaskan kepada calon mertua? Mohon nasihatnya ( Lis via email)

 

 

Waalaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu semua sepakat bahwa yang namanya pernikahan adalah sebuah peristiwa sakral dalam arti sesuatu yang sangat dan paling berkesan dalam hidup, sehingga momen ini tentu perlu persiapan yang matang dan serius termasuk persiapan lahir dan batin.

 

Namun begini, terkait dengan anjuran untuk melakukan puasa sunnah sebelum menikah atau akad nikah, sampai saat ini saya belum menemukan dalil sahih yang menerangkan tentang keutamaan shaum sunah qabla (sebelum) nikah.

 

Shaum sunah yang ada dalam keterangan yang shahih adalah shaum Senin-Kamis (H.R. Tirmidzi), shaum enam hari pada bulan Syawal (H.R. Muslim), shaum 9-10 Muharram (H.R. Muslim), shaum Daud (H.R. Muslim), shaum tiga hari pada setiap bulan (H.R. Bukhari dan Muslim), shaum ‘Arafah (H.R. Muslim).

 

Mencermati dalil-dalil shaum atau puasa sunnah, bisa disimpulkan bahwa tidak ada dalil shahih yang menegaskan shaum sunnah sebelum (qabla) akad nikah. Namun kalau mendekati hari pernikahan kita meningkatkan amal shalih salah satunya dengan memperbanyak shaum-shaum sunnah yang disebutkan di atas, tentu tidak dilarang, misalnya Anda puasa sunnah di hari Senin dan Kamis atau meningkat menjadi puasa sunnah tiga hari dipertengahan bulan hijriyah bahkan puasa Daud sekalipun tentu tidak dilarang.

 

BACA JUGA: Menikah Karena Terpaksa Apakah Sah ?

 

Jadi sekali lagi terkait dengan puasa sunnah menjelang akad nikah, menurut hemat saya itu hanya sebuah tradisi saja. Anda boleh menolaknya bahkan wajib menolaknya.

 

Terkait bagaimana menjelaskan kepada calon mertua Anda? Tentu Anda bisa menyampaikanya lewat calon suami Anda bahwa puasa menjelang akad nikah itu bukan ajaran Islam dan hanya sebuah tradisi saja. Karena hanya sebuah tradisi saja maka Anda bisa meyakinkan bahwa insya Allah acara atau prosesi akad nikah akan berjalan lancar.

 

Kesannya memang bagus puasa sebelum akad nikah, namun dasar ibadah apalagi ibadah mahdhah adalah benar. Benar menurut Allah ( Alquran) dan dicontohkan oleh Rasulullah ( Hadits). Jadi yang namanya ibada itu harus benar bukan bagus. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

 

(Visited 271 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment